Day3 Ramadhan

"Bersantab sahurlah karena dalam sahur ada keberkahan"

Bulan Ramadhan, bulan mulia tersimpan banyak keberkahan. Banyak amalan sunah pada bulan Ramadhan diantaranya adalah makan sahur.

Rasulullah menganjurkan umatnya untuk makan sahur karena padanya banyak keutamaan diantaranya :

Pertama :
Makan sahur sebagai bukti ketaatan pada Allah subhanawata'ala.

Kedua :
Makan sahur, akan membedakan Kita dengan umat lainnya.

Ketiga :
Makan sahur menjadikan Kita kuat beribadah dan beraktivitas selama masa berpuasa seharian penuh

Keempat :
Makan sahur, memberi kesempatan untuk menegakkan qiyamulail.

*******

Sejak anak-anak mulai berpuasa, Saya mulai bangun lebih awal untuk menyediakan makan sahur.
Apalagi ketika anak nomor dua bilang kalau mau makan sup ketika sahur pertama.

Jadideh, Emaknya mesti bangun lebih awal untuk menyiapkan makan sahur juga  teh hangat.

Memasaknya pun harus cepat, secepat kilat, ibarat makanan cepat saji yang dimasak dalam waktu singkat.

Jam 3 Saya bangun, lalu ambil wudhu, kemudian kedapur buat eksekusi sup ikan juga telur dadar.
Ikan yang dimasak adalah ikan kaci yang sudah dibersihkan dan dipotong kecil-kecil beserta bumbu lainnya dan telah disiapkan pada petang hari sebelumnya.

Jadi, malam itu Saya hanya tinggal menumis bumbu berupa bawang putih plus merica kemudian memasak sup ikan juga membuat telur dadar.

Sengaja supnya dibanyakin dan Saya buat menjelang sahur karena paginya bisa buat sarapan Baby Khadijah.

Hari selanjutnya juga akan begitu, membuat sup atau menumis sayuran. Semuanya dimasak serba cepat secepat menu cepat saji.

Jadi, menu cepat saji tak melulu identik dengan ayam goreng, kentang goreng jugs burger
Menumis sayuran, membuat sup ikan dan telur dadar juga menu cepat saja ala emaknya Khadijah 🙂 🙂

#ChallengeRamadanBerbagi2
#CRB2
#InfinityLovink
#RabuSedap
#Day3

Gambar : pixabay



#Day 2
#Target Selama Yang  Akan Dicapai Selama Ramadhan.
Siapa yang hari ini lebih baik dari pada hari kemarin maka dialah orang yang beruntung. 
Siapa yang harinya sama dengan hari kemarin maka dia adalah orang yang merugi.
Ramadhan adalah bulan mulia yang di istimewakan Allah dari pada bulan-bulan lainnya. 
Segala amalan  baik yang dikerjakan pada bulan Ramadhan akan dilipat gandakan pahalanya. 
Adalanya perintah untuk berpuasa selama satu bulan penuh dibulan Ramadhan  oleh Allah agar kita sebagai hambanya menjadi orang-orang bertaqwa. 
Ramadhan juga disebut sebagai bulannya Al Qur’an sebab pada bulan itu Al Qur’an diturunkan. 
Juga pada penggalan ketiga Ramadhan. 
Ada satu malam istimewa yang bernama malam lailatul qadar yang sebagain ulama berpendapat bahwa malam tersebut turun pada malam ganjil di Bulan Ramadhan.
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan. 
Maka sebagai seorang Muslim sepantasnyalah berusaha untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar.
Sungguh banyak amalan dan pahala yang diberikan Allah pada bukan Ramadhan. 
Jadikanlah Ramadhan sebagai bulan latihan.
Melatih diri untk bisa meredam emosi, juga hawa nafsu. 
Sebab saat Ramadhan setan dan iblish dibelenggu.  
Sehingga amalah su’u yang kita lakulan adalah murni dari dalam diri kita sendiri. 
Oleh karena itu manfaatkan moment Ramadhan sebagai bulan latihan untuk memperbaiki diri juga ibadah agar ketika hari kemenangan datang hati ini menjadi fitri atau suci.
#Karena Ramadhan adalah bulan mulia juga bulan latihan. 
Maka target Saya saat Ramadhan kali ini :
 #Bisa mengkhatamkan Al qur’an selama ramadhan. 
Hal itu yang tidak pernah sukses pada Ramadhan-ramadhan sebelumnya ada saja berbagai alasan hingga mentok di juz – juz belasan. Masyallah jika mau sukses tak boleh banyak alasan. Iya khaann.. Iya khaaan 
Apalagi anak dijadikan alasan tidak dapat berbuat kebaikan.
 Masyallah ampuni hamba yang dhiof ini Ya Allah.
#Terapi Syukur.
Banyak hal yang telah dilalui dalam hidup ini. 
Suka dukanya adalah cara agar diri tertempa. 
Segala kekacauan pikiran dan hal-hal rumit yang terus menari-nari dalam pikiran, membuat saya selalu merasa apa yang  Saya raih belumlah sempurna. Dan hal itu sungguh menyesakkn dada hingga Saya menyadari bahwa selama ini Saya selalu tidak bersyukur terhadap apa yang telah diraih dan sedang dihaapi.  
Makanya pada moment Ramadhan ini Saya harus melatih diri menjadi  pribadi yang selalu bersyukur dalam kondisi apapun.
#Target bisa ikut challenge ini denga menulis 300 kata setiap hari.


.
    Saya baru teredukASI tentangASI dan tumbuh kembang anak sejak melahirkan anak ketiga. Adanya grub-grub facebook mengenai ASi  memudahkan Saya mendapatkan informasi seputar pentingnya pemberian ASI, tidak hanya informasi namun kita juga bisa sharing melalui grub tersebut. Sejak itulah Saya berjanji mesti memberikan ASI ekslusif dan dan ASi hingga dua tahun. Huuf kemana saja Saya selama ini, apalagi sering merasa berdosa terhadap anak pertama dan kedua karena terlalu mengikuti apa kata orang-orang agar sedari bayi anak mesti di kenalkan dengan sufor agar kita sebagai emaknya bisa meninggalkan sikecil atau bekerja, ya waktu itu saya masih bekerja sebagai guru honor sehingga saya meninggalkan sikecil dengan bantuan susu formula.

Ya, itu dulu sebelum informasi mudah didapatkan seperti saat ini. Kebanyakan Ibu pekerja memberikan susu formula selama anak ditinggalkan bekerja. Malahan rumah sakit dan klinik bersalin menyediakan susu formula ketika sang Ibu baru saja melahirkan. Namun  sejak WHO menetapkan peberian ASI Ekslusif hingga bayi berusai enam bulan dan dilanjutkan dengan ASI hingga usia dua tahun. Banyak grub-grub dan sharing tentang Asi mulai ada, pejuang-pejuang ASI mulai bermunculan. Semua Ibu terutama ibu pekerja semakin sadar manfaat ASI sehingga memaksimalkan pemberian ASI Exlusif hingga usia enan bulan. 


Kesadaran mulai tumbuh, sebab tahu begitu banyak manfaat yang terkandung dalam komponen ASI. Protein, Kalsium dan Zat besi dalam ASI lebih mudah diserap oleh bayi. Manfaat ASI dengan melindungi bayi dari infeksi dan penyakit. Karena ASI lebih mudah diserap ole bayi sehingga komposisinya menyesuaikan kebutuhan bayi. Seperti bayi prematur yang tetap mendapatkan ASI.

Ibu-Ibu pekerja mulai memberikan ASIP (Air Susu Ibu Perah) buat bayi-bayi mereka.  Dengan cara Air susu diperas dengan mengguaka pompas ASI manual maupun elektrik. Kebetulan saya dapat kiriman pompa asi elektrik medela swing breastpump buatan swiss. Sekilas tentang medela swing breastpump buata swiss yang berdiri sejak tahun 1984 dan masuk keindonesia sudah 20 tahun. Medela swing sangat bermanfaat untuk para ibu yang memberikan ASIP untuk memompa ASI secara maksimal.

Medela swing sangat nyaman dipakai, MemancingLDR (Let Down Reflex) berkali-kali dan Memerah lebih banyak ASI dalam waktu lebih singkat. Disamping itu medela swing mudah dibawa. Karena Saya saat ini bukanlah ibu pekerja dan tidak menyediakan ASIP buat Khadijah anak keempat Kami, tapi saya juga memerlukan pompa ASi buat memerah ASi di Payudara Sebelah Kiri. Hal ini disebabkan keempat anak saya tidak mau menyusu dipadayuada sebelah kiri. Oleh karena itu Saya juga tetap memerlukan pompa ASI buat mengeluarkan ASI di PD sebelajh kiri.

Dengan adanya berbagai kemudahan untuk memberikan ASI kepada sikecil, nggak ada lagi alasan mengganti dengan susiu formula. Sebab Ibu Pintar tahu yang terbaik buat sikecil dan Ibu Pintar Cermat Memilih Pomas Asi

Saya dan suami termasuk tim home atreathmen, jadi kalau anak-anak sakit tidak langsung buru-buru bawa kedokter.
Biasanya dipijit-pijit dulu, belikan buah dan paling beli obat warung masih level inzana.

Karena cuaca panas pull, dan rentan anak-anak sakit. Termasuk Khadijah yang telah beberapa hari batuk.
Waktu itu batuknya tidak berdahak,
Tapi pas disertai demam dan batuk berdahak setiap malam.
Khadijahpun langsung Kami bawa kedokter spesialis Anak.

Sama dokter indikasinya ISPA, diberi obat batuk, antibiaotik dan sanmol
(Obat demam). Setelah minum obat, demam Alhamdulillah demam Khadijah turun. Namun yang buat risau batuk yang tidak ada angsuran. Apalagi Khadijah belum genap setahun usianya, belum bisa mengeluarkan dahak. Tak juga bisa dipaksa makan obat ataupun saat batuk dipaksa untuk minum air hangat.

Setiap malam, batuknya kambuh. Risau pastinya. Melihat sang adik batuk-batuk begitu, tetiba pulang main rumah tetangga badan Adam juga panas. Tumben juga diberi inzana. Demamnya tak kunjung turun.

Lalu, karena setiap malam "huk, huk, huk"
Khadijah kembali kami bawa kontol ke DSA,
Oleh dokter anak, Khadijah diminta u nebu (uap) sebanyak tiga kali, pagi, sore dan pagi keesokan harinya.
Selesai nebu memang agak lumayan berkurang batuknya. Tidurnyapun mulai nyenyak.

Pulang dari Dokter Anak, kami langsung ke pukesmas membawa Adam berobat.
Bedanya punya bayi dan anak yang sudah besar ya begitu, Adam masih bisa dipaksa makan obat.
 Entah kenapa, pulang dari bawa anak-anak berobat. Sisulung juga ikut-ikutan demam. Mungkin karena sedarah dan seperasaan lihat adik-adiknya sakit. Kakaknya juga ikutan sakit.
Lihat semua pada sakit, anak nomor dua ikutan sakit dannnn Sayapun akhirnya juga tepar dan demam. Karena tiap malam begadang lantaran batuknya Khadijah.

Risau, cemas hingga Saya bilang kesuami jangan sakit juga, agar ada yang ngurusin kami ha ha.Namanya seorang Ibu, sesakit apapun tetap juga harus bergerak dan mengurus anak-anak, sampai ada istilah Ibu dilarang sakit.
Muka Saya dah merah karena demam, yang paling nggak enaknya maag ikutan kambuh sampai dua malam Saya tidak bisa tidur karena ulu hati rasa ditusuk-tusuk.
Apalagi Saya mesti nyusuin Khadijah, jika emaknya demam kan bahaya buat baby.

Melihat kondisi seperti ini. Apapun keadaan, masalah seperti sakit jangan dibiarkan dan harus dilawan, itu yang ada dipikiran Saya saat itu. Saya harus sehat agar bisa mengurus anak-anak.

Nah, apa saja yang saya lakukan agar bisa sembuh dari demam, flu dan pilek serta anak-anak juga sehat.

Pertama :
Mandi dan keramas diwaktu subuh.
Kucuran air dipagi hari membuat badan segar, menurunkan suhu tubuh dan mencairkan hidung tersumbat.

Kedua :
Anak-anak Saya perintahkan untuk mandi dengan air hangat. Termasuk Khadijah saya mandikan dengan air hangat.

Ketiga :
Berjemur dibawah sinar matahari pagi. Begitu juga Khadijah juga saya jemur dengan matahari pagi.

Keempat :
Menyediakan termos air hangat. Karena Saya ngg pakai dispeser. Anak-anak minum dengan air hangat.

Kelima :
Khusus Khadijah, karena masih sering tumpah minum pakai gelas, sediakan botol minuman sendiri.

Nah, sejak saat itu batuk Khadijah mulai
berangsur pulih. Anak-anak juga sudah turun panasnya.
Sejak saat itu saya jadi berpikir. Untuk sehat harus dari diri sendiri. Obat hanya sebagai wasilah agar sembuh. Sesakit apapun harus dilawan. Sebagai seorang Ibu harus stronge, tidak hanya kuat fisik namun juga kuat peraswaan
Eaaa eaaaa .


Beberapa hari  terakhir ini ada yang sedikit mengganjal dipikiranku, perihal pelajaran Anak-anak disekolah. Sebenarnya bukan saja soal pelajaran namun hal ini juga menyangkut wali kelas anak-anak. Jadi kisahnya begini. Kedua anakku kan tahun ini sama-sama duduk dibangku kelas tiga. Mengapa mereka bisa setingkat sebaab jarak umur terpaut hanya satu tahun.(sebenarnya soal ini pembahasanya panjang lagi, nanti dilain kesempatan akan kutulis kisahnya).

Sulung atau Sikakak dikelas 3A sementara Sang Adik, atau Sinomor dua dikelas 3B. Walikelas 3A masih muda, terpaut beberapa tahun dibawahku, sementara walikelas 3B seorang Ibu guru yang hampir mendekati masa pensiun. Soal komunikasi dan cara belajar tentu berbeda antara bu guru muda dan bu guru yang hampir pensiun. Dari segi kumunikasi contohnya, Wali kelas 3 A punya inisiatif membuat whatsapps grub khusus orangtua murit kelas 3 A. Segala informasi perihal libur, ujian dan lain-lain untuk mengingatkan kembali di informasikan di grub WA, begitu juga jika anak tidak masuk sekolah bisa meminta izin cukup melalu pesan  whatsaaps ataupun via telpon.   

Sementara Wali kelas 3B, tidak membuat whatsapps grub, jika anak izin ataupun sakit tetap orang tua harus membuat surat izin kesekolah dengan menyertai amplop. Jika begini jadi ingat jaman sekolah dulu . Belum lagi, jika ada masalah-masalah Anak-anak disekolah, jumpa dengan guru B jadi bikin Aku agak sedikit keki, di ajak ngobrol nya hanya sambil jalan, jadi bikin Aku rada gimana gitu, seingatku belum pernah Aku di persilahkan duduk oleh walikelas B. Karena agak kurang komunikatif , jadi soal pelajaran anak-anak Aku bertanya ke gura A via Wa. Termasuk pelajaran soal pembagian seperti ini :

Akupun Wa ke guru A. Barangkali oleh Wali kelas A disampaikan ke walikelas B. padahal niat hati mau nanya saja, mengapa baru kelas tiga sudah jauh pelajaran pembagian. Nyatanya pertanyaanku via wa ke guru A berbuntut panjang. Gegara Wa itu Sinomor dua dikeluarkan dari kelas setiap pelajaran matematika. Dengan alasan nanti “ortu Atqa akan komplen”.  Sekali, duakali hingga kali ketiga setiap pelajaran matematika Atqa dikeluarkan dari kelas, Akupun menemui walikelas B, guna meminta penjelasan mengapa Atqa dikeluarkan dari kelas saat pelajaran matematika. 
Siang itu,saat anak-anak lagi belajar Aku diperlisahkan masuk dikelas,. Tanpa ada angku buat kududk, sambil berdiri Aku bertanya mengapa Atqa dikeluarkan dari kelas ketika pelajaran matematika.

“Maaf Bu, Saya mau Tanya, kok Anak Saya dikeluarkan dari kelas saat pelajarn Matematika” Tanyaku
“Tapi awak komplen nanti, Anak-anak dari dulu memang  Saya ajarkan begitu bla..bla blaa jelasnya”
“Sayakan hanya bertanya bu, bukan komplen’ Jawabku
“Kalau memang bertanya, mengapa awak tak Tanya langsung ke Saya” jawab beliau lagi

Akupun membantin 

“Duh bisa panjang masalahnya jika Aku jawab terus pertanyaan ibuk tua ini 
Akhirnya aku meminta maaf, dan tetap meminta sinomor dua masuk saat pelajaran matematika. Selesai menemui  walikelas B, Aku jadi berpikir  baru saja satu matapelajaran Aku protes berakibat anaku dikeluarkan dari kelas, apalagi jika semua mata pelajaran, bisa-bisa Anaku tak masuk kelas. 




Sekilas Ku lirik dia, ada binar  kebahagiaan terpancar dari wajahnya. Sudah lebih dua tahun  Kami tak bertemu, terakhir Ia kerumahku dua tahun lalu sebelum Aku hamil anak keempat. Gaya bicaranya masih tetap sama  seperti ketika kami masih sama-sama berstatus mahasiswa. kalimat-kalimat motivasi yang keluar dari bibirnya. Ya, Dia tak berubah hanya saja badan kami yang berubah karena sama – sama melar. 

Dia kuajak mampir kerumah, ketika dia ke Tanjungpinang untuk melengkapi data penerimaan ASN di lingkunagn provinssi Kepulaiaun Riau.  Raut kebehagiaan terpancar dari sunggingan senyumanya. kesabarannya terbayar sudah dengan diterimanya ia menjadi ASN sebagai seorang guru di Kota Tanjungbalai Karimun Kepulauan Riau. 

Tiga tahun lalu di awal pernikahannya, dia pernah mengeluh akan rumitnya hidup yang dijalani, kadang Ia hanya mengirim pesan kekesalan dan segala macamnya tentang keluarga, suami bahkan mertua. Sebagai seorang teman tentunya Aku hanya bisa memberi saran. Tapi lama kelamaan Aku juga sering merasa jengkel akibat hanya sebagai  pelampiasan amarahnya. Sampai Aku berpikir,mengapa teman ku ini berubah 180 derajat dari yang ku kenal dulu. 

Bagiku hidupnya seperti buah simalakama. Memiliki dua pilahan yang keduanya  adalaj pilihan yang sama – saa tidak mengenaknya. Barangkali jika Aku berada diposisnya mungkin Aku juga tidak sanggup punya masalah seperti yang dia hadapi. Dia terpaksa berhenti mengajar lantaran tak ingin pisah dengan anaknya, padahal saat itu dia juga menjadi tulang punggung bagi sang ibunda yang telah renta. Dan dengan begitu juga ia akan tinggal dengan sang mertua. Kadang sempat ku inbox untuk bertanya kabar, dia selalu berkata “serahkan semua pada Allah”

Daan, kini kesabarannya terbayar,temanku lulus test cpns beda kota, suami mengizinkan anak di bawa. Setidaknya satu masalahnya selesai tidak tinggal lagi dengan mertua yang punya usaha catering dan aga sedikit cerewat.