5 Fakta Tentang Diri Sendiri

by - 12:10


Jika ditanya tentang fakta diri sendiri kok Saya jadi bingung mau nilis dari mana, secara karena kesibukan mengurus anak dan keluarga kadang sering lupa dengan diri sendiri. (Hu hu hu ngelap ingus). 

Apalagi momentnya sebulan menjelang hari kelahiran Saya. Jadi deh ingat cerita beberapa tahun lalu, saat zaman kuliah selain menyandang status sebagai mahasiswi saya juga menyandang status Jojoba, Jomblo-jomblo bahagia. Iyees jadi bahagia sebab Saya bangga dengan status jomblo masa itu. (Alhamdulilah nggak sampai ngenes wkwkwkw). Namun lantaran jojoba itu Saya sering berkelakuan  diluar dari kebiasaan orang-orang kebanyakan. 

Mau tahu apa yang Saya lakukan. 
Pergi kemana-mana sendiri. Kadang suka menikmati kesendirian, pergi belanja sendiri, naik bus kota sendiri, makan di warung pnggiri jalan sendiri. Daan, Saya menikmati kesendirian itu.
Nah, selain kesendirian itu, ada hal yang lebih konyol lagi, 
Saya suka menulis Sarat Cinta Untuk Diri Sendiri, 
wkwkwkwkwk (Suratnya masih tersimpan rapi dilemari, isi nya seputar penghargaan terhadap diri sendiri lah Konyol yaa)
Kemudian yang paling gokilnya lagi, Setiap moment Ulang Tahun, 
Saya merayakan ULTAH sendiri, membelikan kado buat diri sendiri. Ha ha ha Nasebb jojoba masa itu.

Kalau diingat – ingat masa itu pengen ketawa sendiri dan setelah menikah dunia Saya berubah 180 derajat. Dari dulu kemana-mana sendiri sekarang malah risih jika pergi sendiri. 
Soo.. kalau begitu akan berbeda dong Fakta tentang diri dulu dan sekarang, YA udah deh Fakta tentang diri yang sekrang sebab kita hidup sekaranag dan untuk yang akan datang

LIMA FAKTA TENTANG DIRI SENDIRI

Pertama : Anak Bungsu Yang Suka Baperan

Dalam Keluarga, Saya adalah anak bungsu dari tiga orang bersaudara. Dari sebelum nikah hingga sudah punya anak empatpun Saya masih suka baperan dan melow, apalagi jika ada masalah bawaannya melow dan suka berpikiran yang aneh-aneh. Kadang Saya sering berpikir ngga enak lho jadi orang baperan, makanya Anak-anak Saya suruh ikut bela diri agar ngga mudah baper mirip emaknya.

Kedua : Guru Bahasa Arab Yang Menjadi Blogger

Menjadi seorang guru adalah cita – cita Saya sejak kecil, hal ini didasari karena Ayah dan Ibu adalah seorang guru. Makanya kepingin juga menjadi seorang guru seeprti Ibu saya dan Saya kuliah mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Namun memasuki tahun kedua perkuliahan Saya mulai jenuh akan tujuan Saya, ingin rasanya mengulang kuliah untuk mengambil jurusan Sastra. Tapi rasanya mustahil, Saya bukan tipikal orang yang berani mengambil keputusan diliuar asumsi kebanyakan orang. Serta ingat juga berapa biaya yang telah dikeluarkan  buat biaya kuliah. Akhirnya Saya menjalani hari-hari perkuliaah dengan datar-datar saja.

Ketiga : Blogger Yang Suka Coding.

Kata Dedi Dachlan “ngeblog lah agar Anda tahu passion Anda” gitu lah maksud perkatannya. Saya mulai menulis diblog, karena dari sekolah juga udah senang menulis diary, jadi lah blog sebagai diary digital dan taaraaa, makin kesini, Saya lebih senang otak atik coding, Saya suka kepo dengan kode-kode html. Dan Saya sering bahkan sampai larut malam mengotak – atik coding untul layput sebuah blog. Sebenarya ingin sekali mendalami bikin tempakte sendiri. Tapi kapoookkk gara-gara coding Saya jadi jarang nulis.

Keempat : Emak Rempong Dengan Empat Orang Anak

Jarak lahir anak-anak cukup dekat, apalagi antara nomor Satu, Dua dan Tiga, bayangkan Saya melahirkan anak ketiga disaat dua anak Saya masih Balita. Rempong memang, namun makin punya anak kerempongan itu semakin berkurang, percayalah ha ha/

Kelima : Seorang Istri dari Suami yang Idealis

Zaman kuliah Saya juga seorang yang idealis, apalagi sejak aktif dilembaga dakwah kampus, berjilbab rapi, dan menghindair bicara dengan lawan jenis. Sampai setelah menikah, nyatanya hidup nggak cukup hanya modal idealis, hidup perlu realistis. Namun suami Saya tetap lho pada prinsip idealisme nya.

You May Also Like

1 komentar

  1. Its nice blog.
    Maaf baru berkunjung
    بارك الله فيكم

    ReplyDelete