DEADLINE  25 November 2017

Setiap wanita pasti ingin kelihatan cantik dan menarik, maka tak heran banyak yang berlomba-lomba melakukan perawatan, khususnya perawatan pada wajah. Berbagai cara dilakukan, dari yang alami hingga racikan. Dari yang murah hingga yang mahal pun sanggup di lakukan asal yang namanya wajah kelihatan cantik dan menarik. Namun apa jadinya jika ternyata produk yang digunakan mengandung zat-zat berbahaya, tidak aman bagi ibu hamil bahkan tidak terjamin kehalalannya.  Makanya kita perlu cermat memilih produk parawatan apa yang aman dan terjami kehalalannya.

Zalfa Miracle hadir untuk menjawab kegalauan kaum wanita terhadap produk kecantikan yang tidak aman. Zalfa Miracle merupakan salah satu brand produk Skin Care lokal yang hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia sejak Februari 2013 serta mengusung konsep Alami, Aman, dan Halal.

Zalfa Miracle bekerja sama dengan @Joeragan Artikel mengadakan lomba blogging “Zalfa Miracle” dengan ketentuan :

  1. Peserta bebas menggunakan platform blog apapun
  2. Lomba di peruntukkan khusus Alumni @Joeragan Artikel
  3.  Lomba berupa postingan artikel review produk Zalfa Miracle minimal 300 kata.
  4. Peserta wajib mereview minimal 3 (tiga) produk Zalfa berupa : lightening series, anti aging serum dan kakadu plum serum
  5. Info seputar produk zalfa bisa dilihat Disini, facebook https://www.facebook.com/ZalfaCosmetics dan instagram.@zalfamiracle
  6. Lomba berlangsung selama dua minggu (13 – 25 November 2017)
  7. Penjurian berlangsung 26 November s/d 30 Desember 2017 dan pengumuman pemenang pada tanggal 1 Januari 2018
  8. Artikel lomba blogging zalfa miracle wajib di share facebook dengan hastag #lombabloggingzalfamiracle dan tag akun facebook Rahayu Asda Putri.
  9.  Peserta wajib mengisi formulir https://goo.gl/forms/ZkD4iStqzS5NnfGi2
  10. Satu orang yang beruntung akan mendapatkan Logam Mulia seberat 1 Gram dan pemenang kedua dan ketiga akan mendapatkan sovenir Indblack 

Lomba blog ini di selengarakan oleh : @Joeragan Artikel bekerjasama denga Zalfa Miracle

Informasi file Zalfa bisa di lihat disini

dokumen pribadi
Dua hari lalu, saya menghadiri pernikahan anak dari seorang teman yang saya kenal sejak beberapa tahun lalu. Ummi begitu sapaan akrab beliau menikahkan putrinya seorang penghapal Qur’an dengan laki-laki sederhana. Mereka berjodoh tanpa melalui proses pacaran apalagi moment sesi prawedding. Karena tanggung jawab seorang ayahlah yang harus mencarikan laki-laki sholeh sebagai imam untuk putrinya. Awal perkenalan adalah ketika sang ayah pergi keluar dakwah selama 40 hari bersama beberapa orang termasuk seorang pemuda yang lurus hati. Melihat interkasi, mualamah dan akhlak selama keluar dakwah, sang ayahpun  jatuh hati dan berniat menikahkan putrinya dengan pemuda tersebut. Gayungpun bersambut, tawaran itu diterima dengan tangan terbuka oleh keluarga laki-laki Mereka hanya bertemu dua kali saat ta’aruf dan ketika pengarahan di kantor urusan agama.
Undangan tersebut sengaja diantarkan langsung kerumah oleh umi dan putrinya, disamping silaturahmi karena kami juga telah lama tidak bertemu. Biasanya saya jarang sekali menghadiri undangan penikahan, kecuali jika bukan kerabat dekat, ataupun tetangga sekitar. Memang dalam Islam kita diwajibkan memenuhi undangan, namun ada ada beberapa syarat yang mesti dipenuhi jika dalam acara walimatur ursy tersebut diantaranya  tidak terdapat kemungkaran seperti : musik dan joget, minuman khamr, tidak menutup aurat. Jika dalam hal ini kita tidak mampu mengubahnya maka kewajiban memenuhi undangan gugur, begitu mayorotis pendapat ulama. Namun, jika pun saya harus menghadiri undang tersebut. Maka saya lebih memilih datang pada acara ijab qabul atau di sore hari setelah musik-musik di hentikan. Pada undangan kali ini saya memang sudah ngingatin suami jauh – jauh hari untuk mengantarkan saya datang ke resepsi walmatur ursy ini.
Gerimis di siang hari  kami tempuh agar bisa menghadiri undangan tersebut. Seumur hidup saya baru kali ini saya menghadiri undangan walimatur ursy yang islamy, dimana hanya lantunan shalawat yang mengiringi acara ini. Sang mempelai wanta menutup aurat dengan menggunakan cadar dan duduk di dalam rumah untuk menerima tamu wanita, sementara mempelai laki-laki bersorban dan bergamis putih duduk di depan rumah didampingi ayah dan ayah mertuanya untuk menerima tamu laki-laki. Sehingga tiada bersentuhan antara lak-laki dan perempuan. Tamu undangan juga dipisah. Untuk tamu undangan wanita disediakan ruangan khusus yang tertutup untuk bersantap hidangan, sementara tamu laki-laki tetap disediakan tenda di luar.
               
Pernikahannya sedehana namun terasa keberkahan didalamnya. Rasululah menganjurkan untuk mengadakan waliamtur ury walaupun hanya dengan seokor kambing. Ya pesta pernikahan atau walimatur ursy tetap mesti dilaksanakan, walaupun dalam kesederhanaan. Namun fenomena yang terjadi di masyarakat kita terkadang niat mulia pernikahan dirusak oleh acara-acara hiburan yang tidak bermanfaat. Bahkan tidak jarang mengundang biudan untuk bernyanyi dan berjoget hingga malam hari. Saya teringat betul ketika kuliah, setiap ada acara pernikahan pasti ada orgen dengan loadspekers yang keras. Terkadang suara nyanyian orgen tunggal hingga sampai tengah malam. Tentulah sangat menggangu tetangga sekitar, termasuk kami anak-anak kost yang hendak belajar.
Kemudian pengantin yang bersanding seharian dengan makeup yang tebal. Tak jarang perias pengantin memaksa pengantin perempuan untuk mencukur alis yang jelas-jelas perbuatan itu di laknat. Senior saya dikampus, saya lihat sendiri beliau menangis selama acara resepsi karena di larang sholat oleh perias pengantin, di bujuk – bujuk oleh ibunya, karena jika sholat tentulah make up tebal itu akan luntur dan harus di rias ulang. Adapula mereka yang menjamak sholatnya, karena kesibukan mengurus tamu undangan dan resepsi. Fenomena yang menggelitik namun juga mengiris hati.
                Tak banyak orang yang bisa berbuat sepert itu dengan melaksanakn pesta pernikahan secara islamy. Terkadang mereka yang sudah faham dengan syariat namun terhalang dengan keinginan orang tua untuk mengadakan pesta pernikahan yang mewah dengan mengundang banyak orang juga ada hiburan sebagai suguhan. Tak jarang berhutang hanya karena khawatir dengan apa yang dikatakan orang.

                Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dikemudian hari, karena jika saat ini kita telah menjadi orang tua dan suatu saat akan menikahkan anak-anak kita. Adakanlah pernikahan sesuai dengan apa yang telah disyariatkan guna menjadi contoh di tengah masyarakat. Sebab sesuatu itu tidak akan berubah jika tidak di mulai dari diri sendiri.
Flayer @Joeragan Artikel
Pernahkah kamu berada dalam masa stagnan, dimana bumi serasa berhenti berputar. Jenuh dengan rutinitas yang monoton dan  kamu merasa  bukan menjadi dirimu sendiri. Itu yang saya rasakan bertahun lalu, impian menjadi seorang penulis seolah terkubur bersama waktu. Sebelas tahun lalu dimana saya masih berstatus seorang mahasiswa  dengan idealisme dan pemikiran cemerlang. Aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa Institut menjabat kepala biro Kesektariatan, sebagai tim redaksi Tabloid Fatih milik UKM KSI Ulil Alab serta Sekretaris Jaringan Muslimah Daerah FSLDK (Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus).
                Keinginan menjadi penulis mantap ketika pada semester tiga saya mengikuti pelatihan Jurnalistik yang diadakan oleh UKM KSI Ulil Albab. Training luar biasa yang mulai mengubah cita-cita saya yang saat itu sedang mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab di Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang.  Menulis memang bukanlah sebuah bakat, namun pembiasaan yang terus berulang.  Kegalauan suka duka selama tiga tahun tinggal di asrama putri MAPK Koto Baru Padang Panjang saya luahkan dalam bentuk catatan harian. Tak ada teman bercerita kala itu, hanya diary teman pelipur lara, pengobat rindu keluarga yang jauh disebrang.
                Kebiasaan menulis, mengantarkan saya hingga rutin hadir dalam diskusi mingguan diTaman Budaya Forum Lingkar Pena Sumatera Barat. Oleh para senior di FLP kami dimotivasi terus untuk bisa mengirimkan tulisan ke koran dan majalah, hingga cerpen saya pernah terbit di harian Serambi Minang, Majalah tasbih dan Majalah Remaja Hanif.
                Namun, semuanya berubah ketika saya selesai wisuda dan pulang kembali ke Tanjungpinang. Saya yang lama dirantau  (Padang), tak banyak mengenal kawan di Tanjungpinang,  ahh karena masih penulis amatiran masih perlu mentor dan komunitas, juga ketiadaan media sosial seperti sekarang. Hingga akhirnya saya menikah dan punya anak. Rutinitas  mengurus rumah tangga apalagi saya baru menjadi seorang Ibu membuat waktu saya habis untuk mengurus keperluan anak.  Kemudian saya diterima mengajar di SMP IT Al Madinah sebagai guru bidang studi bahasa arab. Saya kira dengan mengajar saya telah menemukan dunia saya, namun nyata tidak.  Bahkan saya pernah dibuat menangis akibat ulah anak didik.
                Tidak berapa lama, saya mengundurkan diri, karena pihak sekolah mengharuskan semua guru untuk mengajar full time hingga jam 5 sore. Kemudian saya nekad membuka playgroup, taman kanak-kanak dan bimbingan belajar.  Namun hanya berjalan beberapa tahun kemudian tutup. Saya tidak  mampu mengelola secara maksimal, karena saya merasa itu bukan dunia yang selama ini saya cari. Hingga di awal tahun 2017, ketika  junior saya di kampus mengajak untuk mengikiti traning gampang nulis artikel secara online oleh joeragan artikel.
                Saya langsung mengiyakan ajakan tersebut. Memulai kembali belajar cara menulis artikel yang dengan benar. Sejak mengikuti training pertama di joeragan artikel, saya mulai banyak mendapat pertemanan dengan para wanita luar biasa yang memilih berkarya dari rumah. Mereka punya semangat  yang patut di acungkan jempol, tak boleh ada kata ‘NANTI, TAPI dan MALU’ jika ingin maju. Benarr semua orang bisa menulis dan menulis itu gampang, namun yang sulit itu adalah menjaga konsistensi untuk terus menulis, karena skil menulis harus terus di asah.
Pada Training Gampang Nulis Artikel, kita tak hanya dibiarkan menulis sendiri, ada PJ yang baik hati yang akan mengoreksi tulisan peserta. Kemudian menyusul training  jebol media dan status cantik. Saya sangat terkesan dengan training status cantik, saya yang dulunya adalah orang yang tidak percaya diri untuk membuat status di facebook, dengan mengikuti training ini, mau tidak mau kita di wajibkan untuk menulis status dan di bimbing selama satu bulan.  Lambat lain semakin terbiasa menulis status kehal-hal yang postif.
                Jadi, jika ada yang bertanya, bagaimana mekanisme training di  Joeragan Artikel ini. Pertama yang mau saya katakan adalah, biaya untuk satu training masih terjangkau. Lho kok bayar, nama nya menambah ilmu nggak ada yang gratis ya guys. Kemudian, kita yang sebagai IRT apa nggak rempong ikutan training. Nah, justru itu kelebihan dari training online, kita bisa nyimak materi sambil tidur – tiduran, bahkan maska juga bisa. Bagaimana bisa? Training di adakan di grub facebook. Peserta yang telah registrasi akan di masukkan kegrub, ketika jadwal di mulai, mentor mulai memberikan materi dengan slide dan peserta training bisa bertanya dikolom komentar.  Walaupun ketinggalan kelas waktu itu, kita masih tetap bisa membaca isi materi lewat slide dan jika ada yang ingin ditanyakan tinggal  tag mentor saja.

                Dalam training menulis, yang paling dibutuhkan adalah praktek. Makanya setelah materi selesai mantor langsung memberikan tugas. Kemudian dalam pengerjaan tugas peserta tidak dibiarkan sendiri lho, ada PJ  yang akan mendampingi. Banyak teman yang bertanya, bagaimana bisa menulis, atau minta diajarkan menulis. Menuli situ gampang, tulis saja apa yang ada di pikiran, yang tidak mudah adalah melatih diri agar terus menulis. Yess saya mulai semangat nulis sejak ikutan training di Joeragan Artikel. Hayuuuuk yang pengen konsisten lagi menulisnya, berteman dengan para emak luar biasa karena enegri positif itu menyebar mari ikutan training di joeragan artikel.   Sejak saat itu dan saya mulai benahi blog saya yang berdebu dan mulai kembali untuk konsisten menulis. Bagi saua dengan menulis saya merasa hidup kembali.
Blogwalking dan meninggaklan komentar sudah makan sehari-harinya para blogger. Hal itu di lakukan bukan tanpa alasan maupun kurang kerjaan. Blogwalking dan meninggalkan komentar merupakan salah satu teknik untuk meningkatkan optimasi dan performa SEO pada website kita. Dengan meninggalkan komentar di blog orang atau blog yang berkualitas berarti seorang blogger telah menyematkan/menanamkan link blognya pada berbagai blog sehingga link blognya menjadi familiar dan mudah terindex oleh mesin pencari yaitu  SERP.
Namun komentar yang bagaimana yang sesuai SEO itu. Rupanya, dalam berkomentar kita tidak boleh asal berkomentar, seperti mendekor cake hias butuh ketrampilan khusus  begitu juga dalam berkomentar dalam bloging perlu seni agar bloging tak  jadi garing. Walaupun berkomentar di blog terkesan sepele, bisa saja kita tidak membaca isi artikel tersebut karena mementingkan komentar sehingga kita pun berkomentar seadanya. Berikut cara berkomentar blog  yang benar :
Pertama, Berkomentarlah dengan komentar yang relevan. Mengapa harus relevan. Algoritma google sekarang sudah canggih. Algoritma itu sendiri mengcrawl dan berselancar didunia maya mencari jenis konten, backlink dan sebaginya. Maka berkomentarlah dengan komentar relevan yaitu dengan membaca isi artikel tersebut, mengulasnya minimal tiga kalimat. Hindari berkomentar secara singkat dengan kalimat “Thank ya infonya” dan sebagainya karena komentar di anggap tidak relevan dan juga di anggap spam oleh Google. Tentu saja usaha anda untuk rajin berkomentar di blog orang lain akan sia-sia.
Kedua,  Gunakan teknk backlink yang benar. Maksud disini adalah ketika anda berkomentar. Maka pada blog bawaan blogspot, maka anda mesti mengisi kolom Name/Url. Dengan begitu kita telah menyematkan link blog kita kedalam blog orang lain. Sementara blog bawaan wordprees anda tinggal mengisi kolom Nama, email dan URL Blog anda.
Ketiga, Komentar yang singkat dan tidak relevam akan di anggap spam oleh google, juga blogger yang meninggalkan link hidup juga akan di anggap spam oleh sebab itu disarankan bagi pengguna blog untuk mederisasi blognya agar bisa memilah dan memilih komentar mana yang layak untuk di tampilkan. Kemudian, jika anda tidak menyetel mederisasi blog, anda cukup menghapus komentar singkat yang  di anggap spam karena itu akan berbahaya bagi blog anda. ]
Selamat mencoba, semoga artikel ini bermanfaat.



Photo : Pixabay



IG @nanamortier
Menjadi wanita karier adalah impian bagi semua wanita. Berblazer rapi setiap pagi menuju kantor dan berjibaku dengan pekerjaan dan rutinitas kantor tentu suatu yang menyenangkan.. Terlebih lagi pekerjaan itu sesuai dengan passion serta sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki. Namun nyatanya, kenyataan selalu tak sesuai harapan. Idealisme masa muda terbentur dengan realita. Kodratnya kenyamanan seorang Ibu adalah ketika berada dekat dengan  sibuah hati.
                Seperti yang di alami Molina Sari atau yang lebih dikenal sebagai Nana Mortier.Bukan hal yang mudah memutuskan untuk risegn  dari pekerjaan, setelah enam tahun bekerja di Bank Syariah Mandiri cabang Pekanbaru dengan jabatan terakhir sebagai Kepala KLS Kantor Layanan Syariah. Saat itu putri kedua yang lagi berusia 11 bulan tengah  berjuang melawan penyakit muntaber dan dirawat dirumah sakit selama 6 hari. Naluri sebagai seorang ibu yang membuatnya mengambil keputusan untuk berhenti dari pekerjaan yang sangat menjanjikan. Setelah risegn kemudian beliau mengikuti suami yang bekerja pada bank pemerintah dan di tempatkan di pulau Daboo Singkep, salah satu Kabupaten di provinsi Kepulauan Riau.
               
Koleksi Foto @Nana Mortier

Tinggal di pulau dengan minimnya  akses transportasi lantas tak membuat Nana Mortier patah arang. Melalui bisnis Suplemen Kesehatan herbalife yang telah dirintisnya saat masih bekerja, beliau masih tetap menjalankan usahanya sehingga berkesempatan mengunjungi Macau dan Thailand. Tahun 2015 sang suami dipindah tugaskan ke Kota Tanjungpinang dan kedua putrinya sudah mulai sekolah di SD IT As Sakinah. Sebagai seorang Ibu rumah tangga, Kak Nana begitu sapaan akrabnya, rutin membuat menu bekal sekolah  serta cemilan lain kemudian di unggah di facebook dan instagram.  Kreasi bekal sekolah dan cemilan yang unik dipadu dengan teknik pengambilan foto yang tepat mengundang setiap mata yang melihat ingin menikmati cemilan tersebut. Hingga order cemilan mulai berdatangan.
Kolek foto Endors IG @Nana Mortier
                Peluang itupun di sambut baik oleh Alumni Sastra Ingris Universitas Andalas ini dengan tekun mempelajari resep-resep yang diserching dari internet dan mempraktekannya. Mulai banyak yang mengorder cake hias, brownies panggang dan cake napoleon. Namun tidak hanya itu saja, perempuan yang memiliki hobi Photografi ini dengan kemampuan dalam pengambilan anggel foto yang tepat, membuat kak Nana ini kebanjiran endors untuk berbagai macam produk dan telah menjuarai lomba foto yang diadakan komunitas Photogarfi Kota Batam.
               
            Disamping aneka cake, cemilan rutin yang setiap hari dibuat untuk dijualkan disekolah anak-anaknya adalah DingDot atau puding sedot. Kedua putrinyapun juga dengan senang hati, tanpa rasa gengsi menjualkan dingdot ini kepada teman-teman dan guru disekolah. Beliau menyadari akan banyak manfaat anak diajari berjualan sedari dini diantaranya : melatih kemandirian, berhitung dan kemampuan komunikasi untuk melobi pembeli. Banyak kesan yang saya tangkap dari perempuan berusia 38 tahun ini, bahwa jika melakukan sesuatu harus tekun jangan setengah hati, ilmu bisa dicari dimana saja, namun yang sulit adalah menjaga ketekunan.
                Adalah sebuah anggapan yang salah jika ada yang mengatakan buat apa perempuan sekolah tinggi karena pada akhirnya akan mengurusi dapur. Yess, perempuan memang nantinya bakal ngurusin dapur, tetapi tetap harus mengeyam pendiidikan setinggi-tingginya, bukan untuk mengejar karier  selangit, karena dengan pendidikan yang dimiliki dia akan menjadi madrasah bagi anak-anaknya serta tetap produktif walaupun hanya dari rumah karena perempuan butuh yang namanya aktualisasi diri. Jika ingin melihat koleksi fhoto dari kak Nana ini dan berminat untuk endors bisa cek di IG nya @nanamortier



Sepuluh tahun lalu, di akhir tahun 2006 saat saya lagi frustasi lantaran proposal skripsi yang selalu ditolak dosen pembimbing. Ada pesan masuk di handphone, yang memberitahukan bahwa saya naskah saya lolos seleksi panitia dan saya berkesempatan untuk mengikuti Workshop Kepenulisan Sastra selama 4  hari 3 malam di INS Kayu Tanam Kabupaten Pariaman. Workshop ini diadakan oleh DKSB (Dewan Kesenian Sumatera Barat). Dari kampus ada beberapa orang yang mengirimi naskah dan hanya naskah saya sendiri yang lulus seleksi, naskah  yang saya kirim adalah naskah cerpan yang berjudul Laki-laki itu.

Seingat saya ada sekitar 40 peserta yang mengikuti kegiatan ini dari berbagai kampus. Saya waktu itu sekamar dengan seorang sarjana kedokteran yang lagi Koas, dia jago  membuat puisi, namanya siska. Karena kegiatan ini diadakan oleh DKSB maka akan lebih banyak unsur sastra didalam tulisan. Para mentor adalah para penulis ternama Sumatera Barat : Gus Tf Sakai, Abel Tasman, Esa Tegar dan lainnya saya tak ingat lagi. Nama Gus Tf Sakai, pertama kali saya kenal ketika membaca Novel Golagong  Balada Si Roy, Gola Gong pernah mengutip sklumit ungkapan Gus Tf Sakai  yang berbuyi Masa depan selalu menjanjikan harapan. Sebab Tuhan senantiasa menaburkan kebahagiaan. Jika kenyataan tida seperti yang kita inginkan”,  saya masih ingat hingga kini, sebab ketika membaca langsung saya tulis. Tak menyangka Novel yang saya baca zaman SMU, di akhir masa perkuliahan saya berguru dengan penulis ungkapan tersebut. Gus Tf Sakai lebih dikenal dengan novel remaja berjudul “Segi Empat Patah Sisi” juga cerpenya menghiasai Majalah Sastra Harison, bersama Esa Tegar dengan puisi sastranya.

Dalam tulisan ini saya tidak akan mengulas tentang Workshop ini, karena banyak yang sudah lupa, namun masih ada beberapa hal yang masih saya ingat. Waktu itu kami di bagi kedalam dua kelompak. Kelompok cerpen dan kelompok Puisi. Seperti pelatihan kepenulisan pada umumnyam tidak banyak teori namun langsung praktek menulis. Saya masuk dalam kelompok cerpen yang langsung di mentori Gus Tf Sakai, sistem belajarnya membuat lingkaran dan kami duduk di taman-taman. Gus tf Sakai mengoreksi tulisan kami dan memberi masukan dengan kalimat yang tepat. Ada satu hal yang hingga saat ini masih saya ingat. Para mentor mengatakan, penulis saat ini menulis hanya untuk memenuhi kebutuhan penerbit yang mengikuti selera pasar. Sehingga unsur – unsur sastra ditiadakan. Maka tidak heran jika setahun dua tahun, nama mereka akan mudah dilupakan. Tak jarang hanya karena ingin memengikuti selera pasar, penulis akhirnya mengesampingkan idealismenya.

Pesan mentor waktu  itu,  menulislah dari hati, seperti Buya Hamka, Sultan Takdir Aliusyahbana, NH Dini mereka menulis sesuai sastra hingga kini nama mereka tak hilang ditelan zaman.

Photo : Pixabay