Showing posts with label liputan. Show all posts
Showing posts with label liputan. Show all posts

     Siapa bilang duduk diam dirumah tak bisa melakukan apa-apa ? Sebagai emak rempong dengan empat orang anak Saya memang bisa dikatakan jarang sekali untuk keluar rumah. Tepatnya setelah melahirkan, dan punya anak empat dan semuanya masih unyu-unyu. Beda dengan beberapa blogger, yang memang bisa menghadiri undangan liputan. Tapi namanya rezeki enggak kemana, berkah dari networking, selain nambah silaturahmi juga memperluas peluang rezeki. Oleh owner Joragan Artikel (Ummi Aleya) yang memberi kesempatan Pasukan Blogger Joeragan Artikel buat meliput prosesi wisuda STT Bandung secara offline dan Online. Alhamdullah, nama Saya masuk dalam daftar 20 orang yang berkesempatan meliput prosesi wisuda secara online.

Sebelumnya kita kenalan dulu yuks dengan STT Bandung. 

       
gambar : https://sttbandung.ac.id
          Sekolah Tinggi Teknologi Bandung atau yang disingkat STTB/STT Bandung berdiri tanggal 05 Oktober 1991 dengan Nomor SK Dirjen DIKTI No: 197/DIKTI/Kep/1992. Jurusan yang dibuka waktu itu adalah Teknik Industri  untuk jenjang S1 dengan kampusnya terletak di Jalan Kartini no. 10 Bandung Jawa barat. Setelah 27 tahun berdiri kini  STT Bandung memiliki tiga program studi yaitu : Teknik Industri, Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual. Kampus STT Bandung telah memiliki gedung sendiri yang terletak di Jalan Soekarno Hatta No. 378 Bandung Jawab Barat.

      STT Bandung didrikan dengan tujuan menghasilkan sarjana yang kompeten dibidangnya dan mampu menghadapi tantangan global, mampu memanfaatkan berbagai peluang yang ada di sekelilingnya, dan memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi dengan harapan dapat menjadi seorang pengusaha sukses serta dapat menciptakan kesempatan kerja bagi lingkungannya. Kampus yang mendapat akreditasi B ini telah berhasil menerapkan pola dan metode yang tepat kepada lebih dari 400 lulusan sehingga dapat diserap oleh berbagai perusahaan, industri maupun wirausaha dan lulusannya juga banyak yang menempati posisi penting di berbagai instansi dan perusahaan. 

Wisuda ke XIII Sekolah Tinggi  Teknologi Bandung (STTB)

       

      Adanya internet membuat akses informasi menjadi mudah ya. Liputan prosesi wisuda bisa didapat secara live di Instastory STT Bandung. Tepatnya hari Sabtu, tanggal 8 Desember 2018 Sekolah Tinggi Teknik Bandung atau STT Bandung, menggelar prosesi wisuda XIII untuk program Sarjana S1 yang bertempat di Hotel Harris and Convention Festival Citylink Bandung. Dalam kata sambutannya Ketua STT Bandung, Bapak Muchammad Naseer, S. Kom, MT, ada 183 orang yang diwisuda yang terdiri dari 106 orang Sarjana Teknik Industri dan 77 orang Sarjana teknik Informatika dan hingga kini STT Bandung telah berhasil meluluskan 1.355 Sarjana. Disamping itu STT Bandung juga memiliki dosen sebanyak 106 orang dan 96% adalah lulusan S2, kemudian menargetkan tahun 2019 70% dosen adalah lulusan S3. Bapak Muchammad Naseer, S. kom, MT juga mengatakan dalam sambutannya bahwa tahun 2022 STT Bandung  Go University.
          Pada acara wisuda ini juga disampaikan nama-nama wisuda terbaik, dan skripsi terbaik serta kata pesan dan kesan dari perwakilan wisudawan oleh Tina Sri Handayani Mahasiswa Teknik Informatika, seorang mahasiswi difabel dan berprestasi yang berhasil meraih tiga Medali, yaitu Medali Emas pada cabang olah raga lari 200m, Medali Perak pada cabang olah raga lompat jauh dan medali perungu pada cabang oleh raga lari 100 m, pada event Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDE) V 2018 yangh diselengarakan di Stadion Pakan Sari Cibinong Bogor.
    Di akhir prosesi wisuda, penandatanganan MOU kesepakanatn dengan : Universitas Nasional PASIM, Bank Sampah Bersinar, PT POS Indonesia, PT. SIU, CMYK, dan Hungci TAIWAN. Yang menarik dari penandatanganan kesepakatan dengan BSB adalah mulai tahun 2018 biaya kuliah dapat dibayarkan dengan tabungan sampah. Tak banyak kampus yang nerapkan hal serupa, disaat sebagian besar masyarakat kita mengalami kesulitan ekonomi dan terkendala melanjutkan perkuliahan, STT Bandung memberikan solusi agar generasi muda indonesia bisa mencicipi pendidikan yang layak.
Bravo STT Bandung.
Selamat dan sukses buat wisudawan dan wisudawati, giatlah berkayra ditengah-tengah masyarakat.


       




Revolusi Industri 4.0 telah didepan mata, terlebih ketika Bapak Presiden Jokowi meresmikan peta jalan atau roadmap yang disebut MAKINGINDONESIA 4.0.  revolusi Industri Generasi keempat diperkenalkan oleh Profesor Klaus Schwab, seorang ekonom asal Jerman, yang menulis buku The Fourth Industrial Revolution, bahwa konsep itu telah mengubah hidup dan kerja manusia (sumber : Detiknet )
Hingga saat ini ada 4 tahapan revolusi indiustri yaitu : Revolusi Industri pertama pada abad ke-18 dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt, hal itu membuka peluang besar-besaran bidang lainnya seperti pertanian, manufaktur, pertambangan, dan transportasi. Penemuan mesin Uap sebagai pertanda akan kemudahan aktivitas manusia dapat ditolong dengan aktivitas mesin.
Revolusi Insdustri kedua pada abad ke – 18 dengan ditemukannya listrik dan alat telekomunikasi. Kemudian disusul revolusi industry ketiga setelah perang dunia kedua, dimana manusia membutuhkan percepatan kerja seperti ditemukannya computer, telpon seluler pada abad -20 yang dikenal dengan revolusi teknologi. Sekarang kita sedang hidup pada era revolusi industri 4.0 dengan ditemukannya  internet. Fungsi internet saat ini tidak hanya sebagai mesin pencari tapi segala aktivitas manusia sebagian besar memerlukan internet.

             Sabtu,  1 September 2018, Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STT) Bandung, mengadakan seminar Nasional Telekomunikasi dan Informatika (SELISIK 2018). Acara yang digelar setiap tahun ini mengangkat tema Menyiapkan Sumber daya Manusia Untuk Menghadapi Industri 4.0 dengan hastag #MAKINGINDOENSIA 4.0. Seminar ini  bertempat di Haris Convention Festival Citylink Bandung, Alhamdulilah saya berkesempatan meliput acara ini secara online dengan menonton live di Instagram STT Bandung. Adapun sebagai keynote speakers dalams seminar ini adalah Bapak Ir. Priyantono Rudito M.Bus Ph.D Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia Kementrian Pariwisata dan Bapak Prof M. Suyanto Rektor Amikom Yogyakarta.

Seperti pada random acara yang mundur 30 menit dari jadwal yang ditentukan, Seminar SELISIK 2018 dibuka dengan mendengarkan kumandang lagu Indonesia Raya disusul dengan Persembahan Tari dari Unit Kegiatan Mahasiswa Tari Rampak Kendang dan Angklung  STT Bandung. Selanjutnya Laporan Ketua Panitia Seminar Nasional Telekomunikasi & Informatika SELISIK 2018 oleh Ibu Harya Gusdevi, S.Kom., M.Kom. Kata Sambutan dari Ketua STT Bandung Bapak Muchamaad Naseer, S.Kom, MT. Kata Sambutan Ketua APTIKOM JABAR Bapak Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp,. M.Si, M.Kom. Dan Kata Sambutan sekaligus membuka Seminar Nasional Telekomunikasi & Informatika SELISIK 2018 Oleh Kepala LLDIKTI Wilayah Iv, Bapak Prof. Usman Seherman AS, M.Pd. Setelah itu dilakukan penandatanganan MoU IndoCEISS dan NERIS dengan Perguruan Tinggi yang tergabung di IndoCEISS dan NERIS sebagai wujud kerjasama berkelanjutan.
      Kemudian dilanjutkan dengan pemberian cendramata dan pengumuman pemenang lomba SELISIK 2018 dengan kategori diantaranya: Games, Animasi dan Aplikasi. Setelah coffe Break masuk kepada acara inti dengan keynote spekears pertama Bapak Ir. Priyantono Rudito M.Bus Ph.D Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia Kementrian Pariwisata, dengan mengangkat topik Menyiapkan Sumber Daya Manusia Untuk Menghadapi Industry 4.0 dengan mengembangkan Digital Mastery. Dengan mengembangkan konsep 3 C : Context, Concept dan Content.

Revolusi Industri 4.0 nyatanya berkembang pesat dengan kacanggihan teknologi orang bisa mengakses internet kapan saja dan dimana saja.  Semua layanan dengan mudah didapatkan menyesuaikan dengan kebutuhan kita. Ditambah lagi dengan sosial media menjadikan akses informasi semakin mudah. Segala aplikasi di buat menyesuaikan kebutuhan, maka jangan kaget jika nanti kita bisa menikmati self delivery packages seperti yang digagas oleh VEHO Technologies dengan platform yang memungkinkan siapa saja bisa mengantar paket kirimannya sendiri dengan kendaraannya sendiri.
Kemudian layanan kesehatan, yang awalnya orang berobat dengan datang dan antri di Rumah Sakit, namun Revolusi Indistri 4.0 menghadirkan aplikasi “halo doc”  yang dikembangkan oleh VALIDIC. Sehingga adanya aplikasi tersebut memberikan berbagai kemudahan diantaranya bebas antrian, proses administrasi yang cepat sehingga bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Contoh lain adalah Dronebella (payung drone), digital fortex dan lainnya yang kesemuanya teknologi itu sangat memanjakan manusia.
         Percepatan revolusi industry 4.0 diluar perkiraan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang berkuliatas. Seperti pesan Bapak Ir. Priyantono Rudito M.Bus Ph.D : 
Untuk menghadapi Industri 4.0, aspek utama yang harus segera disiapkan adalah Human Capital (SDM) Secara khusus, penyiapan Human Capital dilakukan dengan mengembangkan Digital Mastery (Digital Leadership dan Digital Capability) Pendekatan membangun Digital Mastery dengan pendekatan TRILOGI:
1.Experiential Learning
2.Coaching
3.Unlocking from Within

Implementasi trilogy memerlukan kolaborasi antar Generasi Untuk mengakselerasi dan mencapai hasil yang maksimal, perlu di bentuk Spirit Quadrant ke-9
Quadrant-9 Spirit “Hidup terlalu berharga untuk dilalui tanpa karya besar bagi sesama” (Priyantono Rudito, 2018)
Materi kedua adalah pemaparan HUMAN CAPITAL : Develomant In Industrial 4.0. Oleh Bapak Prof. M. Suyanto Rektor Amikom Yogyakarta. Human Capital Development in Industrial 4.0: AMIKOM University Experience. Pada sesi kedua diawali dengan pemutaran film animasi Ajisaka. Bapak Prof M. Suyanto memiliki banyak pengalaman dan prestasi diantaranya : beliau suskes dalam pembuatan film animasi Battle of Surabaya. Film animasi ini berhasil mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional.
Beliau menjelaskan bahwa generasi 4.0 sumber daya manuisa akan terbagi dalam empat bagian :  Professional, Entrepreneur, Sciencetist & Artist.  Selanjutnya Revolusi Industri 4.0 mengharuskan kita untuk memperluas jaringan atau network dan inovasi adalah hal yang sangat diperlukan.
Era revolusi insdustry 4.0 telah dimulai perkembangannya sangat pesat. Oleh sebab itu diperlukan SDM yang tangguh, kreatif dan inovatif agar bisa bersaing secara global. Saya ingat perkataan seorang pemateri dalam kuliah whatapss “Dalam dunia digital, yang di perlukan adalah berubah, jika tidak berubah maka akan punah”