TOUR DE SITINJAU

by - 11:47

LATE  POST 13 April 2016

Ngap ngap, alhamdulillah.. akhirnya kami mendarat juga dengan selamat di Bandara internasional Minangkabau, tanpa menunggu lama, setelah antrian bagasi, kami bergegas keluar bandara dan langsung mencari taxi menuju kediaman adik ipar yang telah menunggu dari tadi di durian Taruang arah ke Kampus Unand Rumahnya, bermalam disana satu malam melepas penat yang tersisa.
Awal nya bersama suami kami berencana untuk berangkat langsung ke Kampung Buya di Solok Selatan, sebab mertua telah menunggu, namun pendapat dari adik ipar alangkah bagusnya perjalanan di lakukan ba’da subuh sebab pada saat itu truk – truk besar sedang beristirahat. Adapun rute yang akan kami lewati adalah   Sitijau Lawik, Alahan Panjang (kebun The) dan cubadak. Sitinjau Lawik adalah jalanan mendaki, bertikungan tajam, diapit oleh tebing dan jurang, yang menghubungkan antara kota Padang dan Kabupaten Solok dimana jalan tersebut termasuk dalam  jalan raya  lintas Sumatera yang terbentang dari utara (Kota Banda Aceh) ke selatan (Pelabuhan Bakaheuni provinsi Lampung) menuju Jakarta. Dan Kota Padang termasuk dalam jalur kota lintas Sumatera. Di Pastikan akan ramai truk – truk besar pengangkut barang melewati jalur tersebut.
Pagipun beranjak, akibat keletihan selama perjalanan semalaman, hampir saja kami terlambat untuk berangkat setelah subuh. Selesai mengurus segala keperluan memandikan anak-anak dan lainnya, akhriya tepat pukul 6.30 pagi kami berangkat dengan menyewa mobil avanza hitam. Saya bersama ketiga anak, beserta adik ipar bersama anaknya yang berumur 1 tahun lebih dan adik ipar yang paling kecil juga turut menyertai kami menuju solok selatan dan yang menjadi supir adalah buyanya anak-anak.

                Menjelang pagi mobilpun berjalan melintasi jalan raya indarung, walau hari masih beranjak pagi namun jalanan di penuhi debu yang berterbangan. Kenderaan semakin ramai, semua orang berpacu untuk memulai aktivitas pagi mereka. Ya, ini adalah jalan raya  indarung menuju tempat pembuatan semen terbesar di Pulau Sumatera dan tertua di Indonesia, (Semen Padang), siapa yang tak tahu dengan semen Padang, istilah yang tidak asing lagi di dengar di telinga, bahkan ikon sepak Bola menasioal dari Sumatera Barat adalah Klup semen padang. Semen Padang merupakan pabrik semen pertama dan tertua di indonesia yang di dirikan  tanggal  18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM) yang merupakan pabrik semen pertama di Indonesia. Adapun Total kapasitas produksi PT Semen Padang setiap tahun adalah 5.240.000 ton/tahun. menjadikan Semen Padang  mampu memasok kebutuhan semen di seluruh tanah air yang didukung ribuan distributor, sub distributor dan toko-toko.
                Mobil terus melaju, menembus kabut nan bercampur debu jalanan, keluar dari Indarung maka sampailah kami pada jalan raya yang terkenal dengan  tikungan tajam dan berliku di apit oleh tebing dan jurang. Kondisi jalan yang rawan kecelakaan  serta rawan longsor membuat pemerintah selalu melakukan perbaikan dan pelebaran jalan. Saat ini dulu jalan di lapisi aspal dan kini telah di lapisi beton dan lebar. Satu persatu nampak juga truk besar, serta truk pengangkut semen. Karena Rute kami dari Kota Padang, maka posisi kamu dalam keadaan mendaki membuat sang supir selalu waspada, walau ini bukan perjalanan pertama baginya, namun dengan mengendarai mobil sendiri adalah hal pertama di tambah lagi mobil yang di kendarai adalah tipe mobil manual dengan menggunakan kopling, sementara beliau biasa menggunakan mobil tipe metic. Truk – truk berjalan lambat di pendakian, Pada pendakian keberapa saya lupa, karena kaget tiba – tiba mobil mati di tengah jalan. Alhamdulilah Allah menyelematkan kami, sebab di setiap tikungan akan ada petugas pengatur lalu lintas walau bukan polisi, yang membantu menyangga ban mobil dengan batu agar tidak mundur kebelakang. Huff.. pelan mobil berjalan dan akhirnya kami telah melewati berbagai tikungan sitinjau lawik itu dan memasuki kabupaten Solok.Perut pun terasa di obok – obok akibat jalanan banyak tikungan tapi ini adalah awal dari  tour kami karena akan ada banyak tikungan dan pendakian yang akan kami lewati di kota selanjutnya.next time yaaJ J J J 

                 

You May Also Like

0 komentar

Terima Kasih Atas Kunjungannya