Tak banyak memang perempuan yang berani hamil dan melahirkan secara sc untuk keempat kalinya, di sini saya akan berbagi pengalaman dari awal kehamilan hingga melahirkan dengan tindakan operasi, juga cerita tentang mioma semasa kehamilan.
Berikut catatan masa kehamilan hingga melahirkan.
Sebulan  setelah idul fitri setahun lalu,  saat awal tahun ajaran baru dan anak-anak mulai kembali kesekolah. Saya  tidak mendapatkan haid yang sudah telat beberapa hari. pusing,mual, dan tiba-tiba saja ada perasaan malas untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah dan inginnya hanya tidur-tiduran. Terasa ada yang lain, beli test pack, bagun pagi keesokan hari cek urine, benar positif garis dua.
Perasaan campur aduk kala itu, ada rasa bahagia  karena Allah telah menitipkan kembali amanah kepada kami, takut dan khawatir karena mau tidak mau, persalinan nantinya juga harus dengan tindakan operasi. Sectio Ceasarea untuk keempat kalinya, dengan itu juga sejak tahun 2004 hingga 2018 saya akan masuk keruang operasi untuk keenam kalinya. Mendengar kata operasi atau pembedahan, terdengar ngeri, tapi bagaimanapun keadaan, saya harus meyakinkan diri bahwa semuanya itu akan baik-baik saja.
Setelah positif hamil dengan hasil test pack, saya tidak langsung buru-buru kedokter kandungan. Hanya periksa tensi kepukesmas dekat rumah sambil jemput anak sekolah. Cek di pukesmas tensi tinggi, Dokter pukesmas tak berani kasih obat, karena saya lagi hamil. Sejak awal tahun 2017 saya memang sering sakit kepala yang luar biasa, rasanya ingin sekali membenturkan kepala kedinding agar sakit itu segera hilang dan terasa pegal di pundak. Waktu itu cek dipukesmas tekanan darah saya 150/100. Senewan memang, mau tau rasanya kalau tensi tinggi, rasanya kepengen makan orang. Halaahh.
Dokter bilang, obat penurun tensi hanya untuk orang yang sudah lanjut usia,  seperti saya yang usia produktif  hanya jaga pikiran dan mengatur pola makan juga banyak istirahat. Ha ha, kalau untuk  banyak pikiran, siapa sih orang yang nggak banyak pikiran, atur pola makan mungkin kurangi garam, istirahat mungkin juga, intinya jangan sering begadang. (maklum emak-emak penulis, sering jadi kelilawar begadang malam buat nulis, aslinya nonton HBO wkwkwk). seorang teman menyarankan untuk makan satu suing bawang putih setiap pagi hari juga buat parutan timun. Alhamdulilah seminggu reaksinya sudah terasa, dan pikiran serta kepala saya kembali normal.
Dua minggu kemudian, bersama suami pergi kedokter kandungan. Niatnya mau ke klinik  Alaza  dibatu 5, cuma karena malam itu pasien full. Rupaya daftar untuk mengambil nomor antrian harus jam 8 pagi.  Suami bilang, sambil jalan pulang, coba cek dokter di batu empat, mana tahu masih terima pasien. Sambil lewat batu empat, ternyata praktek dokternya masih menerima pasien. Waktu hamil anak pertama memang kontrolnya disitu juga. Satu jam lebih juga saya menunggu hingga nama saya di panggil, tensi agak tinggi juga waktu itu. Ketika membaca riwayat persalinan dokter nanya, “mengapa waktu melahirkan anak ketiga, tidak langsung steril,”. Saat akan operasi anak ketiga dokter memanga nyaranin steril, Cuma suami masih belum izin.  Saya bilang juga saya ada mioama di rahim, dua tahun lalu pernah usg tranvaginal di dokter Maryam. Pas di usg kehamilan sudah memasuki usia 7 minggu, miomanya masih satu centi, dokter jelaskan, kehamilan saya  beresiko keguguran, karena mioma akan berebut makanan dengan janin. Resiko lainnya bayi saya akan lahir premature, juga saat persalinan siap kan kantong darah karena saat mioma diangkat akan terjadi pendarahan.
Dengar kantong darah, pendarahan langsung lemas seluruh persendian. Takut, pastilah bukankah penyebab kematian pada ibu bersalin karena pendarahan. Dalam perjalanan pulang, perasaan saya galau maksimal. Suami bilang, tak usah kontrol kesana lagi. Gara-gara itu saya nggak bisa tidur, buka laptop tanya babang gogel, mana tahu ada yang mau berbagi cerita, baca-baca blog orang, temulah saya kisah ibu hamil dengan mioma, bahwa selama hamil mioma juga akan terus membesar. Tapi penulis blog cerita jika persalinannya oke dan tidak ada kendala apalagi pendarahan. Parno saya mulai berkurang dan hati pun agak lega, nyatanya nggak seseram yang dibayangan.
Sebulan kemudian, saya cek kehamilan ke keklinik Alaza, kontrol dengan dokter  Defri yang membantu persalinan saya ketiga, lima tahun lalu. Setelah dari dokter Defri, perasaan khwatir jadi mulai berkurang. Kehamilan saya oke dan tidak ada masalah, resiko pendarahan dan pecah rahim insyaallah tidak, untuk mengatasinya kata dokter di ikat pembuluh darah agar tidak terjadi  pendarahan.
Awal kehamilan,keluhan yang dirasakan sama seperti keluhan ibu hamil pada umumnya, pusing, mual dan muntah. Tapi alhamdulilah selama hamil dedek Khadijah saya tidak ada muntah sama sekali. Rasa pusing dan mual mulai berkurang ketika  sudah masuk minggu ke 16 atau bulan keempat. Namun pada bulan keempat itu juga saya mulai merasakan nyeri pada jahitan bekas operasi terdahulu. Perut saya juga sering keram/ kontraksi itu sudah terasa di bulan keempat. Kontrol lagi kedokter, katanya nggak apa, dokter bilang tak apa, saya pun jadi tidak khawatir.
Semua itu berlanjut hingga perut saya mulai membesar, nyeri bekas jahitan operasi mulai sering terasa. Jika nyeri datang saya bawa istirahat dan tidur. Kalau sudah kecapeaan atau banyak melakukan aktivitas perut saya mulai keram. Dokter tetap mengharuskan saya untuk menunggu sampai usai bayi 38 minggu  dan menjadwalkan operasi tanggal 5 atau 6 April 2018. Menjelang 38 minggu saya sudah mulai kepayahan. Perut yang membesar membuat sulit melakukan aktiivtas, tidur juga tak nyaman. Karena gerakan janin sudah mulai berkurang, saya minta jadwal operasi dimajukan. Ceritanya bisa dilihat disini.
Minggu tanggal 1 April operasi dijadwalkan suami minta operasinya malam,  katanya ambil berkah malam Senin. Saya memilih bersalin di klinik dari pada di rumah sakit, dengan pertimbangan membawa anak-anak untuk nginap diklinik selama saya dirawat. Selesai magrib saya di telpon oleh bidan untuk segera turun, buat persiapan operasi. Saya sholat jama’ magrib  dan Isya, sebab operasi akan dimulai jam 20.00 wib. Sebelum masuk keruang operasi, dua orang bidan melakukan pemeriksaan, tekanan darah, mengambil sample darah untuk mengecek HIV, hepatitis dan Spilis. Alhamdulillah kesemuanya negativ. Kemudian bidan mnyuntikan test  alergi antibiotic di tangan kanan, mau tau rasanya, seperti tersengat listrik perihnya luar biasa dan berlangsung beberapa menit.
Setelah semua persiapan selesai, tepat jam 20.00 wib, saya masuk keruang operasi. Dalam ruang tersebut ada tiga dokter, satu bidan dan satu orang asisten anastesi.  Sebelum operasi dilaksanakan, di pasangkan keteter urine, juga suntik bius di punggung, suntik bius itu sakitnya luar biasa, badan saya dipegang oleh asisten anestesi, disuruh tarik nafas ketika disuntik, satu, dua kali dicoba masih gagal, hingga ketigga kalinya disuruh tarik nafas baru disuntik ditempat yang tepat agar obat biusnya bekerja.

Baca Juga :
Lho, PMI Kok Tutup ??
Melahirkan Ceasar Empat Kali, Mungkinkah?
Saat operasi berlangsung, saya di buat ngantuk, asisten anestesi bilang “ibu tidur saja nggak papa”. Beberapa menit kemudian perut terasa seperti digoncang-goncang, seketika itu terdengar nyaring tangisan bayi. Pukul 20.20 wib bayi perempuan lahir, anak keempat kami lahir dengan berat 3760 gram dan panjang 52 cm. Pukul 21.00 wib operasi selesai, saya langsung di antar ke kamar rawat inap. Oleh dokter anastesi, saya sudah di bolehkan minum teh hangat, namun badan belum boleh miring kiri maupun kanan hingga jam 8 malam keesokan hari. Alhamdulilah operasi malam itu berjalan lancar.
Catatan penting selama kehamilan dan persalinan.
-          - Apa yang dikhawatirkan selama hamii dengan berbagai resiko seperti prematur, pendarahan,pecah rahim , alhamdulilah tidak terjadi.
-         -  Bayi Khadija lahir dengan selamat, cukup bulan 38 week dengan berat 3,7 kilogram dan panjang 52 cm.
-        -  Menjelang melahirkan, alhamdulilliah tensi saya kembali normal, yang sebelumnya bikin saya senewen 160/90.
-          - Mioama 3 centi pas USG bulan ketiga, sampai melahirkan hilang dengan sendirinya.
-           - Saat oparasi memang sudah stanbay 2 kantong darah karena Hemoglobin rendah 8,4.

-       - Hamil anak keempat ini, banyak hal -hal luar biasa yang saya rasakan dimana saya tetap produktif menulis, membuat tutorial template blog dan mengisi training blogging secara online.      
***Tulisan ini ditulis ketika usia baby Khadijah berumur 51 hari, kondisi saya sudah fit, sudah bisa berkaktivitas seperti biasa.




images : pixabay
Ketika kontrol terakhir, dokter menjadwalkan operasi tanggal 5 atau 6 April 2018. Karena tanggal tersebut usia kandungan  telah 38 week, karena usia kandunga 38 minggu bayi telah siap dilahirkan. Seperti kehamilan sebelumnya saat perut sudah mulai besar, saya mulai susah tidur di tambah lagi pada kehamilan keempat perut sering keram dan semuanya serba tidak nyaman. Karena merasa gelisah di tambah lagi gerakan bayi yang mulai berkurang,  karena worry juga kuatir bayi di perut berkurang gerakannya, saya menelpon klinik tempat saya kontrol kehamilan. Oleh bidan saya disuruh segera ke klinik sekalian membawa perlengkaapan melahirkan.
Bersama suami juga anak-anak, kami meluncur ke klinik Alaza batu lima atas. Karena sabtu sore tidak ada jadwal dokter praktek. Bidan yang memeriksa deyut jantung bayi dengan menggunakan fetal monitor.Setelah di hitung  sesuai dengan gerakan bayi semuanya oke. Namun karena saya merasa sudah tak nyaman, kami minta jadwal operasi dimajukan. Ba'da magrib jumpa dokter, suami minta tanggal 1 April malam senin. Kemudian saya baru ingat jika hemoglobin saya rendah hanya 9. Dokter suruh cek darah lagi, hasilnya malah turun jadi 8, Sementara untuk wanita hb normal adalah 11 Saya minta obat penambah darah, dokter bilang Hb tidak bisa naik dalam hitungan hari dan beliau menyuruh untuk menyediakan stok dua kantong darah.

Baca Juga : 

Di cek darah kembali oleh bidan untuk memastikan golongan darah saya. Golongan darah saya B+, bidan klinik menelpon PMI provinsi, ternyata darah B+ kosong. Oleh bidan malam itu kami disuruh mencari dua orang pendonor dan langsung transfusi di PMI. Suami langsung menghubungi whatapps group. Alhamdulillah ada yg bersedia mendonorkan darahnya buat saya. Setelah dapat sampel darah saya. Kami meluncur ke PMI provinsi Kepri di Batu 8 tepat disamping Rumah Sakit Umum Daerah Profinsi Kepulauan Riau Ahmad Thabib.
Malam itu, sesampainya di PMI, suasan lengang, gerbang PMI Provinsi di gembok. Namun lampu kantornya menyala akan tetapi pintu di tutup. Jika gerbangnya saja di gembok bagaimana kami akan masuk. Satpam pun tidak tampak berjaga-jaga. Padahal kantornya di samping rumah sakit. Aneh, jika ada pasien emergency yang butuh stok darah di malam hari bagaimana?. Anehnya lagi bidan diklinik tadinya menelpon PMI provinsi dan ada yang menjawab panggilan telpon. Karena tutup oleh bidan, kami diarahkan ke PMI Kota. Dengan begitu kami harus memutar arah dan melakukan perjalanan sejauh delapan kilometer.
               
Badan sudah letih, namun stok darah harus didapatlkn malamini juga. Anak-anak kami antar pulang terlebih dahulu. Saya dan suami melaju menuju PMI kota, dalam hati saya membatin “semoga kantor PMI kota buka malam hari. PMI Kota juga bersebelahan dengan RSUD Kota Tanjungpinang. Lebih tepatnya lagi bersebelahan dengan kamar mayat rumah sakit. Karena untuk menuju kantor PMI harus melewati jalan Sunaryo. Sesampai disana alhamdulillah PMI Kota Tanjungpinang buka, satpamnya ada petugasnya juga ada. Alhamdulilah petugasnya ramah, tidak marah-marah seperti yang saya lihat di facebook. Padahal waktu juga sudah menunjukkan pukul 11 malam. Sampel darah, kami serahkan kepetuga PMI, kemudian suami langsung menghubungi teman-temannya yang akan mendonorkan darahnya untuk saya.
                Malam itu, ada beberapa hal yang jadi pelajaran buat saya.
Pertama : semasa hamil, benar-benar memperhatikan vitamin agar hemoglobin darah tidak rendah.
Kedua  : Cuma heran saja, kok PMI yang letaknya tepat disamping rumah sakit bisa tutup, tidak 24 jam buka.

                bersambung

pict : google
Setelah 21  hari saya melahirkan, rasanya kondisi badan sudah mulai fit. Seperti niatan semasa hamil akan saya ceritakan pengalaman melahirkan baby Khadijah secara ceasar untuk keempat kalinya. Nantinya saya akan membagi kisah ini  ke dalam beberapa bagian secara bersambung.

Tidak semua orang yang berani untuk ceasar keempat kalinya, bahkan beberapa dokter melarang dan ada juga yang setelah tiga kali sc dokter menyarankan untuk steril atau tubektomi

1. Mengapa Berani Hamil Lagi

Keberanian untuk hamil anak keempat di awali saat saya hamil anak ketiga. Saat itu yang menangani persalinan saya adalah dokter Defri SpOg.

Waktu itu Ramadhan tahun 2012, memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, terasa ada sesuatu yang berbeda, haid yang belum kunjung datang disertai pusing dan mual. Naluri sebagai seorang perempuan takkan salah. Hasil testpack menunjukkan garis dua dan benar saya hamil. Malam idul fitri, saya memeriksakan diri kedokter kandungan. Malam itu hanya tempat praktek dokter tersebut yang buka. Hasil USG menunjukkan jika saya hamil 5 minggu. Membaca riwayat kehamilan saya yang telah menjalani 2 x operasi ceasar, sang dokterpun menjelaskan berbagai resiko karena telah dua kali ceasar seperti pendarahan dan pecah rahim dan lainnya yang bikin orang nggak ngerti ilmu kedokteran seperti saya langsung ingat mati.
Khawatir, siapa sih yang tidak khawatir mendengar penjelasan seperti itu. Namun, dokter kandungan tidak hanya satu di kota ini, harus cari dokter lain yang tidak menakut-nakuti pasien..

Hamil empat bulan, saya sempat tinggal di Bogor, saya serching digoogle mencari dokter kandungan yang recomended. datanglah saya ke klinik Az Zahra (kalau tak salah). Konsul dengan Seorang dokter kandungan perempuan yang murah senyum, namanya Dokter Gharini Paramita, beliau banyak bertanya seputar riwayat kehamilan saya. Konsul dengan beliau membuat ketakutan saya selama ini sedikit berkurang. Tapi tetap katanya untuk proses melahirkan ketiga harus dengan operasi ceasar.

Usia kandungan 5 bulan, saya pulang kembali ke Tanjungpinang. Masih bingung mau periksa kehamilan dimana, ikut kata suami saja dan pas kebetulan ada dokter baru tak jauh dari rumah ayah saya..Periksalah saya kesana dengan Dokter Defri, beliau  tidak menakut nakuiti, semuanya oke,  namun harus tetap melahirkan secara ceasar.

Bagi saya itu sudah konsekwensi karena telah dua kali ceasar. Dokter di Malaysia saat saya melahirkan anak kedua juga bilang "kami tetap cuba puan untuk melahirkan normal, sebab jika puan sudah dua kali ceasar,maka anak ketiga nantinya juga harus ceasar". Saat itu dokter di Malaysia tetap menyuruh saya menunggu agar bisa melahirkan normal
Anak kedua, dengan syarat berat baby di bawah 3 kg.
Namun apa dikata, saya tetap harus operasi karena bayi saya telah 3,4 kg dan tidak ada tanda tanda bayi masuk kepanggul.

Sebulan mendekati HPL, saat kontrol saya tanya "Dokter, setelah ceasar ketiga, apa nanti saya bisa hamil lagi anak keempat?. Beliau menjawab, itu tergantung ketebalan rahim dan nanti di lihat saat operasi ceasar.

Adam usia 3 bulan
Lima tahun lalu, di usia kehamilan 37 minggu, tanggal 23 Maret 2013 pukul 3.30 sore lahirlah seorang bayi laki-laki anak ketiga kami yang diberi naman Adam Achmad, di Rumah Sakit Umum Daerah Kepulauan Riau tahun 2013. Alhamdulillah proses persalinanya lancar, bayi cukup bulan 37 minggu dengan berat 3 kg dan panjang 50 cm. Gambaran pendarahan, pecah rahim dll, Alhamdulillah tidak terjadi. Semuanya oke, bayi sehat dan saya sehat dan selamat. Alhamdulillah

Ketika kontrol kembali untuk buka jahitan, Dokter bertanya "nanti mau pakai KB apa?, saya masih bingung memilih KB hormonal maupun memasang IUD, sebab selama ini masih aman dengan KB alami. "Jadi gimana dengan rahim saya dokter" tanya saya
"ohh rahimnya masih tebal, masih bisa kok punya anak lagi"


Catatan :

Jika anda telah dua kali ceasar dan hamil lagi anak ketiga, tanyakan ke dokter apa nanti masih bisa hamil anak keempat.
Kalau memang niat ingin menambah lagi

Baca Juga :
Lho, PMI Kok Tutup ??


Siapa yang tak kenal dengan Tanjungpinang,  Ibukota Provinsi Kepulauan Riau. Letak ibukota yang strategis karena berbatasan langsung dengan dua negara yaitu Singapore dan Malaysia, menjadikan Kota ini selalu ramai untuk dikunjungi, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara.

Nah, bagi kamu yang menyukai treveling,  pasti dong, setiap traveling selalu ada yang minta dibawakan oleh-oleh.  Kira-kira ke Tanjungpinang oleh-olehnya apa ya..  (*mikir keras)

Zaman udah berubah,  kalau dulu masa saya kecil mata ini selalu berbinar memandang goreng pisang yang terhidang dipiring.  Makan jagung yang direbus dicampur kelapa parut dan gula pasir,  sudah bikin mata ini merem melek menikmati gurihnya jagung dicampur kelapa dan gula.  Namun anak - anak sekarang beda,  ngikutin perkembangam zaman lah judulnya.  Makan pisang goreng,  maunya ditaburi parutan keju dan susu. Makan jagung rebus juga pakai keju dan susu.  Kalau saya dulu udah puas dengan es lilin.  anak-anak zaman now maunha es dibelender,  kasih toping mises, chaca dan susu.

Selamat datang generasi keju,  yang kebanyakan orang bilang "Generasi Zaman Now". Semuanya serba kekinian.  Termasuk oleh - oleh juga mesti kekinian dong.  Kalau dulu lidah masih selera tradisional,  lidah sekarang maunya kekenian.
Judulnya tuh,  saya dan beberapa teman yang tergabung dalam Tanjungpinang Blogger,  berkesempatan menghadiri Meet and Greet Pinang Paleo, pada Minggu,  25 Februari 2018. Tidak hanya blogger lho yg diundang,  hadir juga para selebgram Tanjungpinang/influencer dan para awak media.
Acaranya bertempat dicafe kebon kilometer 5 Tanjungpinang.  Ups..  Pinang Paleo??. Kepo kan dengan namanya.  Pinang Peleo adalah nama cake kekinian dari Kota Tanjungpinang dengan jargon "oleh-oleh Tanjungpinang Kampong Kite"
Acara meet and greet sekalian pre lounching cake Pinang Paleo.
Sebelum acara dimulai, kami diberikan sesi photo - photo cake yang telah di tata rapi,  lanjut penjelasan Mas Yan selaku marcom Pinang Paleo.

Pada kesempatan itu,  beliau menjelaskan bahwa pinang paleo adalah brand perdana oleh - oleh kekinian dari Kota Tanjungpinang.  Dan telah ada outlite resminya di jalan DI Panjaitan km.  9 Tanjungpinang bersebelahan dengan KFC.  Dari penjelasan Mas Yan, Pinang Paleo adalah sebutan untuk creamy cheese cake dengan enam varian rasa yaitu : cheese,  greenntea,  durian,  red velved,  black cokelat dan cokelat hazelnut.  Soal harga masih nyaman di kantonglah,  kisaran 65K sampai 68 ribu rupiah.

Setelah pemaparan dari Mas Yan selaku marcom Pinang Paleo,  dilanjutkan sesi icip - icip. Nah,  ini moment yang paling dinantikan.  Saat itu saya mengambil 5 potong cake Pinang Paleo,  wkwkwk maklum bumil.  Semua varian dirasa dan taraaaa..  Buat saya yang endes dilidah adalah varian durian.  Rasa duriannya lemer dilidah hmm nyammi. Lanjut dengan varian black cokelat,  lelehan cokelatnya benar - benar terasa.  Lanjut cheese,  red velved,  green tea dan huzelnut, pokoke cake pinang paleo benar-benar memanjakan lidah.

Cuma karena ini baru free lounching, jadi cake belum bisa dibeli untuk dibawa pulang.  Namanya emak - emak tetap saja pengen bawain buat bocil jadilah minta ke owner agak sepotong,  dua potong wkwkwk.
Eiit,  tunggu grand lounchingnya yaa di outlite pinang paleo pada tanggal 3 - 4 Maret 2018. Menghadirkan tiga artis ibukota, : Rizki Alatas,  Rama Michele dan Tomy Kurniawan. Sepuluh yang beruntung akan berkesempatan makan siang bareng mereka.  Pinang Paleo nantinya juga akan bagi-bagi voucher sebesar sepuluh ribu rupiah,  jadi kamu bakalan bisa membeli cake Pinang Paleo dengan menggunakan voucher pada hari tersebut.
Jangan lupa ya,  datang rame - rame pada tanggal tersebut, buat icip - icip cake kekinian buatan asli anak Tanjungpinang.

Images : www.hipwe.com
Sejak ditayangkan film Dilan di bioskop seluruh Indonesia pada 25 Januari 2018 lalu, demam Dilan pun masih berlangsung hingga kini, apalagi beberapa quotes dalam percakaan Dilan yang menjadi viral oleh pengguna sosial media. Dilan adalah sebuah film remaja dengan genre romansa cinta zaman SMU. Film ini adaptasi  dari sebuah Novel karya Piddi bercerita tentang kisah cintanya pada masa SMU tahun 1990 bersama seorang  gadis bernama Milea. Seketika itu juga film ini meraup jutaan penonton dengan latar belakang anak-anak remaja. Berbagai kemungkinan film ini begitu digemari oleh kaum remaja, dikarenakan pemeran utama adalah Iqbal Ramadhan mantan personil Coboy junior (CJR) yang walaupun kini para personil CJR memilih bersolo karier, namun Iqbal masih tetap menjadi favorit dikalangan remaja.
                Walaupun film ini bertema cinta ala anak remaja, namun film ini lebih  banyak di viralkan oleh emak-emak netizen pada akun sosial mereka.  Qoute Dilan tentang cinta yang membuat sesiapapun akan berbunga-bunga membacanya. Namun tidak bagi emak-emak. Quoete Dilan yang sangat viral adalah tentang Rindu. “JANGAN RINDU, BERAT, KAU TAK AKAN KUAT, BIAR AKU SAJA”.
                Tentulah qoute tersebut memunculkan beragam reaksi dikalangan emak-emak karena telah mencicipi asam garam kehidupan. Mereka menganggap Rindu dan jatuh cinta tidaklah seberat irama hidup yang mesti dijalani.

Seperti stutus saya beberapa waktu lalu

Dilan, yang bikin deg-degan bukan jatuh Cinta, tapi jatuh tempo”

Ada pula yang nulis begini “Dilan, kalo kata suami saya yang berat itu bukan kangen, yang berat itu kalo saya minta gendong” (Akun Yeptirani)

“Kata Dilan Rindu itu berat, jadi  biar dia saja, kalo Akuh sih rindu ada hibah lagi, bisa lolos lagi  biar biaya hidup tidak berat” (Akun Rina Indrayani)

“Kau tahu memendam rindu itu berat, Lebih berat lagi memendam ide status cantik KCS reborn” (Akun Malica Ahmad)

"Kata Dilan rindu itu berat.
Kata yang belajar buat blog, buat navigasi, pasang template, ngelihat kode html itu yang berat (Akun Dira Indira)

Dunia pernikahan sejatinya mengantarkan seseorang kepada kehidupan yang realistis dan nggak muluk-muluk. Seperti hidup tak boleh hanya bermodalkan Cinta, sebab motor butuh bensin, anak-anak butuh susu dan untuk membeli semuanya perlu uang itulah hidup yang realistis. Jadi perkara Rindu hanyalah hal kecil dalam fase kehidupan. Bagi yang memiliki tagihan setiap bulan yang bikin berat itu adalah jatuh tempo bukan jatuh cinta. Ada yang berharap terima beasisiwa agar hidup tidak terasa berat. Bagi penulis yang berat itu bukan rindu melainkan menjaga konsisten menulis dan mencari ide.Dan untuk saya saat ini yang berat itu buka rindu, akan operasi ceasar ke empat kalinya itu yang berat, sungguh berattt
Ya, semua orang khususnya emak-emak punya defenisi berat versi mereka sendiri. Perkara rindu adalah sekelumit hal kecil dalam fase kehidupan yang mesti dijalani.
Sekali lagi kukatakan, rindu tidaklah terlalu berat. yang  berat itu beban hidup yang mesti di tangngung pada zaman yang serba sulit begini.

Salam emak blogger
               
Sejak awal 2018, baru sekali saya posting tulisan diblog, beberapa kemungkinan menyebabkan ini terjadi diantaranya saya tak bisa berlama-lama duduk didepan laptop mengingat perut yang semakin membesar. Namun nyatanya tidak menuliskan sesuatu itu terasa menjenuhkan. Bukankah dulunya saya pernah mengatakan alasan menulis di blog prbadi adalah guna menjaga kewarasan. Hi hi hi
Apatah lagi dalam kondiri wahnan ‘ala wahnin begini, dimana segala aktivitas sudah mulai terasa sulit,di tambah dengan sulitnya tidur dimalam hari, kaki yang sering terasa nyeri setiap malam dan banyak, banyak, banyak lagi hak-hal rumit yang buat hati galau maksimal. Seorang teman difacebook menyarankan dengan memberi ide menulis seputar kehamilan. Benar juga ya, banyak kisah dalam proses hamil anak keempat yang memang harus saya tuliskan. Biarlah blog ini, untuk sementara waktu menjadi blog tempat saya ngeluarin unek-unek, jadi bagi yang baca jangan muntah yee xixixixixi.
Ini adalah kehamilan keempat saya alias anak keempat, jadi bisa dibilang cukup berpengalaman dengan kehamilan yang telah beberapa kali. Namun tetap saja, moment mengandung menjadi hal terberat bagi seorang Ibu. Apalagi usia kehamilan yang sudah menginjak 31 minggu, artinya dek bayi akan segera lounching dalam hitungan minggu. Perut yang semakin membesar, aktivitas sudah mulai terasa payah, tapi semua itu tetap harus dilalui dan dinikmati.
Hamil anak ke empat, dengan ini berarti kemungkinan besar saya harus menjalani operasi ceasar untuk keempat kalinya ditambah dua opearsi sebelumnya yaitu operasi usus buntu dan pengangkatan tumor jinak di kelenjar air susu. Walau telah beberapa kali masuk keruang operasi, tetap saja ada rasa worry membayangkan meja operasi, gunting, pisau dan jarum suntik. Namun semua itu memang tetap harus dihadapi dengan santai dan tenang.
Tidak banyak yang berani untuk hamil yang keempat kalinya dengan riwayat tiga kali ceasar. Biasanya DsOG, sering menyarankan steril atau tubektomi pada kehamilan ketiga. Tapi mendapat informasi beberapa teman yang telah suskes melahirkan dengan riwayat empat kali ceasar membuat saya juga semakin yakin bahwa itu akan baik-baik saja. Waktu kontrol sebulan yang lalu, saya bertemu dengan seorang Ibu berumur 39 tahun dengan usia kandungan 8 bulan. Riwayatnya juga sama akan menjalani ceasar untuk keempat kalinya. Namun bedanya anak ketiga si ibu ini baru berusia satu setengah tahun, dan anak pertamanya juga masih berumur enam tahun.
Wajahnya memang tampak lesu, wajar wahaj ibu-ibu hamil, mendengar  dekatnya jarak antara anak ketiga  dan anak keempat si ibu tersebut, membuat wory saya selama ini tentang rahim yang pecah, pendarahan sedikit berkurang. Hal ini lantaran anak ketiga saya Bulan Maret ini akan genap 5 tahun. Alhamdulillah menjelang memasuki bulan kedelapan masa kehamilan, kondisi saya baik-baik saja. Segala kekhawatiran diawal kehamilan seperti yang diucapkan dokter seperti pecah rahim, pendarahan, keguguran, prematur belum terbukti.  Sebulan lagi, jika baby siap dilahirkan semoag semuanya akan berjalan baik-baik saja. Tetap berpikiran positif itu kuncinya.

Gambar : pixabay