“Hari-harinya ke warnet kak, susah dibilangin”
            “Bapaknya marah juga dianggap angin lalu”

Seorang Ibu yang duduk disebelahku terus saja bercerita tentang anaknya yang sudah kecanduan bermain game online diwarnet.
Sesekali kutimpali dengan bahaya kecanduan game online, yang tidak hanya dapat merusak kesehatan melainkan efeknya lebih dahsyat dari pada kecanduan narkoba.
Tanpa dihiraukannya ucapanku tetap saja dia nyerocos berkisah prihal anaknya yang juga sempat kena typus karena lupa makan akibat  keasyikan bermain game. Ya, memang sejatinya perempuan lebih suka didengar dari pada diberikan solusi. Hingga diakhir kalimatnya si Ibu berucap, sambil menirukan gaya bahasa kepada sang Anak.
“Mamak doakan, semoga warnetnya di gerbek polisi, nginaplan engkau dipenjara agak semalam biar jera”
Duh, duh duh.. dahsayatnya ucapan seorang Ibu, karena tak tahu harus bagaimana lagi merubah kebiasaan sang anak. Aku berdehem membatin. “jika Ibunya saja tak dihiraukan apalagi ucapan orang lain”.
Lalu dia bercerita tentang pekerjaannya sebagai tukang sapu jalan. Sesekali kembali kutimpali guna membesarkan hatinya, jika kerja sapu jalan juga menyehatkan badan.
Wanita paruh baya ini kutemui ketika kami sama – sama sedang berada disekolahan. Aku yang memang setiap hari menjemput anak – anak  pulang sekolah, sementara sang ibu tersebut datang kesekolah karena akan ada imunisasi lanjutan bagi yang belum diimunisasi.
Aku kemudian berpikir, apa yang akan terjadi dengan masa depannya nanti. Memiliki orang tua berpendidikan rendah ditambah pula tak ada teguran keras guna menghentikan kebiasaannya kewarnet. Beberapa hari lalu, ada sebuah warnet tak jauh dari tempat tinggalku di gerbek SATPOL PP karena tercium prostitusi pelajar.
Aku, dan Ibu tadi mempunyai kesamaan, yaitu sama-sama menyekolahkan anak-anak kami di sekolah negeri. Sekolah milik pemerintah dan gratis.

Bersambung .. lg mentok ide



Jerawat Kualat dan Senyum Jahat
Jerawat,
Kau Sungguh Kualat
Tumbuh dipantat
Sangatlah sedap

“Owhh jadi kamu menyindir Saya”
 Gdebruaaakkk, hardikan itu nyaring terdengar, amarahnya memuncak. Aku tak mampu berkata, hanya bisa menundukkan kepala sambil mengutuk dalam hati, “mengapa Aku punya ide sekonyol itu mengarang puisi jerawat”. Sang senior bukan menyuruh Aku untuk menjauh, dia malah memanggil senior lain dan Aku disuruh membacakan lagi puisi sambil berdiri diatas meja. Aula yang sedari tadi bising dan ribut, tetiba hening. Kembali Aku berpuis, semua tergelak tawa, menertawai Aku yang sedang menjadi badut dadakan.  “Uraaang, caliaklah, Adiakko menyindir Ambo”  teriak sang Senior itu lagi sambil  menunjukkan jerawat batu diwajahnya, kemudian tertawa lebar disusul  gelak tawa senior-senior lain.
                Begitulah kesan pertamaku menempati asrama ini. Dimana Aku mesti melalui satu minggu masa perkenalan siswi asrama (MAPERSA), yang mengharuskan kami penghuni asrama baru meminta tanda tangan seluruh senior. Cerita naas soal jerawat bermula ketika mataku tertuju pada salah seorang senior dari kelas dua, berwajah  manis, mata bulat serta hidung mancung. Balutan jilbab lebar berwarna hijau laut, menambah aksen ramah dirinya. Aku menghampirinya kemudian berkenalan seraya meminta untuk berkenalan pastinya demi mendapatkan tanda tangan. Kemudian Ia memintaku untuk membaca  puisi, sebagai syarat mendapatkan tanda tangannya.  Manalah Aku hafal puisi, entah dapat ilham dari mana, kukarang puisi jerawat malam itu. Belum cukup puas mendengar Aku berpuisi, Kulihat Ia tersenyum jahat, kemudian  mengoperku kepada seorang Uni yang lebih senior, maka tragedi jerawatpun bermula.  
Tahukah apa yang Aku rasa, selama seminggu MAPERSA.?   Aku menjadi bulan-bulanan para senior lantaran puisi jerawat.  Hingga ketika Abang yang sedang kuliah di Universitas Andalas datang menjengguk, Aku tidak bisa lagi berkata-kata, kutumpahkan segala sedu sedan dihati. Aku menangis sesenggukan. Butuh waktu dua jam untuk meredakan tangisku, hingga semuanya jadi terasa lega.  Kehidupan diasrama memang penuh dengan makna, suka  maupun duka. Kesan pertama, terkadang memang tidak selalu harus manis. Manis pahitnya ku telan sendiri, Aku tak bisa mengadu, toh keinginan untuk bersekolah dengan sekolah berasrama adalah murni atas kehendak Aku sendiri. Ah.. seandainya dulu ada instagram, mungkin Aku sudah curhat lebay di instastory. Atau bikin hastag #SeniorGalaxs biar jadi tranding topic.
Hari-hari berlalu, dan aku mulai bisa beradaptasi. Mempunyai teman yang senasip sepenanggungan. Mengapa ku katakan begitu, sebab MAPERSA hanyalah awal dari OSPEK yang sebenarnya. Karena kami siswa kelas satu mesti menghadapi senior berlapis yaitu dari kelas dua dan kelas tiga. Apalagi ada undang-undang tidak tertulis “senior selalu benar dan jika senior bersalah maka kembali kepasal satu” terus berlaku.  Maka lengkaplah penderitaan kami.

Desa Seribu Kenangan

 Aku adalah seorang remaja tanggung yang berasal dari pulau Bintan Kepulauan Riau, merantau jauh demi menuntut Ilmu Agama pada sebuah sekolah Madrasah Aliyah Program Khusus yang terletak didesa Koto Baru Padang Panjang. Sebuah desa ditepi jalan lintas Sumatera dibawah dua kaki gunung Merapi dan Singgalang.  Di Desa itulah titik awal hijrahku. Aku baru mengerti batasan aurat yang syar’i, mana yang boleh tampak mana yang tidak boleh. Juga batasan pergaulan dengan lawan jenis, serta petuah haramnya pacaran dan wajibnya menjaga pandangan. Atas kesadaran sendiri Aku kirmkan pula surat PHK (Pemutusan Hubungan Kekasih) untuk pacarku ditsanawiyah. Ku kirimkan juga surat kepada Ibu, bercerita tentang sekolahku serta permohonan maaf atas kenakalanku sebelumnya. Aku belajar ilmu agama, mempelajari kitab kuning, tulisan Arab yang tidak berbaris juga menghapal Hadist Arbain. Baru ku tahu artinya ukhwah, lagu nasyid serta majalah Islami seperti sabili, Annida, tarbawi.

Aku bahagia dan bangga bisa bersekolah disekolahan itu. Bahagianya adalah masa-masa remajaku kulalui dengan semangat menuntut ilmu, apalagi kelas kami dipisah antara siswa putra dan putri. Kelas putri jauh dibawah belakang asrama. Didepan kelasku tampak pemandangan indah gunung Singgalang serta hamparan ladang wortel. Hawa sejuknya membuat hati  terasa tenang. Jika sedang jenuh melihat senior, Aku sering duduk-duduk di tangga dekat tabek, merenung sambil menikmati pemandangan Gunung Singgalang. Seringkali setiap panen tiba, kami turun keladang untuk membeli wortel dimakan mentah-mentah seperti kelinci. Jadi bagiku, cukup berimbanglah antara kekejaman senior dengan indahnya lukisan alam yang ada disekolahku.

Kini belasan tahun telah berlalu, namun kenangan akan asrama, gunung, sawah ladang wortel selalu tergiang ingatan. Bagaimana bisa Aku lupakan semua kenangan tentang asrama dan segala suka dan dukanya apalagi tentang puisi jerawat, serta lukisan alam yang sangat menakjubkan. Menatap Gunung Merapi yang berdiri gagah didepan gerbang sekolah, udara sejuk dan pemandangan gunung Singgalang dibelakang asrama, dingin penuh mesteri. Sungguh tak mampu kulukiskan dengan kata-kata.


Foto-foto kenangan diasrama masih kusimpan rapi.


Kelak ketika Aku berkesempatan mengunjungi sekolahku membawa serta kedua pasang malaikat kecilku. Aku ingin mengabadikan segala kisah dengan foto-foto disetiap sudut kenangannya. Tentunya menggunakan kamera smartphone yang mempuni, karena setiap sudut adalah kenangan.  Gunung, hamparan sawah dan derasnya air talago menyejukkan kalbu, dan sayang jika tidak di abadikanan tanpa jepretan. Tentunya mesti dengan smartphone yang kapasitas  memorynya besar, layarnya yang luas dan hasil gambarnya yang jernih.   Maka Aku mulai jatuh hati dengan smartphone HUAWEI nova 3i.

Lalu apasih keunggulan dari smaprtphone HUAWEI nova 3i, sini Aku bisikkin :

Pertama : Modelnya keren dan kekinian
Gambar : website huawei.com

Huaweinova 3i menyediakan model dua warna yang manarik yaitu : Black dan Iris Purple. Kemudian Layarnya 6,3  inchi FHD (2340 x1080) memberikan pemandangan yang luas untuk hasil yang memuaskan. Tentulah kan kita Aku suka memoret pemandangan alam.

Kedua : Memiliki Empat Kamera.
Gambar : website huawei.com

Jadi Huawei nova 3i  punya  empat kamera AI 24 MP + 2 MP di bagian depan dan 16 MP + 2 MP di belakang, Gunanya agar  foto yang  dihasilkan mengesankan dengan kejernihan yang tinggi. Kemudian dua kamera depannya dilengkapi dengan  teknologi AI scenery recognition yang kuat*. Agar ketika Kamu Selfi, gambar yang di ambil lebih alami dan natural.

Ketiga :  Memiliki Konektivitas Yang Kuat dengan AI
Gambar : website huawei.com

Dengan didukung teknologi AI yang dapat menon-aktivkan suasana berisik, pangilan bervolume rendah dapat ditingkatkan sehingga percakapan menjadi jelas dan berkualitas tinggi. Disamping itu juga dapat meningkatkan kinerja walau berada dibawah terowongan.

Kuy, dari semua keunggulan yang Aku sebutin tadi, yakin nggak mau segera ganti hape. Kalau Aku sih Iyess #2018 Ganti Smartphone

Tulisan ini diikut sertakan dalam giveaway di blog nurulnoe.com







“Sebenarnya Aku juga ingin sepertimu yang tetap dirumah namun bisa berpenghasilan”.
Makjleb, tiba-tiba seorang teman berkata begitu disela-sela obrolan kami. Sudah lama memang kami tidak bertegur sapa melalui telpon, entah mengapa saat menjelang magrib, Ia menelpon melalui nomor seluler. Bertanya kabar, lalu bercerita tentang aktivitas masing-masing, hingga sampai pada ungkapan, seperti tadi. Dengan nada berat temanku bercerita betapa sulit bin rumit menyelesaikan desertasi yang jauh berbeda dengan skirpsi maupun tesis. Pun Anak semata wayang menginjak akil baligh dan sudah mulai tidak patuh, malah lebih menurut pada sang Nenek ketimbang Mamanya sendiri. Galau akan permohonan sang Anak yang memintanya untuk berhenti mengajar. Aku simak curhatannya sesekali kasih motovasi untuk segera menyelesaikan diseratasi
Bagaimana bisa Ia punya anggapan seperti itu, sementara dulunya Aku juga pernah merasa ingin sekali berada diposisinya, punya segudang prestasi, pintar  serta mendapat kesempatan mengajar di almamater kami jurusan Pendidikan Bahasa Arab.  Satu-satunya teman sekelas masa Aliyah yang mendapat beasiswa s3 dan tengah menyelesaikan diseratasi untuk meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam. Masih tergiang ditelinga pesan Dosen kami Prof. Dr. H. Masnal Dosen mata kuliah Fiqih Lughah menjelang wisuda. Lanjukan mengambil S2, jadilah Insan Jami’I dan jangan mau jadi insan qurawi”.
gambar : pixabay
Sekilas kulihat sarung batik yang menjadi teman sehari-hari untuk beraktivitas. mengingat bertahun lalu Aku adalah seorang Mahasiswi dengan IPK 3,51,  aktivis dakwah kampus dan pernah menjabat sebagai KaBiro Kesektariatan  BEM Institut. Beberapa Cerpen ku juga pernah terbit di koran lokal Serambi Minang dan juga sudah punya buku Antalogi Cerpen bersama penulis kota Padang. Namun setelah menikah dan memiliki satu, dua hingga tiga Anak, Aku hanya menjadi ibu rumah tangga pada umumnya. Mencoba membuka Taman Kanak-Kanak juga bimbingan belajar dan pernah membuka restouan seafood, namun kandas ditengah jalan karena belum menemukan feel pada aktivitas tersebut.
Melihat tatapan anar Ayahku yang coba terus memaklumi Anaknya yang enggan menjadi PNS. Serta sindiran orang-orang,
Sarjana kok nganggur”                                                                           
”sayang dong ijazahnya”
“Buat apa sekolah tinggi, toh pada akhirnya ke dapur juga”
Siapa sih yang tidak ingin berkarier, berblazer rapi dipagi hari. Manusiawi jika hati kecil juga ingin mengaplikasikan ilmu yang didapat dikampus. Sewaktu masih punya dua anak, Aku juga pernah mengajar di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu, rasanya tidak tega meninggalkan dua anak masih Batita dengan pengasuh. Aku mengundurkan diri pada awal tahun ajaran baru.
Bertahun Aku merasa bukan menjadi diriku sendiri, hingga pada awal tahun 2017, atas ajakan teman kami mengikuti training menulis secara online. Kelas demi kelas Aku ikuti, juga mengkuti kelas status cantik agar Aku bisa percaya diri dalam membuat status difacebook. Blog personal yang sudah berdebu mulai kubenahi dengan bergabung dalam komunitas blogger. Aku belajar ilmu Personal Branding, dan kemudian konsisten menulis diblog pribadi. Susah payah Aku bengkit untuk mengembalikan rasa percaya diri. Aku dengan tipikal introvert dan tak pandai berkata-kata saat nampak ada yang kurang berkenan dihati, maka blog adalah sarana ternyaman bagiku dalam  meluahkan segala apa yang terpendam serta demi menjaga kewarasan menghadapi hari yang penuh tekanan.

Dedy Dahlan, Seorang motivation coach menulis dalam blognya, ada 10 alasan mengapa seseorang mesti ngeblog. Salah satunya dengan ngeblog, seseorang akan ketemu dengan passion dirinya. Begitu juga diriku yang pada akhirnya tahu bahwa passionku lebih kepada mempercantik tampilan blog, membuat website serta mengotak – atik kode html. Pertengahan tahun 2017, sudah ada teman yang ingin mempercantik tampilan blognya. Aku juga mendapat tawaran sebagai mentor kelas blogging @Joeragan Artikel, menjadi juri, menerima review produk dan menghadiri undangan soft lounching salah satu produk oleh – oleh khas kota Tanjungpinang. Menyenangkan bukan, berkomunitas dan bertemu dengan teman-teman yang mempunyai hobi yang sama. Ah.. rupanya banyak juga yang menginginkan bisa menulis dan berpenghasilan walaupun tetap harus dirumah.

Setelah melahirkan Anak keempat, Aku mulai kembali mengajar kelas blogging, menerima kelas privat blogging, menerima job Review dan setiap hari ada saja yang wapri minta blognya dibenahi. Alhamdulilah namanya rezeki anak, penghasilanku dari blog melebih UMR Kota Tanjungpinang, dan ini sangat membantu keuangan keluarga.

Mobilitas kerja dengan menggunakan laptop semakin tinggi tentu harus diimbangi dengan alat atau sarana yang mempuni. Laptop yang tengah kupakai untuk bekerja dibeli pada tahun 2012 saat hamil anak ketiga., telah enam tahun pula usianya. Nampak sudah mulai ringkih. Apalagi jika sudah dipakai lama, suka merajuk dan mati dengan sendirinya. Keyboardnya juga harus pakai keyboard external. Pula kipas angin dalam yang rusak, hingga aku mesti menambahkan alat penghisap panas external (vacum Cooler). Belum lagi hari-hari kulalui dengan penuh drama, akibat rebutan laptop dengan Anak, hingga emaknya terpaksa mengalah memilih bergadang tengah malam, menuntaskan pekerjaan.

Ada empat poin yang mengapa Aku harus segera #GantilaptopASUS
Satu : pengetikan laptop yang sebagian besar tidak berfungsi, sehingga dengan sangat terpaksa harus memakai keyboard external.

Dua : Kipas mesin telah rusak, maka aku juga mesti menambah alat pengisap panas external

Ketiga : Hanya punya satu laptop, jadi sering ada drama dengan anak-anak, maka tak heran emaknya terpaksa mesti mengalah


Keempat : Saat sedang bekerja, sering kali laptop tiba-tiba mati, perlu di diamkan setengah jam, baru dinyalakan lagi. Hal ini sangat menggangu sekali, apalagi jika sedang bimbingan privat blogging.

Dari semua poin diatas, sepertinya mau tidak mau #2018Ganti Laptop. Namun, tersebab masih ada beberapa kebutuhan pokok yang mesti dipenuhi. Impian membeli laptop baru masih prioritas kesekian, kata suami Jika masih bisa diperbaiki, maka perbaiki saja dulu.
Membaca status Mbak Uniek yang muncul ditimeline facebook tentang lomba laptop Asus, seoalah-olah mendapat angin segar siapa tahu Allah menghadiahi laptop baru dari jalan ini (ngarep dot com. Wkwkwkwk).
Kalau sedang mencari inspirasi dan jenuh dirumah, sering bawa anak – anak keperpustakaan daerah, bawa mereka kebagian buku anak, tempatnya nyaman, anak-anteng baca buku dan emaknya juga bisa kerja.
 Makanya mupeng punya laptop  Asus.  Bodynya yang slim hanya 1,92cm (ngga sampai 2 cm), serta beratnya hanya 1,6 kg cukup ringan untuk ukuran layar 14 inci membuat ASUS Vivobook Flip TP410 semakin oke buat dibawa kemana-mana.
Gambar :Asus.com
gambar : asus.com
Ada lima keunggulan laptop ASUS Vivobook Flip TP410 yang akan buat Aku, Kamu tergila-gila sehingga ingin segera memilikinya.

Pertama : Desain yang cantik, ramping, stylish dan ringan sehingga mudah dibawa-bawa
Gambar :Asus.com
Asus Vivobook Flip TP410, memiliki berat yang ringan 1,6 kg dan tipis 1,92 cm sehingga mudah dibawa kemana-mana. Dilengkapi dengan prosesor Intel Corei7 generasi 7 dengan memory16 GB. Memberikan kerja maksimal dan hemat energi.

Kedua : Teknologi canggih dengan tampilan nanoedge
 
Gambar :Asus.com
Dengan desain NanoEdge-nya, VivoBook Flip 14 memiliki fitur 78,7 yang luar biasa. % rasio screen-to-body dan area tampilan yang lebih besar untuk tampilan yang lebih mendalam.  Tampilan Full HD juga menampilkan teknologi wide-view 178 technology.

Ketiga : Layar Sentuh dengan sentuhan ultra-akurat dan audio Sonic Master dirancang untuk suara yang luar biasa.
Gambar :Asus.com

Keempat : Memiliki batre yang tahan lama dan pengetikan yang mudah.

Gambar :Asus.com

Kelima : Memiliki konektivitas dan transfer data super cepat. 
Juga terintegrasi satu port USB 3.0 dua port USB standar dan HDMI untuk menghubungkan ke berbagai perangkat dan periferal.
Gambar :Asus.com

Laptop Asus sendirimendapat empat penghargaan dengan nilai delapan dan mendapat bintang 4. Bahwa Laptop ASUS Vivobook Flip TP410 adalah laptop multifungsi dan dapat digunakan sebagai laptop maupun tablet

Gambar :Asus.com


huwaa...
baca spesifikasi laptop ASUS Vivobook Flip TP410, jadi ingin segera memilikinya, disamping ringan, tipis laptop ASUS Vivobook Flip TP410 juga sebagai multifungsi. Jadi sangat cocok buat Kita-kita yang memiliki mobilitas tinggi dalam penggunaan laptop.

ASUS Laptopku Blogging Competition by uniekkaswarganti.com.

Info lombanya dari sini yaa 





Revolusi Industri 4.0 telah didepan mata, terlebih ketika Bapak Presiden Jokowi meresmikan peta jalan atau roadmap yang disebut MAKINGINDONESIA 4.0.  revolusi Industri Generasi keempat diperkenalkan oleh Profesor Klaus Schwab, seorang ekonom asal Jerman, yang menulis buku The Fourth Industrial Revolution, bahwa konsep itu telah mengubah hidup dan kerja manusia (sumber : Detiknet )
Hingga saat ini ada 4 tahapan revolusi indiustri yaitu : Revolusi Industri pertama pada abad ke-18 dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt, hal itu membuka peluang besar-besaran bidang lainnya seperti pertanian, manufaktur, pertambangan, dan transportasi. Penemuan mesin Uap sebagai pertanda akan kemudahan aktivitas manusia dapat ditolong dengan aktivitas mesin.
Revolusi Insdustri kedua pada abad ke – 18 dengan ditemukannya listrik dan alat telekomunikasi. Kemudian disusul revolusi industry ketiga setelah perang dunia kedua, dimana manusia membutuhkan percepatan kerja seperti ditemukannya computer, telpon seluler pada abad -20 yang dikenal dengan revolusi teknologi. Sekarang kita sedang hidup pada era revolusi industri 4.0 dengan ditemukannya  internet. Fungsi internet saat ini tidak hanya sebagai mesin pencari tapi segala aktivitas manusia sebagian besar memerlukan internet.

             Sabtu,  1 September 2018, Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STT) Bandung, mengadakan seminar Nasional Telekomunikasi dan Informatika (SELISIK 2018). Acara yang digelar setiap tahun ini mengangkat tema Menyiapkan Sumber daya Manusia Untuk Menghadapi Industri 4.0 dengan hastag #MAKINGINDOENSIA 4.0. Seminar ini  bertempat di Haris Convention Festival Citylink Bandung, Alhamdulilah saya berkesempatan meliput acara ini secara online dengan menonton live di Instagram STT Bandung. Adapun sebagai keynote speakers dalams seminar ini adalah Bapak Ir. Priyantono Rudito M.Bus Ph.D Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia Kementrian Pariwisata dan Bapak Prof M. Suyanto Rektor Amikom Yogyakarta.

Seperti pada random acara yang mundur 30 menit dari jadwal yang ditentukan, Seminar SELISIK 2018 dibuka dengan mendengarkan kumandang lagu Indonesia Raya disusul dengan Persembahan Tari dari Unit Kegiatan Mahasiswa Tari Rampak Kendang dan Angklung  STT Bandung. Selanjutnya Laporan Ketua Panitia Seminar Nasional Telekomunikasi & Informatika SELISIK 2018 oleh Ibu Harya Gusdevi, S.Kom., M.Kom. Kata Sambutan dari Ketua STT Bandung Bapak Muchamaad Naseer, S.Kom, MT. Kata Sambutan Ketua APTIKOM JABAR Bapak Prof. Dr. Ir. H. Eddy Jusuf Sp,. M.Si, M.Kom. Dan Kata Sambutan sekaligus membuka Seminar Nasional Telekomunikasi & Informatika SELISIK 2018 Oleh Kepala LLDIKTI Wilayah Iv, Bapak Prof. Usman Seherman AS, M.Pd. Setelah itu dilakukan penandatanganan MoU IndoCEISS dan NERIS dengan Perguruan Tinggi yang tergabung di IndoCEISS dan NERIS sebagai wujud kerjasama berkelanjutan.
      Kemudian dilanjutkan dengan pemberian cendramata dan pengumuman pemenang lomba SELISIK 2018 dengan kategori diantaranya: Games, Animasi dan Aplikasi. Setelah coffe Break masuk kepada acara inti dengan keynote spekears pertama Bapak Ir. Priyantono Rudito M.Bus Ph.D Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia Kementrian Pariwisata, dengan mengangkat topik Menyiapkan Sumber Daya Manusia Untuk Menghadapi Industry 4.0 dengan mengembangkan Digital Mastery. Dengan mengembangkan konsep 3 C : Context, Concept dan Content.

Revolusi Industri 4.0 nyatanya berkembang pesat dengan kacanggihan teknologi orang bisa mengakses internet kapan saja dan dimana saja.  Semua layanan dengan mudah didapatkan menyesuaikan dengan kebutuhan kita. Ditambah lagi dengan sosial media menjadikan akses informasi semakin mudah. Segala aplikasi di buat menyesuaikan kebutuhan, maka jangan kaget jika nanti kita bisa menikmati self delivery packages seperti yang digagas oleh VEHO Technologies dengan platform yang memungkinkan siapa saja bisa mengantar paket kirimannya sendiri dengan kendaraannya sendiri.
Kemudian layanan kesehatan, yang awalnya orang berobat dengan datang dan antri di Rumah Sakit, namun Revolusi Indistri 4.0 menghadirkan aplikasi “halo doc”  yang dikembangkan oleh VALIDIC. Sehingga adanya aplikasi tersebut memberikan berbagai kemudahan diantaranya bebas antrian, proses administrasi yang cepat sehingga bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Contoh lain adalah Dronebella (payung drone), digital fortex dan lainnya yang kesemuanya teknologi itu sangat memanjakan manusia.
         Percepatan revolusi industry 4.0 diluar perkiraan sangat membutuhkan sumber daya manusia yang berkuliatas. Seperti pesan Bapak Ir. Priyantono Rudito M.Bus Ph.D : 
Untuk menghadapi Industri 4.0, aspek utama yang harus segera disiapkan adalah Human Capital (SDM) Secara khusus, penyiapan Human Capital dilakukan dengan mengembangkan Digital Mastery (Digital Leadership dan Digital Capability) Pendekatan membangun Digital Mastery dengan pendekatan TRILOGI:
1.Experiential Learning
2.Coaching
3.Unlocking from Within

Implementasi trilogy memerlukan kolaborasi antar Generasi Untuk mengakselerasi dan mencapai hasil yang maksimal, perlu di bentuk Spirit Quadrant ke-9
Quadrant-9 Spirit “Hidup terlalu berharga untuk dilalui tanpa karya besar bagi sesama” (Priyantono Rudito, 2018)
Materi kedua adalah pemaparan HUMAN CAPITAL : Develomant In Industrial 4.0. Oleh Bapak Prof. M. Suyanto Rektor Amikom Yogyakarta. Human Capital Development in Industrial 4.0: AMIKOM University Experience. Pada sesi kedua diawali dengan pemutaran film animasi Ajisaka. Bapak Prof M. Suyanto memiliki banyak pengalaman dan prestasi diantaranya : beliau suskes dalam pembuatan film animasi Battle of Surabaya. Film animasi ini berhasil mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional.
Beliau menjelaskan bahwa generasi 4.0 sumber daya manuisa akan terbagi dalam empat bagian :  Professional, Entrepreneur, Sciencetist & Artist.  Selanjutnya Revolusi Industri 4.0 mengharuskan kita untuk memperluas jaringan atau network dan inovasi adalah hal yang sangat diperlukan.
Era revolusi insdustry 4.0 telah dimulai perkembangannya sangat pesat. Oleh sebab itu diperlukan SDM yang tangguh, kreatif dan inovatif agar bisa bersaing secara global. Saya ingat perkataan seorang pemateri dalam kuliah whatapss “Dalam dunia digital, yang di perlukan adalah berubah, jika tidak berubah maka akan punah”