AWAS !! ADA PEDOFILIA DI SEKITAR KITA, PART I

by - 04:00

Sumber gambar google
Ini cerita saya suatu sore minggu lalu, saat anak saya bermain bersama anak-anak tetangga mereka berkumpul, karena seperti biasa anak sulung saya, hafizah  menggelar dagangnnya di depan rumah. Ketika itu saya lagi berada di ruang tamu mengajar anak les, tiba – tiba Hafizah berlari masuk kerumah dan ketakutan, wajahnya pucat, sambil mengatakan “ummi tadi ada orang suruh Hafizah naik motor”
Saya langsung keluar, nampak seorang laki-laki  separuh baya mengendarai honda beat memakai  jeket, dan mengendarai motor berlalu menjauh  kira – kira 5 meter dari kami lalu  berhenti, sambil pura-pura menelpon  seseorang. Saya terus memperhatikan bapak tersebut dari  teras rumah. Ingin menegur orang tersebut, tapi saya kuatir sebab suami sdang berada diluar kota. Dalam benak saya sudah berpikiran yang macam-macam dan berperasangka buruk tentang pedofilia atau predator seksual.

Selang beberapa menit pengendara Honda beat itu pergi, anak-anak sekitar komplek yang tadi bermain di blok C berkerumun mengadu kesaya dan  memberitahu
"ummi sebenarnya orang itu dari tadi udah keliling-keliling sekitar sini, dari tadi manggil-manggil Rara dan mau kasih uang katanya”
Rara adalah teman main Hafizah, ketika ketika itu lagi duduk di belakang hafizah saat orang tersebut memangil – manggil.  Rara seumuran anak saya, memiliki paras yang cantik, berkulit putih, rambut panjang tergerai dengan  mata bulat berbinar. Setelah saya mengantar anak les pulang kerumah dan menginformasikan agar waspada terhadap penculikan anak, saya bertemu dengan ibu Rara, lalu kami terlibat beberapa obrolan, beliau bercerita bahwa orang tersebut adalah tukang perumahan kami dan pekerjaannya telah selesai kemaren. Dia sekampung dengan orang tua Rara sama-sama dari Tarempa, juga pernah diajak ngobrol di rumah sama ayahnya Rara, namun baru kenal disini. Sebelumnya ibu Rara juga mempunyai firasat yang tidak baik terhadap orang tersebut. Sejak sore itu, sipengendara beat tak pernah tampak di perumahan kami lagi, Wallahu’alam apakah orang tersebut fedofil atau tidak, yang pasti dari cara nya memanggil anak-anak ada indikasi kearah sana.
Isu yang marak saat ini adalah isu penculikan anak dengan penjualan organ tubuh serta fenomena fedofilia yang semakin marak di Negara kita. Menurut Instasi Federal Amerika FBI,  Indonesia merupakan negera yang mempunyai tingkat kekerasan seksual yang tinggi di Asia Tengggara. Sedangkan menurut data KPAI kekerasan seksual pada anak meningkat setiap tahunnya,
Berikut adalag daftar 6 negera dengan tingkat kekerasan seksual yang tinggi :
1.       Inggris
2.       Afrika Selatan
3.       India
4.       Zimbabwe
5.       Amerika Sarikat
6.       Indonesia
Terlepas dari hal itu kita sebagai orang tua mempunyai peran besar terhadap penjagaan dan pengawasan anak. Ada beberapa hal yang mesti dilakukan oleh orang tua dalam pengawasan terhadap anak :
  1.  Ajari anak untuk memakai pakaian yang sopan, walau masih kecil ajari untuk menutup aurat. Sebab predator seksual kerap mengamati aktivitas anak-anak saat bermain.
  2.  Ajari anak untuk tidak berbicara dengan orang asing yang tidak di kenalnya dan jangan menerima permen dari orang asing
  3. Ajari anak tentang pendidikan seks bukan dalam artian hubungan suami istri, pendidikan seks disini adalah :-  memberitahukan tentang jenis kelamin - jenis pakaian yang mesti di pakai oleh laki-laki dan perempuan - bagian mana yang boleh di sentuh dan yang tidak boleh di sentuh oleh orang lain - hanya orang tua yang boleh mencium pipi si anak. 
  4. Ajarkan mereka berteriak, menggigit dan berlari  ketika ada orang yang berniat tidak baik
  5. Terakahir adalah pendidikan agama yang di perlukan anak sebagai bekal masa depannya


*** Bersambung

You May Also Like

0 komentar