Saya baru teredukASI tentangASI dan tumbuh kembang anak sejak melahirkan anak ketiga. Adanya grub-grub facebook mengenai ASi  memudahkan Saya mendapatkan informasi seputar pentingnya pemberian ASI, tidak hanya informasi namun kita juga bisa sharing melalui grub tersebut. Sejak itulah Saya berjanji mesti memberikan ASI ekslusif dan dan ASi hingga dua tahun. Huuf kemana saja Saya selama ini, apalagi sering merasa berdosa terhadap anak pertama dan kedua karena terlalu mengikuti apa kata orang-orang agar sedari bayi anak mesti di kenalkan dengan sufor agar kita sebagai emaknya bisa meninggalkan sikecil atau bekerja, ya waktu itu saya masih bekerja sebagai guru honor sehingga saya meninggalkan sikecil dengan bantuan susu formula.

Ya, itu dulu sebelum informasi mudah didapatkan seperti saat ini. Kebanyakan Ibu pekerja memberikan susu formula selama anak ditinggalkan bekerja. Malahan rumah sakit dan klinik bersalin menyediakan susu formula ketika sang Ibu baru saja melahirkan. Namun  sejak WHO menetapkan peberian ASI Ekslusif hingga bayi berusai enam bulan dan dilanjutkan dengan ASI hingga usia dua tahun. Banyak grub-grub dan sharing tentang Asi mulai ada, pejuang-pejuang ASI mulai bermunculan. Semua Ibu terutama ibu pekerja semakin sadar manfaat ASI sehingga memaksimalkan pemberian ASI Exlusif hingga usia enan bulan. 


Kesadaran mulai tumbuh, sebab tahu begitu banyak manfaat yang terkandung dalam komponen ASI. Protein, Kalsium dan Zat besi dalam ASI lebih mudah diserap oleh bayi. Manfaat ASI dengan melindungi bayi dari infeksi dan penyakit. Karena ASI lebih mudah diserap ole bayi sehingga komposisinya menyesuaikan kebutuhan bayi. Seperti bayi prematur yang tetap mendapatkan ASI.

Ibu-Ibu pekerja mulai memberikan ASIP (Air Susu Ibu Perah) buat bayi-bayi mereka.  Dengan cara Air susu diperas dengan mengguaka pompas ASI manual maupun elektrik. Kebetulan saya dapat kiriman pompa asi elektrik medela swing breastpump buatan swiss. Sekilas tentang medela swing breastpump buata swiss yang berdiri sejak tahun 1984 dan masuk keindonesia sudah 20 tahun. Medela swing sangat bermanfaat untuk para ibu yang memberikan ASIP untuk memompa ASI secara maksimal.

Medela swing sangat nyaman dipakai, MemancingLDR (Let Down Reflex) berkali-kali dan Memerah lebih banyak ASI dalam waktu lebih singkat. Disamping itu medela swing mudah dibawa. Karena Saya saat ini bukanlah ibu pekerja dan tidak menyediakan ASIP buat Khadijah anak keempat Kami, tapi saya juga memerlukan pompa ASi buat memerah ASi di Payudara Sebelah Kiri. Hal ini disebabkan keempat anak saya tidak mau menyusu dipadayuada sebelah kiri. Oleh karena itu Saya juga tetap memerlukan pompa ASI buat mengeluarkan ASI di PD sebelajh kiri.

Dengan adanya berbagai kemudahan untuk memberikan ASI kepada sikecil, nggak ada lagi alasan mengganti dengan susiu formula. Sebab Ibu Pintar tahu yang terbaik buat sikecil dan Ibu Pintar Cermat Memilih Pomas Asi

Saya dan suami termasuk tim home atreathmen, jadi kalau anak-anak sakit tidak langsung buru-buru bawa kedokter.
Biasanya dipijit-pijit dulu, belikan buah dan paling beli obat warung masih level inzana.

Karena cuaca panas pull, dan rentan anak-anak sakit. Termasuk Khadijah yang telah beberapa hari batuk.
Waktu itu batuknya tidak berdahak,
Tapi pas disertai demam dan batuk berdahak setiap malam.
Khadijahpun langsung Kami bawa kedokter spesialis Anak.

Sama dokter indikasinya ISPA, diberi obat batuk, antibiaotik dan sanmol
(Obat demam). Setelah minum obat, demam Alhamdulillah demam Khadijah turun. Namun yang buat risau batuk yang tidak ada angsuran. Apalagi Khadijah belum genap setahun usianya, belum bisa mengeluarkan dahak. Tak juga bisa dipaksa makan obat ataupun saat batuk dipaksa untuk minum air hangat.

Setiap malam, batuknya kambuh. Risau pastinya. Melihat sang adik batuk-batuk begitu, tetiba pulang main rumah tetangga badan Adam juga panas. Tumben juga diberi inzana. Demamnya tak kunjung turun.

Lalu, karena setiap malam "huk, huk, huk"
Khadijah kembali kami bawa kontol ke DSA,
Oleh dokter anak, Khadijah diminta u nebu (uap) sebanyak tiga kali, pagi, sore dan pagi keesokan harinya.
Selesai nebu memang agak lumayan berkurang batuknya. Tidurnyapun mulai nyenyak.

Pulang dari Dokter Anak, kami langsung ke pukesmas membawa Adam berobat.
Bedanya punya bayi dan anak yang sudah besar ya begitu, Adam masih bisa dipaksa makan obat.
 Entah kenapa, pulang dari bawa anak-anak berobat. Sisulung juga ikut-ikutan demam. Mungkin karena sedarah dan seperasaan lihat adik-adiknya sakit. Kakaknya juga ikutan sakit.
Lihat semua pada sakit, anak nomor dua ikutan sakit dannnn Sayapun akhirnya juga tepar dan demam. Karena tiap malam begadang lantaran batuknya Khadijah.

Risau, cemas hingga Saya bilang kesuami jangan sakit juga, agar ada yang ngurusin kami ha ha.Namanya seorang Ibu, sesakit apapun tetap juga harus bergerak dan mengurus anak-anak, sampai ada istilah Ibu dilarang sakit.
Muka Saya dah merah karena demam, yang paling nggak enaknya maag ikutan kambuh sampai dua malam Saya tidak bisa tidur karena ulu hati rasa ditusuk-tusuk.
Apalagi Saya mesti nyusuin Khadijah, jika emaknya demam kan bahaya buat baby.

Melihat kondisi seperti ini. Apapun keadaan, masalah seperti sakit jangan dibiarkan dan harus dilawan, itu yang ada dipikiran Saya saat itu. Saya harus sehat agar bisa mengurus anak-anak.

Nah, apa saja yang saya lakukan agar bisa sembuh dari demam, flu dan pilek serta anak-anak juga sehat.

Pertama :
Mandi dan keramas diwaktu subuh.
Kucuran air dipagi hari membuat badan segar, menurunkan suhu tubuh dan mencairkan hidung tersumbat.

Kedua :
Anak-anak Saya perintahkan untuk mandi dengan air hangat. Termasuk Khadijah saya mandikan dengan air hangat.

Ketiga :
Berjemur dibawah sinar matahari pagi. Begitu juga Khadijah juga saya jemur dengan matahari pagi.

Keempat :
Menyediakan termos air hangat. Karena Saya ngg pakai dispeser. Anak-anak minum dengan air hangat.

Kelima :
Khusus Khadijah, karena masih sering tumpah minum pakai gelas, sediakan botol minuman sendiri.

Nah, sejak saat itu batuk Khadijah mulai
berangsur pulih. Anak-anak juga sudah turun panasnya.
Sejak saat itu saya jadi berpikir. Untuk sehat harus dari diri sendiri. Obat hanya sebagai wasilah agar sembuh. Sesakit apapun harus dilawan. Sebagai seorang Ibu harus stronge, tidak hanya kuat fisik namun juga kuat peraswaan
Eaaa eaaaa .