Friday, November 3, 2017

# Review

Nana Mortier, Alumni Sastra Inggris yang Tetap Produktif Meski di Rumah.

IG @nanamortier
Menjadi wanita karier adalah impian bagi semua wanita. Berblazer rapi setiap pagi menuju kantor dan berjibaku dengan pekerjaan dan rutinitas kantor tentu suatu yang menyenangkan.. Terlebih lagi pekerjaan itu sesuai dengan passion serta sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki. Namun nyatanya, kenyataan selalu tak sesuai harapan. Idealisme masa muda terbentur dengan realita. Kodratnya kenyamanan seorang Ibu adalah ketika berada dekat dengan  sibuah hati.
                Seperti yang di alami Molina Sari atau yang lebih dikenal sebagai Nana Mortier.Bukan hal yang mudah memutuskan untuk risegn  dari pekerjaan, setelah enam tahun bekerja di Bank Syariah Mandiri cabang Pekanbaru dengan jabatan terakhir sebagai Kepala KLS Kantor Layanan Syariah. Saat itu putri kedua yang lagi berusia 11 bulan tengah  berjuang melawan penyakit muntaber dan dirawat dirumah sakit selama 6 hari. Naluri sebagai seorang ibu yang membuatnya mengambil keputusan untuk berhenti dari pekerjaan yang sangat menjanjikan. Setelah risegn kemudian beliau mengikuti suami yang bekerja pada bank pemerintah dan di tempatkan di pulau Daboo Singkep, salah satu Kabupaten di provinsi Kepulauan Riau.
               
Koleksi Foto @Nana Mortier

Tinggal di pulau dengan minimnya  akses transportasi lantas tak membuat Nana Mortier patah arang. Melalui bisnis Suplemen Kesehatan herbalife yang telah dirintisnya saat masih bekerja, beliau masih tetap menjalankan usahanya sehingga berkesempatan mengunjungi Macau dan Thailand. Tahun 2015 sang suami dipindah tugaskan ke Kota Tanjungpinang dan kedua putrinya sudah mulai sekolah di SD IT As Sakinah. Sebagai seorang Ibu rumah tangga, Kak Nana begitu sapaan akrabnya, rutin membuat menu bekal sekolah  serta cemilan lain kemudian di unggah di facebook dan instagram.  Kreasi bekal sekolah dan cemilan yang unik dipadu dengan teknik pengambilan foto yang tepat mengundang setiap mata yang melihat ingin menikmati cemilan tersebut. Hingga order cemilan mulai berdatangan.
Kolek foto Endors IG @Nana Mortier
                Peluang itupun di sambut baik oleh Alumni Sastra Ingris Universitas Andalas ini dengan tekun mempelajari resep-resep yang diserching dari internet dan mempraktekannya. Mulai banyak yang mengorder cake hias, brownies panggang dan cake napoleon. Namun tidak hanya itu saja, perempuan yang memiliki hobi Photografi ini dengan kemampuan dalam pengambilan anggel foto yang tepat, membuat kak Nana ini kebanjiran endors untuk berbagai macam produk dan telah menjuarai lomba foto yang diadakan komunitas Photogarfi Kota Batam.
               
            Disamping aneka cake, cemilan rutin yang setiap hari dibuat untuk dijualkan disekolah anak-anaknya adalah DingDot atau puding sedot. Kedua putrinyapun juga dengan senang hati, tanpa rasa gengsi menjualkan dingdot ini kepada teman-teman dan guru disekolah. Beliau menyadari akan banyak manfaat anak diajari berjualan sedari dini diantaranya : melatih kemandirian, berhitung dan kemampuan komunikasi untuk melobi pembeli. Banyak kesan yang saya tangkap dari perempuan berusia 38 tahun ini, bahwa jika melakukan sesuatu harus tekun jangan setengah hati, ilmu bisa dicari dimana saja, namun yang sulit adalah menjaga ketekunan.
                Adalah sebuah anggapan yang salah jika ada yang mengatakan buat apa perempuan sekolah tinggi karena pada akhirnya akan mengurusi dapur. Yess, perempuan memang nantinya bakal ngurusin dapur, tetapi tetap harus mengeyam pendiidikan setinggi-tingginya, bukan untuk mengejar karier  selangit, karena dengan pendidikan yang dimiliki dia akan menjadi madrasah bagi anak-anaknya serta tetap produktif walaupun hanya dari rumah karena perempuan butuh yang namanya aktualisasi diri. Jika ingin melihat koleksi fhoto dari kak Nana ini dan berminat untuk endors bisa cek di IG nya @nanamortier



39 comments:

  1. trimakasih karena telah berkomentar di blog ini

    ReplyDelete
  2. Memang sebagai wanita memang hrs bijak dalam memutuskan memilih karier dan rumah tangga. Keputusan yg diambil tentu dengan pertimbangan yang matang. Jadi ibu rumah tangga bukan berarti tidak bisa berkarir

    ReplyDelete
  3. Wah inspiratif sekali, jadi pengen belajar fotografi nich sama mba Ana. Makasih mba Rahayu

    ReplyDelete
  4. memginspirasi semua perempuan agar bisa produktif walaupun diam dirumah.

    ReplyDelete
  5. Hebat, jadi pingin kenal lebih dekat dengan mbak Nana.

    ReplyDelete
  6. Whuaa mba Nana sangat menginspirasi terutama buat para ibu yang mendedikasikan dirinya di rumah.

    ReplyDelete
  7. Pantesan foto2nya keren banget... juaraaa

    ReplyDelete
  8. Yes, setuju mbak. Pendidikan tinggi karena bekal untuk menjadi ibu, madrosah pertama bagi anaknya.

    ReplyDelete
  9. Untung enggak di Jogja, kalo di Jogja saya bisa tambah genfut pesan makanan terus. Ibu yang keren

    ReplyDelete
  10. Keren sekali ...sukses buat mba nana

    ReplyDelete
  11. Sangat inspiratif. semua wanita bisa produktif meskipun dari rumah saja

    ReplyDelete
  12. Inspiratif ya.jaman skrg banyak sarana aktualisasi diri untuk wanita. Jadi gak harus kerja kantoran. Hehe

    ReplyDelete
  13. Betul dimana pun wanita berada memang harus menginspirasi... Keren

    ReplyDelete
  14. Very inspiring. Wanita harus kuat, wanita harus pintar, dan wanita juga tak boleh meyerah dengan keadaan.

    ReplyDelete
  15. Sangat menginspirasi perempuan Indonesia. Maju terus mba Nana..

    ReplyDelete
  16. Ish ish.. Menggiurkan sekali kue-kuenya :)

    ReplyDelete
  17. Selalu salut dengan ibu-ibu yang pinter cooking and baking apalagi kalau bisa sampai menjadikannya bisnis.

    ReplyDelete
  18. jadi malu ni dg kak nana...kteatif dan tekun.bs ngk ya....he.slm sm kak nana ni

    ReplyDelete
  19. MasyaAllah, produknya bikin ngiler semua.. 😍😍😍

    ReplyDelete
  20. Salut buat Mbak Nana Mortier! Inspiratif kisahnya...Siapa yang bersungguh-sungguh memang akan berhasil!
    Kuenya bikin saya gagal fokus Mbak Rahayu..kwkwkw:D Enak banget ituuu

    ReplyDelete
  21. Multi talented sekali ya beliau.. kereeen. Pengen kenalan deh jadinya biar tertular aura positifnya.

    ReplyDelete
  22. Bener kata pepatah, jangan sepelekan kekuatan wanita.

    ReplyDelete
  23. Masya Allah hebat! para perempuan ditakdirkan hebat bila ia bisa mengeksplor dirinya..

    ReplyDelete
  24. The Power of Emak-emaks. Wanita itu memang raganya lemah, tapi jiwanya yang bikin kuat.

    ReplyDelete
  25. Saya kok malah tertarik belajar fotonya

    ReplyDelete
  26. Paragraf pertama, mewakili saya bangeeet, hehe...

    ReplyDelete
  27. Kisahnya inspiratif dan menambah wawasan saya yang mau resign juga.

    ReplyDelete
  28. Inspiratif. Lulusan Sastra inggris biasanya nyasar jadi guru atau bekerja di bank. Jadi pengusaha rumahan ternyata ada juga.

    ReplyDelete
  29. Waw ceritanya bisa menginspirasi para wanita ya, bun. Saya juga memutuskan berhenti ngajar untuk memprioritaskan anak dulu. Ttpi nanti ada waktunya untuk kembali terjun mengajar ��

    ReplyDelete
  30. Ya ampuunn, jadi pengen nyoba Dingdot

    ReplyDelete
  31. Keren nih mba Nana, Masya Allah...salut kak...

    ReplyDelete
  32. Mbak Nana inspiring banget, semoga banyak entrepreneurs di Indonesia yang sukses

    ReplyDelete
  33. Pendidikan tinggi sangat dibutuhkan oleh perempuan. Apalagi untuk mengasuh anak-anak mereka. Beda, loh, pengasuhan anak oleh ibu yang berpendidikan dengan yang tidak mengenyam sekolah tinggi.
    Buktinya Mbak Nana bisa tetap produktif meski sambil mengasuh anaknya. Cerdas, kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar mbak, mbak nurul juga oke.. :-) emak emak di insdiscrip juga selalu menginspirasi
      perempuan memang harus menuntut ilmu setinngi nya..

      Delete
  34. Terus berkarya kak nana, juga buat ayu..udah jarang ketemu ya kita...bagaimana sekolah yg dirintis?? Semoga sukses selalu

    ReplyDelete
  35. MasyaAllah, turut berbangga karena pernah berteman dan sekampus sama Nana Molina. Benar2 wanita multi talenta sangat inspiratif. Keren juga tulisannya mba Rahayu.

    ReplyDelete
  36. MasyaaAllah...inspiring. barokallahu fiik kk nana

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar di blog ini. Terimakasih