Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Parenting

Untuk Si Kecil Di Atas 12 Bulan, Cobalah Resep Bubur Kacang Hijau Unik Ini!

Untuk Si Kecil Di Atas 12 Bulan, Cobalah Resep Bubur Kacang Hijau Unik Murah namun penuh nutrisi. Kalimat tersebut rasanya tepat sekali untuk menggambarkan kacang hijau. Ya, salah satu jenis kacang-kacangan ini memang bisa dengan mudah ditemukan di Indonesia dengan harga  yang terjangkau. Meski demikian, ada banyak sekali manfaat yang terkandung didalam kacang hijau ini, terutama untuk bayi.Sejak usia 6 bulan di manasi kecil mulai mendapatkan MPASI, boleh sekal imenyertakan bubur kacang hijau di dalam menu MPASInya. Tapi tentu saja Anda harus memastikan bahwa tak ada garam atau gula yang dicampurkan.Namun untuk sikecil  yang berusia di atas 12 bulan,  Anda bisa mencoba resep bubur kacang hijau unik berikut ini: Resep Bubur Kacang Hijau DenganRempah Di Indonesia, kacang hijau identik dengan olahan manis yang menggunakan santan dan gula. Tapi di beberapa negaraTimur Tengah, kacan ghijau sering juga dijadikan gulai dan dicampur dengan berbagai macam rempah. Nah, Anda bisa m

Inilah Khasiat Kurma Muda Yang Belum Kamu Ketahui

Dokumen Pribadi Kata orang, wanita hamil itu suka makan yang asem-asem seperti mangga muda atau kedondong. Namun sejauh pengalaman saya selama hamil dan ini kehamilan untuk keempat kalinya justru saya tidak suka makan makanan khususnya buah yang asam.  Sehari-hari sebelum hamil,  saya lebih suka makanan pedas atau asin. Misalnya saat beli kue, pilihannya tertuju pada kue-kue pedas atau asin seperti pastel, risoles, bakwan dan kurang suka puding dan kue manis lainnya. Tapi sejak hamil keempat ini selera berubah, saya jadi suka dengan makanan dan minuman manis.                 Jadi ceritanya, diberanda ef be itu dari dulu memang berseliweran olshop yang menawarkan kurma muda . Logikanya buah jika belum matang kan pasti rasanya asam, pikir saya kala itu, jadi masih belum minat untuk membeli. Apalagi ada yang bilang malah kurma muda bagus dikonsumsi buat wanita yang sulit mendapat keturunan. Nah, saya saja sudah anak tiga, semakin belum berminatlah  untuk membeli, ditambah pula itu

BUNDA AJARKAN ANAKMU UNTUK BERKARYA (PART 2)

Menyambung cerita saya kemaren tentang anggapan kesuksesan bagi kebanyakan orang.   Bahwa sukses itu adalah ketika bisa duduk dibelakang meja, memakai baju kemeja mahal plus berdasi atau blazzer bagi wanita dengan mendapat gaji setiap bulannya. Barangkali itu adalah impian dari semua mahasiswa, termasuk saya pada saat itu. Bersungguh-sunguh kuliah, mendapatkan nilai bagus, lalu diterima diperusahaan atau lolos seleksi CPNS kemudian bekerja sesuai dengan bidang keahlian.                 Namun apa jadinya jika kenyataan tidak sesuai harapan. Bahwa yang sebenarnya adalah sulitnya lapangan pekerjaan di negara kita, hanya mengandalkan selembar ijazah namun minim skill hingga petantang-petenteng membawa ijazah kesana kemari untuk melamar pekerjaan. Sedikitnya lapangan pekerjaan membuat tingkat pengangguran semakin tinggi. Akhirnya banyak yang frustasi hingga terlintas sebuah anggapan “buat apa kuliah jika pada akirnya hanya menjadi kulli bangunan atau buat apa kuliah jika pada akhirnya

10 Alasan Pentingnya Makan Bersama di Dalam Keluarga

                Saya dan suami berbeda karakter. Mungkin itu yang namanya jodoh, saling mengisi kekurangan masing –masing, saya yang selalu pesimis,  ragu-ragu dan penakut dipertemukan Allah dengan laki-laki yang selalu bahkan menurut saya sangat optimis, tidak takut sama sesiapun (kecuali Allah)/pemberani dan cepat mengambil keputusan. Termasuk berbeda latar belakang, saya dilahirkan dari kedua orang tua yang bekerja, sementara ibu mertua saya adalah seorang ibu rumah tangga.                 Saya lahir dikota kecil, kedua orangtua saya berprofesi sebagai guru sekolah dasar. Karena Ibu saya adalah wanita pekerja, jadi kami sedari kecil sudah terbiasa mengurus keperluan sendiri-sendiri. Jika lapar, lauk pauk sudah tersedia dalam tudung saji diatas meja makan, tinggal makan sendiri-sendiri. Karena semua serba dilakukan sendiri, maka jarang sekali ada momen makan bersama didalam keluarga kami, kecuali saat buka puasa di bulan Ramadhan.                 Hal ini bertolak bela

Melahirkan Spontan dan Sectio, Mana Yang Lebih Sakit?

Beberapa hari lalu, netizen dihebohkan dengan status seorang ibu yang mengatakan jika perempuan yang melahirkan secara spontan atau normal adalah Ibu yang sempurna. Begitu juga sebaliknya, Ibu yang melahirkan secara caesar atau operasi adalah ibu yang tidak sempurna. Tak pelak lagi, pernyataan si Ibu ini melalui status facebook langsung menuai protes dari seluruh Ibu-Ibu pengguna sosial media, disreenshoot dan dibagikan berkali-kali. Tersinggung, iya dong kerana tidak terima dikatakan tidak sempurna. Termasuk saya, ha ha. Hallo ibu Ismi …  situ sehat.?

Guruku Garang Sekali

Setelah menjemput anak-anak pulang sekolah, sesampainya dirumah , siKakak langsung mengeluarkan buku dari tas, untuk membuat PR, tanpa mengganti baju sekalipun.                 “Ummi ada PR, PR nya susah, tadi bu guru marah-marah karena semua teman-teman tidak mengerti”, ucapnya dengan wajah panik.                 Saat itu, saya melihat ada genangan air dipelupuk matanya. Sejak naik ke kelas dua, ia selalu bercerita jika gurunya saat ini GARANG  sekali. Ada ekspresi ketakutan diwajahnya                 “Ummi tahukan, Buk Ani, ( nama samaran ) , garangnya Buk Ani lebih garang lagi Buk Santi ( Nama Samaran)”. Begitu ucapnya akhir-akhir ini.

WAHAI AYAH, APA YANG KAU AJARKAN KEPADA ANAKMU.

                Seperti biasa, sebelum memulai kegiatan mengaji, saya sering melemparkan beberapa pertanyaaan untuk memancing anak – anak bercerita tentang kegiatannya juga bertanya kabar. Memang jadwal mengaji malam didominasi oleh anak – anak berusia SD, bahkan ada juga beberapa yang menginjak remaja. Berdiskusi atau bahasa sayasih lebih banyak mengadu persoalan sekolah dan teman-teman. Bahkan ada seorang yang baru  tahun ini masuk SMP, sering bercerita kepada saya, “ ummi, masak disekolah kami, jadwal Sholat Zahur di tentukan perkelas, jadi kalau pas kelas kami nggak kena jadwal sholat, jadi kami nggak sholat zuhur ummi”, lalu lanjutnya lagi “jadi, guru-guru di sekolah yang nanggung dosa kami ngga sholat”. “Kan,  bisa sholat pas pulang sekolah” jawab saya menjelaskan.

Belajar Kejujuran Dari Negara Denmark

Sumber Gambar : Google Setiap anak terlahir membawa fitrah kejujuran . Karena itu, mereka cenderung menyampaikan apa saja yang dilihat dan didengarnya kepada orang dewasa. Orang tua dan lingkungan, adalah dua faktor penting dalam menanamkan kejujuran pada seorang anak, terutama saat mereka masih berusia dini. Jika anak telah terbiasa untuk bersikap jujur sejak kecil, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang bijak saat dewasa nanti. Untuk menanamkan kejujuran pada anak, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Antara lain adalah menghindari reaksi negatif terhadap apa yang disampaikan anak. Jangan memarahi, apalagi membentak, saat anak mengakui kesalahannya. Sebaiknya, berilah penghargaan atas tindakannya. Memarahi anak justru akan membuatnya takut untuk bicara jujur di masa depan.

AWAS !! ADA PEDOFILIA DI SEKITAR KITA, PART I

Sumber gambar google Ini cerita saya suatu sore minggu lalu, saat anak saya bermain bersama anak-anak tetangga mereka berkumpul, karena seperti biasa anak sulung saya, hafizah  menggelar dagangnnya di depan rumah. Ketika itu saya lagi berada di ruang tamu mengajar anak les, tiba – tiba Hafizah berlari masuk kerumah dan ketakutan, wajahnya pucat, sambil mengatakan “ummi tadi ada orang suruh Hafizah naik motor” Saya langsung keluar, nampak seorang laki-laki  separuh baya mengendarai honda beat memakai  jeket, dan mengendarai motor berlalu menjauh  kira – kira 5 meter dari kami lalu  berhenti, sambil pura-pura menelpon  seseorang. Saya terus memperhatikan bapak tersebut dari  teras rumah. Ingin menegur orang tersebut, tapi saya kuatir sebab suami sdang berada diluar kota. Dalam benak saya sudah berpikiran yang macam-macam dan berperasangka buruk tentang pedofilia atau predator seksual.

Mukadimah : Buku Islamic Parenting Karya Syaikh Jamal Abdurrahman

Menurut Al Ghazali  dalam Ihya ulumuddin metode melatih anak merupakan perkara yang terpenting dan paling utama. Anak adalah amanah bagi kedua orangtuanya. Hatinya yang suci merupakan perhiasan yang sangat berharga. Bila ia dilatih mengerjakan kebaikan, ia kana tumbuh menjadi orang yang baik dan bahagia dudunia dan akhirat. Sebaliknya bila ia dibiarkan mengerjakan keburukan dan di biarkan begitu saja  bagaikan hewan, ia akan sengsara dan binasa. Cara orang tua mrnjaha anaknya adalah denga mendidik dan mengerjakan akhlak yang baik serta menjaganya dari teman-teman yang buruk. Saat orang tua melihat tanda – tanda bahwa anaknya telah mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk , ia harus meningkatkan penngawasan terhadap anaknya. Hal ini di awali dengan timbulnya rasa malu pada anak.  Bila ia sudam memiliki rasa segan dan malu, serta tidak mau melakukan beberapa hal tertentu, semua itu Karen ia sudah mulai berpikir dengan baik sehingga ia sudah melai mengetahuii perkara yang

3 Dampak Buruk Memarahi Anak Di Depan Umum

** Sumber : www.theasianparent.com/dampak-buruk-bila-kita-sering-memarahi-anak-di-muka-umum/4/ Kadang kita tidak sadar telah memarahi anak di depan orang-orang lain. Apa dampaknya pada perkembangan psikologis anak? Memarahi anak memerlukan trik khusus agar memberikan hasil sesuai harapan. Bila Anda emosi dan ingin memarahi anak, ingatlah ulasan berikut… Anak adalah pribadi suci. Anak adalah anugerah terindah. Anak adalah titipan Tuhan. Berapa banyak pasangan suami istri yang mendambakan kehadiran seorang anak? Nah, kita yang sudah dikaruniai satu anak maupun lebih, sudah seharusnya membekali diri dengan ilmu mendidik anak. Ilmu tersebut bukan hanya bermanfaat untuk kita sebagai orangtua, tetapi juga untuk buah hati kita. Salah satu bekal yang dapat kita lakukan adalah dengan banyak membaca buku-buku parenting, mengikuti seminar orangtua, berdiskusi dengan sesama orangtua, dan yang paling mudah tentunya mengingat dan melihat kembali bagaimana orangtua kita dulu mendidik kita. Nah

Kurangi Anak Menonton TV dengan 21 Aktivitas ini

Sumber : http://sayangianak.com/kurangi-anak-menonton-tv-dengan-21-aktivitas-ini/ by SayangiAnak · February 1, 2015 Acara televisi makin hari makin tidak ‘ramah’ pada anak-anak, si kecil juga jadi malas bergerak. Coba yuk, Ma, ajak anak Anda lakukan sejumlah kegiatan menyenangkan tanpa televisi. Inilah yang bisa dilakukan untuk mengalihkan keinginan si kecil menonton TV: 1. Menggambar di Gelas Keramik Siapkanlah spidol atau cat untuk menggambar di alat-alat makanmu yang dibuat dari keramik. Nah, jika kamu ingin membuat gambar tersebut jadi permanen, setelah anak selesai berkreasi di piring keramik, masukkan ke dalam oven yang sudah diatur suhunya 350 derajat selama 30 menit. Jadi deh, gelas unik kreasi si kecil!