Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Secercah Harapan Anak Negeri Pinggiran Hutan

  “Nyambung kemana sekolah”              Anak itu hanya menggeleng, tanda tak melanjutkan sekolah lagi.              “Ngapa tak sekolah? Tanya Saya sedikit mendesak, bukankah sekolah saat ini gratis dan tak ada alasan untuk tidak bersekolah.                 Lagi – lagi dia hanya menggeleng, sebagai jawaban atas keenggananya melanjutkan sekolahnya ke sekolah menengah pertama.  Saya tahu dia tidak bersekolah bukan lantaran karena biaya. Andri namanya, saya kenal dengannya lantaran dia ikut membantu suami membersihkan ladang kami. Jika tidak ikut kerja diladang, kadang dia ikut ke hutan bersama warga sekitar untuk mencari emas. Ada puluhan anak-anak di kampung ini yang memilih takdir senasip dengan Andri. Tidak bersekolah bukan karena biaya, melainkan ketidaktahuan mereka akan pentingnya menuntut ilmu.  Gambar : koleksi pribadi Perkenalkan, Saya Rahayu Asda, seorang guru pada salah satu Pondok Pesantren di daerah pelosok Sumatera Barat.   Awal tahun kemarin, Saya menerima tawaran untu

Kopi Daun Kawa, Sumber Pangan Dari Hutan Yang Kaya Antioksidan

                    Lima bulan lalu, saya  memutuskan merantau ke Sumatera Barat. “merantau” versi saya  aslinya ikut suami ke kampung halamannya di Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat. Dengan berbagai pertimbangan saya mengiyakan ajakan suami, lantaran rasa tanggung jawabnya sebagai anak laki-laki untuk mengurus kampung halaman dan belasan hektar ladang orangtuanya yang  berdekatan dengan hutan dan tidak terurus. Logikanya, dimana-mana orang pergi merantau kekota, sementara kami malah berbalik pulang kampung. Ragu, pastinya selalu ada, apalagi anak-anak juga harus pindah sekolah, dan kami mesti memulai semuanya dari nol.              Terpikir juga, nanti disana mau kerja apa, dan ngapain karena dulunya selalu berpikir roda ekonomi itu berjalan di kota. Apalagi kampung suami berada di lembah dan dikeliling perbukitan, 10 kilometer  kedalam dari jalan lintas menuju kota Muaralabuh dan 88 kilometer dari kota Padang Sumatera Barat. Jangan mengharapkan sinyal internet ada

STTB Bandung Mencetak Generasi Unggul Yang Siap Berinovasi

Dalam era digitalisasi, inovasi tiada henti akan melahirkan SDM unggul yang siap berinovasi. Begitu yang saya tangkap dari orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Ing Ilham Akbar Habibie MBA pada wisuda ke XIV Sekolah Tinggi Teknologi Bandung.  Sabtu lalu saya berkesempatan meliput acara wisuda STTB Bantung ke XIV secara online yang disiarkan livestreaming instagram STTB Bandung.  Bertempat di Haris Hotel dan  Convention Hall Bandung  sebanyak 209 wisudawan resmi dilantik. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu waijb Indonesia Raya, mengheningkan cipta dan mars STTB Bandung oleh paduan suara. Kemudian penyampian kata sambutan oleh Ketua STTB Bandung Bapak  Muchammad Naseer, S.Kom., M.T disusul sabutan oleh ketua yayasan Bapak  Dr. Dadang Hermawan. Sekilas Profil STTB Bandung Sekolah Tiinggi Teknologi Bandung atau disingkat STTB/STT Bandung resmi berdiri pada tanggal 05 Oktober 1991, dengan Nomor SK Dirjen DIKTI No: 197/DIKTI/Kep/1992. Beralamat di jalan Kartini No 10