Siapa yang tak kenal dengan Tanjungpinang,  Ibukota Provinsi Kepulauan Riau. Letak ibukota yang strategis karena berbatasan langsung dengan dua negara yaitu Singapore dan Malaysia, menjadikan Kota ini selalu ramai untuk dikunjungi, baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara.

Nah, bagi kamu yang menyukai treveling,  pasti dong, setiap traveling selalu ada yang minta dibawakan oleh-oleh.  Kira-kira ke Tanjungpinang oleh-olehnya apa ya..  (*mikir keras)

Zaman udah berubah,  kalau dulu masa saya kecil mata ini selalu berbinar memandang goreng pisang yang terhidang dipiring.  Makan jagung yang direbus dicampur kelapa parut dan gula pasir,  sudah bikin mata ini merem melek menikmati gurihnya jagung dicampur kelapa dan gula.  Namun anak - anak sekarang beda,  ngikutin perkembangam zaman lah judulnya.  Makan pisang goreng,  maunya ditaburi parutan keju dan susu. Makan jagung rebus juga pakai keju dan susu.  Kalau saya dulu udah puas dengan es lilin.  anak-anak zaman now maunha es dibelender,  kasih toping mises, chaca dan susu.

Selamat datang generasi keju,  yang kebanyakan orang bilang "Generasi Zaman Now". Semuanya serba kekinian.  Termasuk oleh - oleh juga mesti kekinian dong.  Kalau dulu lidah masih selera tradisional,  lidah sekarang maunya kekenian.
Judulnya tuh,  saya dan beberapa teman yang tergabung dalam Tanjungpinang Blogger,  berkesempatan menghadiri Meet and Greet Pinang Paleo, pada Minggu,  25 Februari 2018. Tidak hanya blogger lho yg diundang,  hadir juga para selebgram Tanjungpinang/influencer dan para awak media.
Acaranya bertempat dicafe kebon kilometer 5 Tanjungpinang.  Ups..  Pinang Paleo??. Kepo kan dengan namanya.  Pinang Peleo adalah nama cake kekinian dari Kota Tanjungpinang dengan jargon "oleh-oleh Tanjungpinang Kampong Kite"
Acara meet and greet sekalian pre lounching cake Pinang Paleo.
Sebelum acara dimulai, kami diberikan sesi photo - photo cake yang telah di tata rapi,  lanjut penjelasan Mas Yan selaku marcom Pinang Paleo.

Pada kesempatan itu,  beliau menjelaskan bahwa pinang paleo adalah brand perdana oleh - oleh kekinian dari Kota Tanjungpinang.  Dan telah ada outlite resminya di jalan DI Panjaitan km.  9 Tanjungpinang bersebelahan dengan KFC.  Dari penjelasan Mas Yan, Pinang Paleo adalah sebutan untuk creamy cheese cake dengan enam varian rasa yaitu : cheese,  greenntea,  durian,  red velved,  black cokelat dan cokelat hazelnut.  Soal harga masih nyaman di kantonglah,  kisaran 65K sampai 68 ribu rupiah.

Setelah pemaparan dari Mas Yan selaku marcom Pinang Paleo,  dilanjutkan sesi icip - icip. Nah,  ini moment yang paling dinantikan.  Saat itu saya mengambil 5 potong cake Pinang Paleo,  wkwkwk maklum bumil.  Semua varian dirasa dan taraaaa..  Buat saya yang endes dilidah adalah varian durian.  Rasa duriannya lemer dilidah hmm nyammi. Lanjut dengan varian black cokelat,  lelehan cokelatnya benar - benar terasa.  Lanjut cheese,  red velved,  green tea dan huzelnut, pokoke cake pinang paleo benar-benar memanjakan lidah.

Cuma karena ini baru free lounching, jadi cake belum bisa dibeli untuk dibawa pulang.  Namanya emak - emak tetap saja pengen bawain buat bocil jadilah minta ke owner agak sepotong,  dua potong wkwkwk.
Eiit,  tunggu grand lounchingnya yaa di outlite pinang paleo pada tanggal 3 - 4 Maret 2018. Menghadirkan tiga artis ibukota, : Rizki Alatas,  Rama Michele dan Tomy Kurniawan. Sepuluh yang beruntung akan berkesempatan makan siang bareng mereka.  Pinang Paleo nantinya juga akan bagi-bagi voucher sebesar sepuluh ribu rupiah,  jadi kamu bakalan bisa membeli cake Pinang Paleo dengan menggunakan voucher pada hari tersebut.
Jangan lupa ya,  datang rame - rame pada tanggal tersebut, buat icip - icip cake kekinian buatan asli anak Tanjungpinang.

Images : www.hipwe.com
Sejak ditayangkan film Dilan di bioskop seluruh Indonesia pada 25 Januari 2018 lalu, demam Dilan pun masih berlangsung hingga kini, apalagi beberapa quotes dalam percakaan Dilan yang menjadi viral oleh pengguna sosial media. Dilan adalah sebuah film remaja dengan genre romansa cinta zaman SMU. Film ini adaptasi  dari sebuah Novel karya Piddi bercerita tentang kisah cintanya pada masa SMU tahun 1990 bersama seorang  gadis bernama Milea. Seketika itu juga film ini meraup jutaan penonton dengan latar belakang anak-anak remaja. Berbagai kemungkinan film ini begitu digemari oleh kaum remaja, dikarenakan pemeran utama adalah Iqbal Ramadhan mantan personil Coboy junior (CJR) yang walaupun kini para personil CJR memilih bersolo karier, namun Iqbal masih tetap menjadi favorit dikalangan remaja.
                Walaupun film ini bertema cinta ala anak remaja, namun film ini lebih  banyak di viralkan oleh emak-emak netizen pada akun sosial mereka.  Qoute Dilan tentang cinta yang membuat sesiapapun akan berbunga-bunga membacanya. Namun tidak bagi emak-emak. Quoete Dilan yang sangat viral adalah tentang Rindu. “JANGAN RINDU, BERAT, KAU TAK AKAN KUAT, BIAR AKU SAJA”.
                Tentulah qoute tersebut memunculkan beragam reaksi dikalangan emak-emak karena telah mencicipi asam garam kehidupan. Mereka menganggap Rindu dan jatuh cinta tidaklah seberat irama hidup yang mesti dijalani.

Seperti stutus saya beberapa waktu lalu

Dilan, yang bikin deg-degan bukan jatuh Cinta, tapi jatuh tempo”

Ada pula yang nulis begini “Dilan, kalo kata suami saya yang berat itu bukan kangen, yang berat itu kalo saya minta gendong” (Akun Yeptirani)

“Kata Dilan Rindu itu berat, jadi  biar dia saja, kalo Akuh sih rindu ada hibah lagi, bisa lolos lagi  biar biaya hidup tidak berat” (Akun Rina Indrayani)

“Kau tahu memendam rindu itu berat, Lebih berat lagi memendam ide status cantik KCS reborn” (Akun Malica Ahmad)

"Kata Dilan rindu itu berat.
Kata yang belajar buat blog, buat navigasi, pasang template, ngelihat kode html itu yang berat (Akun Dira Indira)

Dunia pernikahan sejatinya mengantarkan seseorang kepada kehidupan yang realistis dan nggak muluk-muluk. Seperti hidup tak boleh hanya bermodalkan Cinta, sebab motor butuh bensin, anak-anak butuh susu dan untuk membeli semuanya perlu uang itulah hidup yang realistis. Jadi perkara Rindu hanyalah hal kecil dalam fase kehidupan. Bagi yang memiliki tagihan setiap bulan yang bikin berat itu adalah jatuh tempo bukan jatuh cinta. Ada yang berharap terima beasisiwa agar hidup tidak terasa berat. Bagi penulis yang berat itu bukan rindu melainkan menjaga konsisten menulis dan mencari ide.Dan untuk saya saat ini yang berat itu buka rindu, akan operasi ceasar ke empat kalinya itu yang berat, sungguh berattt
Ya, semua orang khususnya emak-emak punya defenisi berat versi mereka sendiri. Perkara rindu adalah sekelumit hal kecil dalam fase kehidupan yang mesti dijalani.
Sekali lagi kukatakan, rindu tidaklah terlalu berat. yang  berat itu beban hidup yang mesti di tangngung pada zaman yang serba sulit begini.

Salam emak blogger
               
Sejak awal 2018, baru sekali saya posting tulisan diblog, beberapa kemungkinan menyebabkan ini terjadi diantaranya saya tak bisa berlama-lama duduk didepan laptop mengingat perut yang semakin membesar. Namun nyatanya tidak menuliskan sesuatu itu terasa menjenuhkan. Bukankah dulunya saya pernah mengatakan alasan menulis di blog prbadi adalah guna menjaga kewarasan. Hi hi hi
Apatah lagi dalam kondiri wahnan ‘ala wahnin begini, dimana segala aktivitas sudah mulai terasa sulit,di tambah dengan sulitnya tidur dimalam hari, kaki yang sering terasa nyeri setiap malam dan banyak, banyak, banyak lagi hak-hal rumit yang buat hati galau maksimal. Seorang teman difacebook menyarankan dengan memberi ide menulis seputar kehamilan. Benar juga ya, banyak kisah dalam proses hamil anak keempat yang memang harus saya tuliskan. Biarlah blog ini, untuk sementara waktu menjadi blog tempat saya ngeluarin unek-unek, jadi bagi yang baca jangan muntah yee xixixixixi.
Ini adalah kehamilan keempat saya alias anak keempat, jadi bisa dibilang cukup berpengalaman dengan kehamilan yang telah beberapa kali. Namun tetap saja, moment mengandung menjadi hal terberat bagi seorang Ibu. Apalagi usia kehamilan yang sudah menginjak 31 minggu, artinya dek bayi akan segera lounching dalam hitungan minggu. Perut yang semakin membesar, aktivitas sudah mulai terasa payah, tapi semua itu tetap harus dilalui dan dinikmati.
Hamil anak ke empat, dengan ini berarti kemungkinan besar saya harus menjalani operasi ceasar untuk keempat kalinya ditambah dua opearsi sebelumnya yaitu operasi usus buntu dan pengangkatan tumor jinak di kelenjar air susu. Walau telah beberapa kali masuk keruang operasi, tetap saja ada rasa worry membayangkan meja operasi, gunting, pisau dan jarum suntik. Namun semua itu memang tetap harus dihadapi dengan santai dan tenang.
Tidak banyak yang berani untuk hamil yang keempat kalinya dengan riwayat tiga kali ceasar. Biasanya DsOG, sering menyarankan steril atau tubektomi pada kehamilan ketiga. Tapi mendapat informasi beberapa teman yang telah suskes melahirkan dengan riwayat empat kali ceasar membuat saya juga semakin yakin bahwa itu akan baik-baik saja. Waktu kontrol sebulan yang lalu, saya bertemu dengan seorang Ibu berumur 39 tahun dengan usia kandungan 8 bulan. Riwayatnya juga sama akan menjalani ceasar untuk keempat kalinya. Namun bedanya anak ketiga si ibu ini baru berusia satu setengah tahun, dan anak pertamanya juga masih berumur enam tahun.
Wajahnya memang tampak lesu, wajar wahaj ibu-ibu hamil, mendengar  dekatnya jarak antara anak ketiga  dan anak keempat si ibu tersebut, membuat wory saya selama ini tentang rahim yang pecah, pendarahan sedikit berkurang. Hal ini lantaran anak ketiga saya Bulan Maret ini akan genap 5 tahun. Alhamdulillah menjelang memasuki bulan kedelapan masa kehamilan, kondisi saya baik-baik saja. Segala kekhawatiran diawal kehamilan seperti yang diucapkan dokter seperti pecah rahim, pendarahan, keguguran, prematur belum terbukti.  Sebulan lagi, jika baby siap dilahirkan semoag semuanya akan berjalan baik-baik saja. Tetap berpikiran positif itu kuncinya.

Gambar : pixabay