Letak kota Tanjungpinang yang  berada pada gugusan pulau-pulau di Kepulauan Riau, menjadikan saya hanya pulang setahun sekali ketika libur panjang dibulan Ramadhan. Dahulu harga tiket pesawat jauh dari kata terjangkau. Maka alternative selanjutnya, mesti mengunakan kapal Pelni dengan rute Tanjungpinang – Dumai yang berlayar 1 kali dalam dua pekan. Dari Dumai perjalananpun dilanjutkan dengan menggunakan bus antar provinsi yang menghabiskan waktu satu hari perjalanan.
Liburan panjang itu  membuat kami sesama  warga asrama rindu akan suasana dan hiruk pikuknya kegiatan asrama. Antrian mandi, angkat kayu bakar, jadwal piket ambil  nasi, apalagi pengumuman  dari qismu lughah untuk meng iqab pelanggar bahasa yang di tunggu-tunggu setiap lepas sholat magrib. Itu menjadi hiburan tersendiri bagi kami. Sebab itu, membuat hati ingin segera menuntaskan libur dan kembali keasrama. Bagi teman-teman, kedatangan saya keasrama adalah yang paling di tunggu – tunggu J J J J, karena alm ibu selalu membekalkan aneka kue kering dan minuman kaleng yang memenuhi isi koper sebagai oleh-oleh buat teman-teman.
Image :Google
“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan baik bagimu (yaitu) bagi yang mengharap Rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah swt (Q,S Al Ahzab 21)
Allah menjelaskan bahwa, Rasulullah Sholaullahu’alaihiwasalam adalah contoh bagi kehidupan manusia. Segala aktivitas beliau memang telah di rancang Allah sedemikian rupa, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Kesemuanya itu adalah contoh  dari Allah agar di tiru oleh semua manusia.
Dalam hadist juga di jelaskan tentang fisik Rasulullah, seperti yang di riwayatkan oleh Ibnu Sa’ad.  Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Sholaulallahu’alaihiwasalam, dada dan perut beliau rata. Pada hadist lain juga di jelaskan tentang,  fisik beliau yaitu bertubuh sedang. Kulit berwarna cerah  tidak putih dan tidak pula hitam.
Rasulullah memiliki tubuh yang ideal, hal ini karena beliau selalu menjaga apa – apa yang masuk kedalam perut nya. Yuk simak  kebiasaan Rasulullah Sholaulallahu’alaihiwasalam  dalam keseharian beliau :
Saya lahir dan di besarkan di tanah melayu, Kepulauan Riau bernama, sebab  terdiri dari beberapa pulau. Walaupun begitu, saya masih tetap keturunan Minang dan berdarah Minang. Karena itulah di tahun 1999 saya terdampar di asrama putri , Madrasah Aliyah Program Khusus di desa Koto baru Padang Panjang. Letak sekolah kami  sangat strategis di tepi jalan lintas sumatera. Tepat dikaki dua Gunung, Merapi dan Singgalang.
Abu barelang yang keluar dari mulut gunung Merapi, itu sudah jadi hal yang biasa. Karena kami selalu menyaksikannya setiap pagi.  Di sana saya belajar kitab kuning dengan tulisan arab yang tidak berbaris, ditambah padat nya kegiatan asrama. Terkadang sering muncul juga persaan jenuh, apalagi jauh dari keluarga. Jika sedang merasa seperti itu, saya langsung menuju belakang asrama , duduk di tangga menghadap tabek (kolam ikan) sambil  menikmati indahnya pemandangan gunung Singgalang secara dekat. Tampak pula para petani dan hamparan kebun wartel yang berjejer. Sungguh pemandangan itu membuat rindu keluarga terobati.
Poligami telah menjadi kebiasaan dikalangan para bangsawan zaman dulu. Mereka tidak hanya memiliki isteri satu, namun juga sampai empat. Bahkan mereka juga memiliki gundik atau budak lebih dari sepuluh. Dinikahi secara resmi baik itu menjadi isteri, kesatu atau keempat menjadi kehormatan bagi seorang perempuan. Sebab menjadi istri seorang bupati dan pejabat merupakan sebuah kebanggaan.
Raden Ajeng Kartini terlahir sebagai perempuan Jawa, perempuan ningrat, dengan segala peraturan mengikat, terlebih pada zaman dulu.  Ayahnya bernama Raden Mas Adipati Sosrongingrat dan ibunya bernama M.A. Ngasirah anak dari Kyai Haji Madirona dan Nyai Hajjah Siti Aminah  seorang guru ngaji di teluk kaur jepara. Sebelum menjabat sebagai bupati, ayahnya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial Belanda waktu itu mengharuskan seorang bupati beristrikan seorang bangsawan, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Ajeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah itu barulah ayah Kartini di angkat menjadi Bupati Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, Raden Adipati Tjitrowikromo.
Sumber Gambar : Google
Setiap anak terlahir membawa fitrah kejujuran. Karena itu, mereka cenderung menyampaikan apa saja yang dilihat dan didengarnya kepada orang dewasa. Orang tua dan lingkungan, adalah dua faktor penting dalam menanamkan kejujuran pada seorang anak, terutama saat mereka masih berusia dini. Jika anak telah terbiasa untuk bersikap jujur sejak kecil, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang bijak saat dewasa nanti.
Untuk menanamkan kejujuran pada anak, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Antara lain adalah menghindari reaksi negatif terhadap apa yang disampaikan anak. Jangan memarahi, apalagi membentak, saat anak mengakui kesalahannya. Sebaiknya, berilah penghargaan atas tindakannya. Memarahi anak justru akan membuatnya takut untuk bicara jujur di masa depan.
Dokter Zakir naik, semua orang pasti mengenalnya. Pendakwah kondang yang tidak hanya masyuhur di kalangan muslim, tetapi juga terkenal dikalangan non muslim melalui ceramh-ceramahnya di telivisi  maupun di youtube dan di tonton seluruh penjuru Dunia.
Ulama asal India ini telah melakukan kunjungan ke Indonesia dengan tema “Zakir Naik Visit Indonesia” sejak tanggal 31 Maret sampai 9 April 2017, dan melakukan tour di lima kota besar : Bandung, Yogyakarta, Ponorogo, Bekasi serta Makassar. Beliau ke Indonesia bersama Istri  dan anak-anak nya yang kesemuanya adalah pendakwah.
Namun ada yang unik dari keluarga dokter Zakir Naik ini, seperti yang di tuturkan Ippo Santoso dalam akun facebooknya  Rabu 4 April 2017
Macan ternak adalah singkatan dari mama cantik antar anak, seperti “mahmud abbas” mama muda anak baru satu. Istilah macan ternak baru muncul belakangan ini dikalangan ibu-ibu pengguna media sosial, yang di tujukan untuk para emak yang menjadi driver antar jemput anak, baik kesekolah maupun ke tepat les, macan ternak ini kemana saja selalu ready, demi siapa lagi, kalo bukan demi si buah hati.
Nah, bagi para emak yang merasa bagian dari macan ternak, khususnya bagi Anda yang mengendarai sepeda motor, simak tips kece agar aman dalam perjalanan :
1.       Biasakan selalu untuk membaca doa naik kenderaan.
Berdoa saat naik kenderaan sangat di anjurkan, sebab kita tidak  bisa tahu bahaya yang akan terjadi selama dalam perjalanan, oleh karena itu kita mohon perlindungan dari Allah swt
Risalah ini di tujukan buat teman-teman, kakak-kakak, adik – adik seperjuangan, semasa diasrama dan saat kita tinggal diwisma akhwat,  juga untuk siapa saja yang dulu pernah mengecap manisnya dakwah, ukhwah dan hidayah, ketika dikampus dengan label ADK, Aktivis Dakwah Kampus.  Sudah lama ku ingin menuliskan gelisahan di hati, tentang aku, kamu, kita dulu dan kini.

Ukhti, ingatkah dulu saat kita masih di kampus, menjadikan kampus tidak hanya sekedar belajar teori, namun lebih dari itu, kita berkumpul membuat sebuah komunitas guna menjadikan kampus sarana pembelajaran sejati yang berbalut dakwah. Kita berpacu menebar kebaikan dengan semangat menjadikan kampus Islami.