Tuesday, November 7, 2017

# F # Review

Joeragan Artikel Mengubah Hidupku

Flayer @Joeragan Artikel
Pernahkah kamu berada dalam masa stagnan, dimana bumi serasa berhenti berputar. Jenuh dengan rutinitas yang monoton dan  kamu merasa  bukan menjadi dirimu sendiri. Itu yang saya rasakan bertahun lalu, impian menjadi seorang penulis seolah terkubur bersama waktu. Sebelas tahun lalu dimana saya masih berstatus seorang mahasiswa  dengan idealisme dan pemikiran cemerlang. Aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa Institut menjabat kepala biro Kesektariatan, sebagai tim redaksi Tabloid Fatih milik UKM KSI Ulil Alab serta Sekretaris Jaringan Muslimah Daerah FSLDK (Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus).
                Keinginan menjadi penulis mantap ketika pada semester tiga saya mengikuti pelatihan Jurnalistik yang diadakan oleh UKM KSI Ulil Albab. Training luar biasa yang mulai mengubah cita-cita saya yang saat itu sedang mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Arab di Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang.  Menulis memang bukanlah sebuah bakat, namun pembiasaan yang terus berulang.  Kegalauan suka duka selama tiga tahun tinggal di asrama putri MAPK Koto Baru Padang Panjang saya luahkan dalam bentuk catatan harian. Tak ada teman bercerita kala itu, hanya diary teman pelipur lara, pengobat rindu keluarga yang jauh disebrang.
                Kebiasaan menulis, mengantarkan saya hingga rutin hadir dalam diskusi mingguan diTaman Budaya Forum Lingkar Pena Sumatera Barat. Oleh para senior di FLP kami dimotivasi terus untuk bisa mengirimkan tulisan ke koran dan majalah, hingga cerpen saya pernah terbit di harian Serambi Minang, Majalah tasbih dan Majalah Remaja Hanif.
                Namun, semuanya berubah ketika saya selesai wisuda dan pulang kembali ke Tanjungpinang. Saya yang lama dirantau  (Padang), tak banyak mengenal kawan di Tanjungpinang,  ahh karena masih penulis amatiran masih perlu mentor dan komunitas, juga ketiadaan media sosial seperti sekarang. Hingga akhirnya saya menikah dan punya anak. Rutinitas  mengurus rumah tangga apalagi saya baru menjadi seorang Ibu membuat waktu saya habis untuk mengurus keperluan anak.  Kemudian saya diterima mengajar di SMP IT Al Madinah sebagai guru bidang studi bahasa arab. Saya kira dengan mengajar saya telah menemukan dunia saya, namun nyata tidak.  Bahkan saya pernah dibuat menangis akibat ulah anak didik.
                Tidak berapa lama, saya mengundurkan diri, karena pihak sekolah mengharuskan semua guru untuk mengajar full time hingga jam 5 sore. Kemudian saya nekad membuka playgroup, taman kanak-kanak dan bimbingan belajar.  Namun hanya berjalan beberapa tahun kemudian tutup. Saya tidak  mampu mengelola secara maksimal, karena saya merasa itu bukan dunia yang selama ini saya cari. Hingga di awal tahun 2017, ketika  junior saya di kampus mengajak untuk mengikiti traning gampang nulis artikel secara online oleh joeragan artikel.
                Saya langsung mengiyakan ajakan tersebut. Memulai kembali belajar cara menulis artikel yang dengan benar. Sejak mengikuti training pertama di joeragan artikel, saya mulai banyak mendapat pertemanan dengan para wanita luar biasa yang memilih berkarya dari rumah. Mereka punya semangat  yang patut di acungkan jempol, tak boleh ada kata ‘NANTI, TAPI dan MALU’ jika ingin maju. Benarr semua orang bisa menulis dan menulis itu gampang, namun yang sulit itu adalah menjaga konsistensi untuk terus menulis, karena skil menulis harus terus di asah.
Pada Training Gampang Nulis Artikel, kita tak hanya dibiarkan menulis sendiri, ada PJ yang baik hati yang akan mengoreksi tulisan peserta. Kemudian menyusul training  jebol media dan status cantik. Saya sangat terkesan dengan training status cantik, saya yang dulunya adalah orang yang tidak percaya diri untuk membuat status di facebook, dengan mengikuti training ini, mau tidak mau kita di wajibkan untuk menulis status dan di bimbing selama satu bulan.  Lambat lain semakin terbiasa menulis status kehal-hal yang postif.
                Jadi, jika ada yang bertanya, bagaimana mekanisme training di  Joeragan Artikel ini. Pertama yang mau saya katakan adalah, biaya untuk satu training masih terjangkau. Lho kok bayar, nama nya menambah ilmu nggak ada yang gratis ya guys. Kemudian, kita yang sebagai IRT apa nggak rempong ikutan training. Nah, justru itu kelebihan dari training online, kita bisa nyimak materi sambil tidur – tiduran, bahkan maska juga bisa. Bagaimana bisa? Training di adakan di grub facebook. Peserta yang telah registrasi akan di masukkan kegrub, ketika jadwal di mulai, mentor mulai memberikan materi dengan slide dan peserta training bisa bertanya dikolom komentar.  Walaupun ketinggalan kelas waktu itu, kita masih tetap bisa membaca isi materi lewat slide dan jika ada yang ingin ditanyakan tinggal  tag mentor saja.

                Dalam training menulis, yang paling dibutuhkan adalah praktek. Makanya setelah materi selesai mantor langsung memberikan tugas. Kemudian dalam pengerjaan tugas peserta tidak dibiarkan sendiri lho, ada PJ  yang akan mendampingi. Banyak teman yang bertanya, bagaimana bisa menulis, atau minta diajarkan menulis. Menuli situ gampang, tulis saja apa yang ada di pikiran, yang tidak mudah adalah melatih diri agar terus menulis. Yess saya mulai semangat nulis sejak ikutan training di Joeragan Artikel. Hayuuuuk yang pengen konsisten lagi menulisnya, berteman dengan para emak luar biasa karena enegri positif itu menyebar mari ikutan training di joeragan artikel.   Sejak saat itu dan saya mulai benahi blog saya yang berdebu dan mulai kembali untuk konsisten menulis. Bagi saua dengan menulis saya merasa hidup kembali.

27 comments:

  1. trimakasih karena telah berkunjung dan berkomentar di blog ini :-)

    ReplyDelete
  2. Menulis adalah nafas bagi seorang penulis.

    ReplyDelete
  3. Dengan mengikuti training di JA kita bisa lebih banyak praktek menulis.Seru juga ketika setiap minggu menghadapi deadline. Kalau enggak dipaksa memang bawaannya males.tapi dengan diberi deadline kita jadi mau tidak mau harus bisa menghasilkan artikel

    ReplyDelete
  4. Pengalamannya bikin terharu, mbak. Saya sendiri merasa menulis itu hiburan di antara tugas rumah tangga. Meski sibuk tapi asyik :)

    ReplyDelete
  5. Wiiihh lengkap sekali ulasannya mbak. Inilah juga alasan sy bisa bertahan di JA. Waktu bisa menyesuaikan. Harga terjangkau.

    ReplyDelete
  6. Setuju sama ulasannya mba Rahayu. Salam kenal ya mba

    ReplyDelete
  7. selalu menulis, menulis dan menulis.

    ReplyDelete
  8. Salah satu yang saya sukai dari JA adalah trainingnya diadakan di facebook. Materi lebih gampang diikuti dan tersimpan rapi. Pertanyaan dan jawaban juga lebih teratur karena ada di masing2 slide yg relevan.

    ReplyDelete
  9. Bergabung dengan Penulis, aura positif akan mempengaruhi untuk menulis

    ReplyDelete
  10. Bergabung dg Penulis, aura positif akan terpancar untuk menulis juga

    ReplyDelete
  11. Yes, JA keren euy! banyak yang sukses menjadi penulis berkat JA!

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah bisa berteman dengan banyak penulis keren seperti mbak Rahayu.

    ReplyDelete
  13. Konsisten dan fokus ini ya mbak yang perlu dibangun

    ReplyDelete
  14. Ini dia yg sering saya gangguin urusan blog hehehe
    Makasih, yo, Mak :*

    ReplyDelete
  15. Hayuuk Mak belajar bersama sukses bersama di JA. Keren Mak dirimu...

    ReplyDelete
  16. Saat perasaan gundah gulana, maka menulis adalah salah satu jalan mengatasinya.

    ReplyDelete
  17. Sekarang stay di TanjungPinang ya, Mak?

    ReplyDelete
  18. Mbak Rahayu Asda pembelajar yang tangguh. Saluuut. Btw, kalo bukan pakar yang bilang bahwa menulis itu bukan semata bakat, tapi karena pembiasaan,mungkin saya nggak akan percaya.

    ReplyDelete
  19. Sungguh hampa ya mba kalau tidak menemukan habitat yang sesungguhnya.. ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

    ReplyDelete
  20. JoeraganArtikel emang biangnya pencetak penulis andal.

    ReplyDelete
  21. Nah loh jebolan FLP juga ya Mak sama dong, kita keluarga besar FLP :)

    ReplyDelete
  22. Mbak Rahayu CP-nya kosong, kalau pingin ikut kontak kemana ya?

    ReplyDelete
  23. Karena menulis adalah tentang rasa. rasa yang akan di ubah

    ReplyDelete
  24. Nanti, tapi, dan malu.....

    3 penyakit yang dibuat-buat oleh diri sendiri :(

    Memang, kalau melakukan sesuatu yang bukan passion itu bahagianya tidak bulat utuh.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar di blog ini. Terimakasih