Showing posts with label ODOPOKT Blogger Muslimah Indonesia. Show all posts
Showing posts with label ODOPOKT Blogger Muslimah Indonesia. Show all posts
Saat belanja kepasar tradisional, tempat penting yang paling dituju adalah pasar ikan (lapak ikan). Karena walaupun saya garis keturunan Minang, namun lahir dan besar di daerah Kepulauan, menu  harian tak jauh dari ikan. Sepertinya lidah lebih berdamai makan ikan dari pada ayam dan daging sapi. Saat itu mata melihat seonggok ikan kerapu segar dan harga sekilonya  hanya duapuluh ribu rupiah, tak perlu pikir panjang, langsung saya beli sekilo dan dapat tiga ekor ikan kerapu besar.
                Pulang dari pasar, ikan kerapu langsung di eksekusi, niat saya mau masak Ikan kerapu goreng pedas manis. Eeehh, tapi tunggu dulu. Sebelum kita curcol soal resep, yuk kita simak dulu khaisiat ikan kerapu ini. Seperti yang dilansir dari situs khasiat.co.id menjelaskan ada 7 manfaat ikan kerapu :
Pertama :  Lemak Ikan Kerapu dapat meningkatkan fungsi otak hingga maksimal sehingga kecerdasan meningkat.
Penjelasannya, Asam Amino Esensial dari Omega 3 dan Omega 6 bermanfaat untuk meningakatkan aktivitas syarat otak sehingga otak mengalami peningkatan kecerdasan.

Kedua : DHA + EPA Berperan menurunkan kadar Trigliserida dalam Darah.
DHA + EPA adalah dua zat ajaib yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Trigliserida adalah lemak yang diproduksi tubuh karena adanya akumulasi glukosa dalam aliran darah. Jika berlebihan lemak ini akan menempel di dinding pembuluh darah. Maka Trigliserida jug adapat membuat seseorang menajadi bugar bila jumlahnya normal.

Ketiga, Menghindari Resiko Penyakit Kardiovaskuler.
Kardiovaskuler adalah penyakit jantung. Siapaun berisiko mengalami penyakit ini. Dengan makan ikan kerapu, dapat terhindar dari resiko penyakit jantung.

Keempat, Mengurangi resiko keracunan pada pasien pasca operasi.
 Operasi yang dimaksudkan disini adalah operasi besar yang memerlukan pembedahan sehingga harus dibius.

Kelima, Mengurangi Kadar Kolestrol (Lemak Jahat LDL)

Keenam, Mengurangi Depresi

Ketujuh, Mengurangi Rasa nyeri karena Angina Pectoris
Angina Pectoris adalah penyakit yang menyerang dada dengan keluhan rasa nyeri. Angina disebabkan adanya gangguna pada jantyung dan paru namun bisa juga karena naiknya asam lambung.

Yuuk Simak resep ikan kerapu goreng pedas manis :
Setelah ikan dicuci bersih, ikan diberu garam dan jeruk nipis (guna mengurangi bau amis pada ikan.
Panaskan minyak lalu ikan digoreng seperti biasa.
Untuk saos pedas manisnya.
Iris bawang bombay dan tumis, lalu masukkan cabe yang sudah digiling, tumis cabe lalu masukkan saos tomat agar. Tambahkan air sidik dan garam secukupnya.
Susun daun selada dalam piring besar sebagai hiasan.

Taarraaa… jadilah ikan keparu pedas manis, karena cabenya terasa pedas, jadi menu ini cocok buat anak-anak yang kurang suka pedas di tambah pulang dengan danging ikannya  berwarna putih dan gurih, di jamin anak – anak  bakal ketagihan

Tulisan ini diikut sertakan dalam program onedayonepostingan Blogger Muslimah Indonesia
#ODOPOKT6
Sejak positif hamil anak ke empat, saya memboyong anak-anak untuk tinggal dirumah orang tua saya dengan berbagai pertimbangan : akses transportasi lebih dekat, juga suami ingin memulai kembali usaha rumah makan kami yang telah lama ditinggal sejak tahun 2015.  Disamping itu pastinya karena ada wifi yang membuat saya mudah mengakses internet. Di rumah ortu saya hanya tingal ayah dan kakak, untuk pekerjaan rumah ada si mbak yang membantu bersih-bersih, nyuci dan lainnya  dari pagi hingga siang hari.
Rumahnya tak jauh dari rumah ayah saya, pendidikan si Mbak ini hanya sampai sekolah dasar. Menurut ceritanya putus sekolah lantaran tinggal dengan Ibu tiri. Walau Sekolah Dasar tidak tamat, namun untuk urusan pekerjaan rumah cekatan dan rapi.  Suamiya berprofesi sebagai tukang ojek dengan pendidikan hingga SMP. Namun luar biasanya, mereka sanggup menguliahkan anak semata wayangnya dan saat ini kuliah seemster tiga diunivesritas negeri di kota kami. Setahu saya si Mbak ini sangat disiplin terhadap uang, hingga takut berhutang. Namun sejak anaknya mulai kuliah dia mesti berhemat dengan menyisihkan 400 ribu perbulan dari gajinya untuk  uang kuliah anaknya persemester.
Inilah yang membuat saya tergeliitk ingin menuliskannya. Singkat cerita, suami si Mbak ini sudah lama mengeluh kabur dimata sebelah kirinya dan kemungkinan katarak. Lalu pergilah ke praktek dokter spesialis mata, oleh dokter divonis katarak dan dikasih obat tetes. Karena katarak harus dioperasi maka di uruslah BPJS kelas 3. Alhamdulilah pengurusan BPJS sehari selesai dan kartu pun sudah bisa digunakan. Keesokan hari berangkaltah sang suami ke pukesmas untuk meminta rujukan, kemudian lanjut ke Rumah Sakit Provinsi, dan langsung kedokter spesialis mata.  Setelah dicek oleh dokter, dikasih obat tetes juga karena mata sebelah kananya ada peradangan infeksi, (mungkin dulu pernah tonjok – tonjokkan) dan dokter meminta kontrol kembali dua minggu kemudian.
Selang beberapa hari, sang suami mengeluh kedua matanya malah menjadi kabur yang awalnya hanya sebelah kiri saja. Disore hari si Mbak ini datang kerumah, karena kebetulan kakak saya ada acara makan-makan bersama teman-temanny dirumah. Dengan wajah cemas si Mbak ini berkata kepada saya
“Kak Ayu, besok Bapak Nani (sambil menyebutkan nama anaknya = nama anaknya saya buat samar) mau dioperasi”
“Lho kok, kan belum ada keputusan dari dokter kapan jadwal operasinya”Jawab saya
“Nggak tahu tu kak, adik-adik bapaknya udah pada marah-marah kok bisa sampai kabur gitu matanya, mereka ngotot harus operasi sampai menelpon anggota dewan (mungkin anggota dewan ini kenalan adik-adiknya) agar suruh langsung operasi” jelasnya panjang lebar dengan wajah gusar.
“Kak, yang memutuskan operasi atau tidaknya itu bukan anggota dewan, tapi dokter dan dokter pun tidak bisa langsung bilang besok operasi, kan bapak nani belulm ketemu dokter lagi, tentu dijadwalkan dulu, dirujuk lagi kedoker bedah” ucap saya menjelaskan
“nggak tahulah lah, bingung kami, ” jawabnya
Sayapun hanya bisa menahan geli dalam hati, urusan sakit pun sampai keanggota dewan J J, tapi cukup perihatin juga sebab awalnya hanya satu yang kabur, dan sekarang kedua matanya malah kabur.
Keesokan harinya, suami si Mbak ini pergi lagi ke RSUP untuk bertemu dengan Dokter kemaren, tidak sendiri namun beserta adiknya menemani. Kata si Mbak mereka disana sampai bertekak – tekak dengan dokter ngotot minta operasi, tapi dokter tetap besikukuh bilang jangan dioperasi dulu karena mata satunya lagi infeksi.
Karena merasa tidak puas lantaran mata satunya lagi ikut kabur, sesuai saran makcik nya untuk minta rujukan lagi dan coba periksa dengan dokter spesalis mata yang ada di RSUD Kota. Maka pergilah sang suami ke RSUD, setelah mengantri lama, ketemu dengan dokter spesialis mata, dokter juga bilang harus segera diperasi dan mata sebelah kanan infeksi. Lalu oleh dokter mata dirujuk langsung ke dokter spesialis bedah datang kembali dua hari lagi. Dokter di RSUD juga memberikan obat tetes mata, katanya sih sudah agak mendingan tidak kabur lagi mata sebelah kanan.
Kemaren jadinya suami si Mbak ini kontrol ke spesialis bedah, tadi pagi saya bertanya,
“gimana kak, kapan operasinya” karena saya pikir hari ini bakal di operasi.
“Nggak tahu lah kak”, wajahnya pun terliat pucat.
Lanjut si Mbak Ini
“dokter hanya kasih obat tetes dulu, karena yang dioperasi itu katarak orang tua, lagian matanya juga infeksi, tapi adik-adiknya udah pada ngotot minta di operasi sampai bertekak –tekak pula dengan dokter kemaren”
“Kak, keputusan operasi itu dari dokter, kalau dokter bilang tidak operasi dulu, bagus lah. Orang lain banyak sudah di vonis dokter operasi tapi malah tak mau operasi dan milh pengobatan alternatif, mungkin dokternya ketawa, ini pasien aneh malah ngotot operasi” jelas saya.
“nggak tahu lah kak,adik – adik  nya ngotot sampai mau lapr anggota dewan”
Mendengar itu, saya hanya tersenyum geli, dan lanjut bilang
“coba dulu obat itu, suruh suami kakak toubat lagi, sholat lagi, nggak minum lagi dan nggak usah merokok lagi,”
           “itu lah kak, pusing kami, dulu gitu juga pernah muntah darah dan dirawat, katanya mau toubat, tapi balik mimun lagi pas sudah sehat” jawab si Mbak gusar  sambil cuci piring.
***
Begitulah kisahnya, pendidikan itu penting untuk seseorang dalam melanjutkan hidupnya. Dalam hidup tak hanya mengandalkan otot saja, tapi otak juga harus dikedepankan

Salam Emaks Blogger
Rahayu Asda

Postingan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post yang diselenggarakan oleh Blogger Muslimah Indonesia.

#ODOPOKT5 


Emak pernah nggak merasa dipandang sebelah mata oleh orang-orang lantaran memilih untuk menjadi ibu rumah tangga?. Terlebih lagi bagi emak yang lulusan sarjana bahkan lulusan universitas ternama.
“Lho kok dirumah saja”
atau,
“sayang dong dengan Ijazahnya”
atau lagi
“ bentar lagi ada test PNS tuh, nggak mau nyoba ikut test”.
Mungkin sering ya Mak, termasuk saya. Padahal, dengan memilih menjadi seorang ibu rumah tangga, ada beberapa emak yang mengalami pergolakan bathin yang panjang, hingga akhirnya memutuskan berdamai dengan kenyataan.  Siapa sih yang tidak ingin menjadi wanita karier, dandan cantik, harum dan memakai  blazer setiap pagi juga bertemu dengan banyak orang? Bukankan itu impian semasa kuliah dulu. Lulus dengan nilai baik dan mendapatkan pekerjaan sesuai bidang keahlian yang dimiliki.  Barangkali jika ditanya pada setiap mahasiswi sekarang tentang rencana selepas wisuda, maka pasti kebanyakan akan menjawab berkarier dulu, akan sedikit yang menjawab ingin menjadi ibu rumah tangga.
***
 Sebagai penghuni perumahan baru, tentu kami warga perumahan sangat senang jika rumah – rumah kosong mulai di huni oleh pemiliknya. Suatu hari ada keluarga muda yang baru menempati perumahan dimana saya tinggal. Sebagai tetangga yang yang baik saya pun menyapa dan mengajak ngobrol Ibu muda tersebut. Singkat cerita bahwa tetangga saya ini berprofesi sebagai seorang dosen. Tanpa sadar saya pun bercerita bahwa saya lulusan kampus ini dst. Lalu si tetangga ini mengatakan;
“ummi (begitu sapaanya kepada saya) sayang dong ijazahnya”
“nggak coba untuk ngajar lagi” lanjutnya.
Saya pun hanya tersenyum getir, tak mungkin pula saya jelaskan alasannya secara panjang lebar, atau mau bilang walau dirumah saya juga punya penghasilan. Ah barangkali karena saya sehari-hari hanya memakai gamis dan jilbab kaos, sehingga orang beraanggapan begitu. Padahal saat itu jadwal saya dari pagi hingga malam bisa dikatakan padat. Pagi – sore malam saya membuka bimbel dirumah, kemudian nyambil ngeblog dan terima orderan privat blog dan desain blog secara online.Yaah, walaupn penghasilan dari rumah belum bisa  menyaingi pengahasilan wanita kantoran saat ini, tapi bagi saya itu sudah lebih dari cukup karena walau dari rumah masih tetap produktif.

Baca Juga :
BUNDA AJARKAN ANAKMU UNTUK BERKARYA (Part 1)
BUNDA AJARKAN ANAKMU UNTUK BERKARYA (PART 2)

Pernah lagi saat idul fitri keponakan jauh (anak sepupu saya) berkunjung, karena penganten baru dia datang bersama istrinya. Istrinya tersebut lulusan SMF (Sekolah Menengah Farmasi), entah kenapa saya iseng bertanya, “waah lulusan farmasi, sayang dong nggak lanjut kuliah”
Tetiba sikeponakan ini menjawab :
 “ buat apa kuliah, nanti bakalan kedapur juga”
Mak Jleb, saya pun tertohok. Kemudian mengalihkan pembicaraan. Menurut  saya kuliah itu bagi seorang wanita itu penting, karena dia yang akan menjadi guru pertama bagi anak-anaknya. Di era digital ini, banyak kok pekerjaan yang hanya dikerjakan dari rumah tanpa memerlukan kantor dan  karyawan. Seperti penulis, online shop, blogger dan lainnya
Nah, mak agar emak tidak bernasib sama seperti saya, yuk simak tips kece agar emak tetap kelihatan fress layaknya wanita kantoran. Oh iya sebelumnya nih,  beberapa tahun lalu saya nonton siaran pemilihan blogger terbaik ditelevisi. Ada parodinya yang diperankan oleh Mumu sang artis wanita, ada cuplikan parodi jika si Mumu sudah dandan rapi dikamar seperti mau ke kantor, tiba di teras rumah, duduk dibangku teras lalu nyalakan laptop ;-) J, apa barangkali emaks yang kerja online harus begitu yaa J .
Yusk ah mak simak tips berikut ini :
Pertama : Atur jadwal harian dan disiplin. Mereka yang kerja kantoran tentu telah punya jadwal sendiri dari pergi kantor hingga pulang kantor. Namun emak yang kerja dari rumah juga tetap mesti disiplin dengan jadwal harian, seperti jam berapa mulai membuka laptop (atur durasinya) agar tidak terbengkalai dengan pekerjaan rumah.
Kedua : Usahakan selesai pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci selesai sebelum jam sembilan pagi (untuk emak yang punya anak usia sekolah)
Ketiga : Mandi pagi setiap  hari dan berpalaianlah yang rapi (jaga penampilan)
Kempat : Jaga pola hidup sehat
Kelima : jika dirasa penghasilan dari online cukup menjanjikan dan sedikit menyita waktu, gunakan jasa pembantu jika diperlukan.

Kelima : Gunakan waktu akhir pekan buat keluarga.

Tulisan ini diikut sertakan dalam One Day One Posting Blogger Muslmah Indoensia 
#ODOPOKT3
Dokumen Pribadi
Setiap orang punya sejarah dalam kehidupannya, tentunya sejarah atau kenangan yang selalu membekas dihati tak akan pernah terlupakan. Ada kenangan manis, ada pula kenangan pahit. Maka segala peristiwa yang pernah singgah jadikan pembelajaran dimasa mendatang.

Kawan, ingatkah saat kita bersama mengukir sejarah. Berpacu agar bisa diterima pada sebuah sekolah di kaki Gunung Merapi. Memilih untuk tinggal diasrama berjauhan dengan keluarga. Bersaing dengan puluhan siswi yang juga punya keinginan sama. Kita hanya 33 orang putri yang berhasil diterima pada kelas program khusus itu. Kelas dimana kita harus menguasai dua bahasa Asing serta harus bisa membaca kitab-kitab berbahasa Aran tanpa baris. Di awal belajar, kita hanya  mampu menangis, lantaran sulitnya membaca huruf-huruf arab gundul. Tapi apa daya, kita tak bisa mengadu merengek akan sulitnya pelajaran kepada orangtua, sebab kita kesani murni atas keinginan sendiri.

Kawan, masih ingatkah kalian di awal-awal masa perkenalan asrama. Kita dihadapkan pada masa-masa orientasi, baik itu diasrama maupun orientasi disekolah yang cukup melelahkan. Kita di bangunkan pukul 4 pagi, di paksa mandi dengan suhu 17 derajat celcius. Mulut – mulut kita keluar asap ketika berbicara, pakaian dilemari pun terasa sejuk. Kita harus kompak, begitu yang selalu di dengungkan para senior. Oleh mereka kita didik untuk bisa berprilaku sopan. Bertutur kata yang baik  Patuh dan hormat kepada yang lebih tua. Kita disuruh segala macam arahan oleh mereka, mulai dari menyanyi, membaca puisi, menghitung luas aula asrama dengan jengkal dan banyak lagi yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Masa orientasi selama seminggu itu memang menjadi mimpi buruk buat kita. Namun justru dikemudian hari, itu menjadi kenangan manis yang tak pernah terlupakan.

Kawan, masih ingatkan kalian, ketika kegiatan sekolah telah bejalan. Kita pun berjalan maju melupakan masa lalu, mengubur kenangan jahiliyah kita dimasa A Be Ge. Memutuskan untuk melupakan sang kekasih, mengganti celana jins dengan rok panjang. Memakai baju longgar, jilbab kita semakin menutupi dada dan segala konsumsi bacaan kita yang dulunya adalah majalah Aneka Yess, Majalah Gadis dan majalah HAI bertukar dengan majalah Annida, Sabili dan buku-buku Islami. Kitapun menjadi lebih religi. Menunduk malu menjaga pandangan ketika bertemu yang bukan muhrim. Di mana masa itu, usia kita belumlah genap 17 tahun, namun kita telah berpikiran jauh dengan berkomitmen tidak ada pacaran sebelum pernikahan.

Masa remaja kita sungguh menyenangkan, walau tanpa pacaran, merayakan valentine apalagi untuk nonton di bioskop, kita meletakkan cinta Allah diatas segala-galanya. Karena kita adalah para gadis lugu yang mondok pada sebuah desa dikaki gunung Merapi dan Singgalang. Hari – hari kita disi dengan tilawah Al Qur’an, diskusi seputar permasalahn agama juga membahas kitab tanpa baris.

Kawan, 15 tahun sudah kita meninggalkan sekolah itu, Jika saat ini kita masih seperti dulu, itu adalah doa dari para asatiz agar kita tetap istiqamah. Namun jika saat ini kita tak lagi bisa menjaga aurat, atau lagi dalam dilema, merasa diri futur, maka jangan lupakan sejarah, bahwa dulunya kita adalah seorang santri yang pernah berpakaian rapi, menutup aurat secara sempurana.


#Dari seorang teman yang sangat merindukan teman-teman seperjuangan.

Images : Web Wikipedia


Tulisan ini diikut sertakan dalam One Day One Posting Blogger Muslmah Indoensia
#ODOPOKT1