Monday, October 16, 2017

Inilah Khasiat Kurma Muda Yang Belum Kamu Ketahui

October 16, 2017 14 Comments
Dokumen Pribadi
Kata orang, wanita hamil itu suka makan yang asem-asem seperti mangga muda atau kedondong. Namun sejauh pengalaman saya selama hamil dan ini kehamilan untuk keempat kalinya justru saya tidak suka makan makanan khususnya buah yang asam.  Sehari-hari sebelum hamil,  saya lebih suka makanan pedas atau asin. Misalnya saat beli kue, pilihannya tertuju pada kue-kue pedas atau asin seperti pastel, risoles, bakwan dan kurang suka puding dan kue manis lainnya. Tapi sejak hamil keempat ini selera berubah, saya jadi suka dengan makanan dan minuman manis.
                Jadi ceritanya, diberanda ef be itu dari dulu memang berseliweran olshop yang menawarkan kurma muda. Logikanya buah jika belum matang kan pasti rasanya asam, pikir saya kala itu, jadi masih belum minat untuk membeli. Apalagi ada yang bilang malah kurma muda bagus dikonsumsi buat wanita yang sulit mendapat keturunan. Nah, saya saja sudah anak tiga, semakin belum berminatlah  untuk membeli, ditambah pula itu harga sekilonya juga agak sedikit mahal dibanding kurma matang.
                Namun semakin hari kurma muda ini semakin mentel saja nampaknya dimata saya. Menjadi – jadi pula kelakuannya, tiap buka beranda facebook nampak itu kurma muda tersenyum cantik. Seperti dia mau bilang “rasalah-rasalah”. Kebetulan, teman kuliah adik ipar saya olshoper yang bakulannya khas produk timur tengah. Karena penasaran saya inbox dan tanya, rasanya gimana itu kurma, lalu dibalasnya “manis uni”. Alamak meleleh lah air liur awak di buatnya. Ini demi-demi di jabang bayi didalam perut, saya order itu kurma muda agak seperempat, jadilah buat memecahkan rasa penasaran saya yang katanya manis.
                Mungkin ini yang dinamakan rezeki anak sholeh, malam menjelang isya, pintu rumah di ketok. Rupanya orderan saya di antar. Si teman ini datang beserta dua anak yang masih bayi, jauh – jauh datang dari batu 9  (rumah saya 0 kilometer), “Uni ini kurmanya, nggak usah dibayar, rezekinya Ibu hamil”. Masyaallah, semoga Allah selalu memberi kelapangan rezeki buat kamu dek. Kurma muda nampak nyata didepan mata. Bentuknya bulat lonjong dengan tekstur padat dan kulitnya berwarna  kuning. Pada gigitan pertama, daging kurma muda ini rasanya hampir mirip dengan  daging kelapa tua, hanya kurma muda lebih bisa di kunyah dimulut. Soal rasa, Masyaallah Allah kuasa, rasanya sungguh manis berbeda dengan buah yang belum matang kebanyakan ya kalau tidak asam, ya pahit. Namun kurma muda rasanya sangat manis.
              :
Domuken Pribadi
Akhirnya saya serching lah di google, Kurma muda lebih dikenal dengan sebutan Ruthob dan dalam bahasa latin disebut Phoenix dactylifera. Dan kandungan yang terdapat dalam Ruthab ini sebagai berikut : 
·           Zat besi berfungsi untuk menjaga kebutuhan oksogen di dalam darah sehingga mencegah munculnya anemia.
·           Kalsium berguna untuk memberikan nutrisi pada tulang dan gigi sehingga mencegah keroposan pada tulang yang bisa saja terjadi saat berusia lanjut atau dikenal dengan istilah osteoporosis.
·           Klorida berguna untuk membantu tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida di dalam tubuh.
·           Vitamin A yang berfungsi untuk menjaga kesehatan mata. Vitamin a banyak terdapat pada wortel dan rimbang.
·           Vitamin C banyak terdapat pada buah jeruk dan buah mangga. Vitamin c berfungsi unutk mencegah penyakit sariawan.
·           Vitamin K berfungsi untuk menghentikan pendarahan jika terjadi pendarahan seperti luka.
Nah, apa saja manfaat mengkonsumsi kurma muda ini :
Pertama, Ampuh melawan kanker. Dalam sebuah penelitian Peneliti Dr Arshad H Rahmani dari Qassim University, mengatakan bahwa hasil penelitian telah menunjukan tentang manfaat kandungan buah kurma yang mampu mencegah terjadinya mutasi sel yang mengarah kepada perkembangan sel-sel kanker yang sangat berbahaya. Studi ini diterbitkan di Journal of Clinical and Experimenta Medicine. Kurma muda memiliki sifat anti  kanker, yang berfungsi melawan sel kanker.
Kedua, Mencegah Pendarahan dan baik untuk Ibu Hamil. Kurma muda adalah untuk mengurangi pendarahan saat melahirkan. Kurma muda mengandung vitamin k yang baik untuk mencegah pembekuan darah sehingga darah yang keluar tidak terlalu banyak. Akibat fatal jika darah keluar terlalu banyak akan menyebabkan tubuh kehabisan banyak darah. Untuk itu kurma muda banyak dianjurkan oleh para pakar kesehatan sebagai bahan alami yang mebantu terjadinya pembekuan darah. Untuk Ibu hamil ,kandungan nutrisinya bisa menghilangkan stres juga mengatur tekanan darah pada ibu yang akan melahirkan.
Ketiga, Memperlancar Produksi Asi. Kurma Muda mengandung  oksitosin, yang dapat membantu ibu menyusui memperlancar produksi ASI. Disamping itu kandungan oksotin ini juga berfungsi untuk membantu proses kontraksi otot polos dinding rahim, hal itu sangat penting dan membantu istri saat berhubungan dengan suaminya.  Kandungan tersebut bekerja untuk merangsang otot polos di dalam uterus (rahim) agar lancar dalam berkontraksi. Maka banyak peneliti menyarankan untuk mengkomsumsi kurma muda untuk menjaga kesuburan
Keempat, Menjaga kesehatan Mata. Kurma muda mengandung vitamin A, Vitamin A baik untuk mata.juga dapat menjag akesehatan jantung, menurunkan tekanan darah tinggi dan mencegah kanker mulut
Kelima, Meningkatkan Daya Ingat

                Subhanallah, sungguh banyak khasit kurma muda ini. Saya yakin emak-emak yang baca pasti ingin mecicipi kurma muda ini. Nah, untuk wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya, saya bantu promo in nih bakulan temn saya,  bisa PO dulu dan wa saya ke nomor 085364238802. Delivery order ya

Tuesday, October 10, 2017

Review Buku : Waspada Jejak Haram Yang Mengintai

October 10, 2017 15 Comments
Images : riawanielyta.com
Suatu hari keponakan main kerumah dan memakan permen yang tidak ada label halalnya, tiba-tiba anak kedua saya yang saat itu usianya masih tiga tahun, teriak histeris sambil bilang “iiihhh makan b*bi”. Reaksi spontan  anak kedua saya, mengundang gelak tawa anggota keluarga lain dan juga kaget, mengapa sekecil itu dengan polosnya berucap perkataan itu.
                Dari kecil anak-anak memang saya ajarkan soal halal dan haram suatu makanan, minimal untuk membeli makanan atau jajanan selalu saya mewanti-wanti dan tanya ”ada label halalnya nggak”. Di awal – awal anak-anak tanya, mengapa harus pake label halal?” jawab saya, karena yang nggak ada label halalnya ada b*binya. Gagara itu setiap anak-anak melihat jajanan yang tidak ada label halalnya, spontan mereka bilang jajanan tersebut ada b*binya.
                Namun perkara halal dan haram tidak hanya sebatas pada label halal dari MUInya. Sebab tidak semua makanan atau jajanan tradisonal seperti kue mueh  yang dijual di pinggir –pinngir jalan tentulah tidak ada label halal dari MUI. Pernah suatu hari saat adik ipar di ajak makan di warung ayam penyet, kami semua memesan lele, ayam goreng dan ayam bakar, namun si  adik ini hanya memesan tempe dan tahu penyet. Saya pun jadi terkesima sambil berucap dalam hati “qunaah betul si adik ini”. Saat pulang saya tanya, kok tadi hanya pesan tempe dan tahu penyet, maka dijawabya “saya  ragu orang yang jualnya membeli ayam potong di tempat muslim atau tidak, jika bukan muslim tentu ayam potong disemblh tidak menggunakan nama Allah”. Ya, bisa saja asumsinya benar, sebab di kota kami memang banyak pedagang non Muslim yang menjual ayam potong.
               
Images : Pixels
.
         Kemudian yang menjadi pertanyaan mengapa perkara halal dan haram itu penting bagi kehidupan seorang Muslim. Sebagai seorang Muslim, tentu setiap apa yang masuk kedalam tubuh harus diperhatikan, termasuk soal halal dan haramnya suatu makanan juga tentang  harta yang didapat. Karena barang atau makanan haram yang masuk kedalam tubuh akan menjadi darah dan berdampak terhadap kerasnya hati, sehingga susah menerima kebenaran. Dalam hadist dijelaskan bahwa Amalan seseorang tidak akan diterima jika  masuk makanan atau barang haram kedalam tubuhnya . Rasulullah saw bersabda, “Ketahuilah bahwa suapan haram jika masuk ke dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari.” (HR At-Thabrani).
                Buku ini hadir sebagai jawaban atas pertanyaan – pertanyaan soal seputar halal dan haram dalam keseharian, baik itu makanan, pekerjaan maupun harta benda yang didapat.  Waspada Jejak Haram Yang Mengintai, menjelaskan kepada kita, bahwa halal atau haramnya suatu makanan bukan saja mengandung alkohol atau zat babi di dalamnya, namun lebih dari itu, seperti hewan yang disembelih tidak menggukan nama Allah adalah haram. Termasuk dalam segi pengolahan makanan, juga terkadang kita rentan terhadap bahan yang haram. Buku ini jelas bertema fiqih, namun walau buku non fiksi, penulis mampu memaparkannya dalam bahasa sederhana dan mudah dicerna. Buku duet karya  kak Riawani Elyta bersama sang adik Risa Mutia, sangat cocok sebagai rujukan untuk kita dalam menjalani keseharian agar selalu waspada terhadap halal dan haramnya suatu barang, makanan ataupun pekerjaan.
Informasi detail Buku Waspada Jejak Haram yang Mengintai

Images : riawanielyta.com

Judul : Waspada Jejak Haram yang Mengintai
Penulis : Riawani Elyta dan Risa Mutia
Kategori : Agama, Inspiration, Islam, Nonfiksi, Religion & Spirituality
Tebal : 126 hal
Harga : Rp.45.000,-
Penerbit : Qibla (imprint BIP Gramedia)



Sunday, October 8, 2017

RESEP IKAN KERAPU GORENG PEDAS MANIS

October 08, 2017 15 Comments
Saat belanja kepasar tradisional, tempat penting yang paling dituju adalah pasar ikan (lapak ikan). Karena walaupun saya garis keturunan Minang, namun lahir dan besar di daerah Kepulauan, menu  harian tak jauh dari ikan. Sepertinya lidah lebih berdamai makan ikan dari pada ayam dan daging sapi. Saat itu mata melihat seonggok ikan kerapu segar dan harga sekilonya  hanya duapuluh ribu rupiah, tak perlu pikir panjang, langsung saya beli sekilo dan dapat tiga ekor ikan kerapu besar.
                Pulang dari pasar, ikan kerapu langsung di eksekusi, niat saya mau masak Ikan kerapu goreng pedas manis. Eeehh, tapi tunggu dulu. Sebelum kita curcol soal resep, yuk kita simak dulu khaisiat ikan kerapu ini. Seperti yang dilansir dari situs khasiat.co.id menjelaskan ada 7 manfaat ikan kerapu :
Pertama :  Lemak Ikan Kerapu dapat meningkatkan fungsi otak hingga maksimal sehingga kecerdasan meningkat.
Penjelasannya, Asam Amino Esensial dari Omega 3 dan Omega 6 bermanfaat untuk meningakatkan aktivitas syarat otak sehingga otak mengalami peningkatan kecerdasan.

Kedua : DHA + EPA Berperan menurunkan kadar Trigliserida dalam Darah.
DHA + EPA adalah dua zat ajaib yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Trigliserida adalah lemak yang diproduksi tubuh karena adanya akumulasi glukosa dalam aliran darah. Jika berlebihan lemak ini akan menempel di dinding pembuluh darah. Maka Trigliserida jug adapat membuat seseorang menajadi bugar bila jumlahnya normal.

Ketiga, Menghindari Resiko Penyakit Kardiovaskuler.
Kardiovaskuler adalah penyakit jantung. Siapaun berisiko mengalami penyakit ini. Dengan makan ikan kerapu, dapat terhindar dari resiko penyakit jantung.

Keempat, Mengurangi resiko keracunan pada pasien pasca operasi.
 Operasi yang dimaksudkan disini adalah operasi besar yang memerlukan pembedahan sehingga harus dibius.

Kelima, Mengurangi Kadar Kolestrol (Lemak Jahat LDL)

Keenam, Mengurangi Depresi

Ketujuh, Mengurangi Rasa nyeri karena Angina Pectoris
Angina Pectoris adalah penyakit yang menyerang dada dengan keluhan rasa nyeri. Angina disebabkan adanya gangguna pada jantyung dan paru namun bisa juga karena naiknya asam lambung.

Yuuk Simak resep ikan kerapu goreng pedas manis :
Setelah ikan dicuci bersih, ikan diberu garam dan jeruk nipis (guna mengurangi bau amis pada ikan.
Panaskan minyak lalu ikan digoreng seperti biasa.
Untuk saos pedas manisnya.
Iris bawang bombay dan tumis, lalu masukkan cabe yang sudah digiling, tumis cabe lalu masukkan saos tomat agar. Tambahkan air sidik dan garam secukupnya.
Susun daun selada dalam piring besar sebagai hiasan.

Taarraaa… jadilah ikan keparu pedas manis, karena cabenya terasa pedas, jadi menu ini cocok buat anak-anak yang kurang suka pedas di tambah pulang dengan danging ikannya  berwarna putih dan gurih, di jamin anak – anak  bakal ketagihan

Tulisan ini diikut sertakan dalam program onedayonepostingan Blogger Muslimah Indonesia
#ODOPOKT6

Friday, October 6, 2017

Mengapa Pendidikan Itu Penting

October 06, 2017 7 Comments
Sejak positif hamil anak ke empat, saya memboyong anak-anak untuk tinggal dirumah orang tua saya dengan berbagai pertimbangan : akses transportasi lebih dekat, juga suami ingin memulai kembali usaha rumah makan kami yang telah lama ditinggal sejak tahun 2015.  Disamping itu pastinya karena ada wifi yang membuat saya mudah mengakses internet. Di rumah ortu saya hanya tingal ayah dan kakak, untuk pekerjaan rumah ada si mbak yang membantu bersih-bersih, nyuci dan lainnya  dari pagi hingga siang hari.
Rumahnya tak jauh dari rumah ayah saya, pendidikan si Mbak ini hanya sampai sekolah dasar. Menurut ceritanya putus sekolah lantaran tinggal dengan Ibu tiri. Walau Sekolah Dasar tidak tamat, namun untuk urusan pekerjaan rumah cekatan dan rapi.  Suamiya berprofesi sebagai tukang ojek dengan pendidikan hingga SMP. Namun luar biasanya, mereka sanggup menguliahkan anak semata wayangnya dan saat ini kuliah seemster tiga diunivesritas negeri di kota kami. Setahu saya si Mbak ini sangat disiplin terhadap uang, hingga takut berhutang. Namun sejak anaknya mulai kuliah dia mesti berhemat dengan menyisihkan 400 ribu perbulan dari gajinya untuk  uang kuliah anaknya persemester.
Inilah yang membuat saya tergeliitk ingin menuliskannya. Singkat cerita, suami si Mbak ini sudah lama mengeluh kabur dimata sebelah kirinya dan kemungkinan katarak. Lalu pergilah ke praktek dokter spesialis mata, oleh dokter divonis katarak dan dikasih obat tetes. Karena katarak harus dioperasi maka di uruslah BPJS kelas 3. Alhamdulilah pengurusan BPJS sehari selesai dan kartu pun sudah bisa digunakan. Keesokan hari berangkaltah sang suami ke pukesmas untuk meminta rujukan, kemudian lanjut ke Rumah Sakit Provinsi, dan langsung kedokter spesialis mata.  Setelah dicek oleh dokter, dikasih obat tetes juga karena mata sebelah kananya ada peradangan infeksi, (mungkin dulu pernah tonjok – tonjokkan) dan dokter meminta kontrol kembali dua minggu kemudian.
Selang beberapa hari, sang suami mengeluh kedua matanya malah menjadi kabur yang awalnya hanya sebelah kiri saja. Disore hari si Mbak ini datang kerumah, karena kebetulan kakak saya ada acara makan-makan bersama teman-temanny dirumah. Dengan wajah cemas si Mbak ini berkata kepada saya
“Kak Ayu, besok Bapak Nani (sambil menyebutkan nama anaknya = nama anaknya saya buat samar) mau dioperasi”
“Lho kok, kan belum ada keputusan dari dokter kapan jadwal operasinya”Jawab saya
“Nggak tahu tu kak, adik-adik bapaknya udah pada marah-marah kok bisa sampai kabur gitu matanya, mereka ngotot harus operasi sampai menelpon anggota dewan (mungkin anggota dewan ini kenalan adik-adiknya) agar suruh langsung operasi” jelasnya panjang lebar dengan wajah gusar.
“Kak, yang memutuskan operasi atau tidaknya itu bukan anggota dewan, tapi dokter dan dokter pun tidak bisa langsung bilang besok operasi, kan bapak nani belulm ketemu dokter lagi, tentu dijadwalkan dulu, dirujuk lagi kedoker bedah” ucap saya menjelaskan
“nggak tahulah lah, bingung kami, ” jawabnya
Sayapun hanya bisa menahan geli dalam hati, urusan sakit pun sampai keanggota dewan J J, tapi cukup perihatin juga sebab awalnya hanya satu yang kabur, dan sekarang kedua matanya malah kabur.
Keesokan harinya, suami si Mbak ini pergi lagi ke RSUP untuk bertemu dengan Dokter kemaren, tidak sendiri namun beserta adiknya menemani. Kata si Mbak mereka disana sampai bertekak – tekak dengan dokter ngotot minta operasi, tapi dokter tetap besikukuh bilang jangan dioperasi dulu karena mata satunya lagi infeksi.
Karena merasa tidak puas lantaran mata satunya lagi ikut kabur, sesuai saran makcik nya untuk minta rujukan lagi dan coba periksa dengan dokter spesalis mata yang ada di RSUD Kota. Maka pergilah sang suami ke RSUD, setelah mengantri lama, ketemu dengan dokter spesialis mata, dokter juga bilang harus segera diperasi dan mata sebelah kanan infeksi. Lalu oleh dokter mata dirujuk langsung ke dokter spesialis bedah datang kembali dua hari lagi. Dokter di RSUD juga memberikan obat tetes mata, katanya sih sudah agak mendingan tidak kabur lagi mata sebelah kanan.
Kemaren jadinya suami si Mbak ini kontrol ke spesialis bedah, tadi pagi saya bertanya,
“gimana kak, kapan operasinya” karena saya pikir hari ini bakal di operasi.
“Nggak tahu lah kak”, wajahnya pun terliat pucat.
Lanjut si Mbak Ini
“dokter hanya kasih obat tetes dulu, karena yang dioperasi itu katarak orang tua, lagian matanya juga infeksi, tapi adik-adiknya udah pada ngotot minta di operasi sampai bertekak –tekak pula dengan dokter kemaren”
“Kak, keputusan operasi itu dari dokter, kalau dokter bilang tidak operasi dulu, bagus lah. Orang lain banyak sudah di vonis dokter operasi tapi malah tak mau operasi dan milh pengobatan alternatif, mungkin dokternya ketawa, ini pasien aneh malah ngotot operasi” jelas saya.
“nggak tahu lah kak,adik – adik  nya ngotot sampai mau lapr anggota dewan”
Mendengar itu, saya hanya tersenyum geli, dan lanjut bilang
“coba dulu obat itu, suruh suami kakak toubat lagi, sholat lagi, nggak minum lagi dan nggak usah merokok lagi,”
           “itu lah kak, pusing kami, dulu gitu juga pernah muntah darah dan dirawat, katanya mau toubat, tapi balik mimun lagi pas sudah sehat” jawab si Mbak gusar  sambil cuci piring.
***
Begitulah kisahnya, pendidikan itu penting untuk seseorang dalam melanjutkan hidupnya. Dalam hidup tak hanya mengandalkan otot saja, tapi otak juga harus dikedepankan

Salam Emaks Blogger
Rahayu Asda

Postingan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post yang diselenggarakan oleh Blogger Muslimah Indonesia.

#ODOPOKT5 


Thursday, October 5, 2017

Zapin Cake : Icip-Icip Bolu Kekinian Dari Batam

October 05, 2017 4 Comments

        Siapa yang tidak kenal dengan Batam, Kota industri dengan jalur pelayaran internasional. Kota persinggahan karena berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia. Dari Batam menuju Singapura hanya memakan waktu 45 menit perjalanan dengan menggunakan kapal ferry. Biaya tiket pulang pergi Batam – Singapura hanya sekitar 500 ribu rupiah.  Maka tak heran jika banyak wisatawan yang singgah ke kota ini jika ingin terus melihat-lihat Singapura maupun Malaysia.

                Peluang itu pun di sambut baik oleh pelaku bisnis, khususnya bisnis oleh-oleh.  Dahulu sekitaran tahun 2000, oleh-oleh khas Batam adalah cake pisang Villa, yang menjadi brand pertama dengan ikon oleh-oleh khas Batam. Kini, setelah beberapa artis Ibu Kota mengambil  peluang oleh-oleh dari berbagai Kota seperti Snow Cake dari Surabaya dengan Brand nya  Zaskia Sungkar, di susul cake Napoleon dari Medan oleh Irwansyah, Bandung Makutanya Claudya Cintia Bella. Pasangan suami istri yang terkenal kompak juga tidak mau ketinggalan meluaskan area bisnis mereka hingga kekota Batam. Adalah Andhika Pratama dan Ussy Sulistyawati  membuka Gerai kue yang diberi nama Zapin Cake.  Menurut Andhika yang dilansir dari Situs Sindonews, dia membuka gerai kue di kota Batam karena terinspirasi oleh kesuksesan bisnis cake istrinya dengan cake Ciribon Kelana yang menjadi ikon oleh-oleh kota Ciribon.
Heaven Caramel
               
Cheese Me Up
Nah, berhubung cake-cake kekinian para artis ibukota lagi hits, saya pun ketiban rezeki oleh-oleh Zapin Cake dari kakak saya selepas pulang Pelatihan dari Batam.  Sebelum berangkat sih, saya nitip nya ogura punyanya Zaskia Sungkar, tahunya gegera ada teman yang posting Ozura di fbnya, tapi lantaran nggak tahu gerai Ozura dimana, dan kebetulan tempat Pelatihan Kakak saya di hotel Nagiya Hills. Jadilah yang dibawa Zapin Cake ini. Zapin cake ini adalah bolu gulung namun tekstrunya lembut sekali, ada selai creemy didalamnya. Jika dilihat dari kotaknya Zapin Cake ini ada enam varian rasa : Blueberry More, Crunchy Miss U, Chocopuccino, Cheese me Up, Heaven Caramel, Copa Banana. Kakak saya membawa dua kotak zapin cake dengan rasa Cheese dan Caramel.  Gerai Zapin Cake ini terletak di komplek Nagoya Hills Superblok Blok D No 4-5.

                Cuma saya agak sedikti heran aja, ngapa ya nggak Oki Setiana Dewi saja ya yang buka gerai cake oleh – oleh khas Batam, sebab Oki kan kelahiran Kota Batam sementara Andhika dari Malang. Eeeh, mbak Okinya malah buka gerai kue Surabaya Papata, tapi ya sudahlah namanya juga  artis, sudah tenar lama dan jika buka usaha cepat lakunya. Dan berhubung saya lagi hamil 15 minggu dan sekejap-sekejap oek-oek, jadi nggak usah dimintain pendapat soal ini, hee. Cuma dengan cake harga 60 ribu perkotak, anda nggak nyesal lah beli Zapin Cake. Dijamin nagih dan nagih lagi

Artikel ini diikutsertakan dalam program One Day One Post Oktober4 Blogger Muslimah Indonesia

#ODOPOKT4

Wednesday, October 4, 2017

Tips Kece Buat Emak Yang Punya Penghasilan Dari Internet

October 04, 2017 4 Comments
Emak pernah nggak merasa dipandang sebelah mata oleh orang-orang lantaran memilih untuk menjadi ibu rumah tangga?. Terlebih lagi bagi emak yang lulusan sarjana bahkan lulusan universitas ternama.
“Lho kok dirumah saja”
atau,
“sayang dong dengan Ijazahnya”
atau lagi
“ bentar lagi ada test PNS tuh, nggak mau nyoba ikut test”.
Mungkin sering ya Mak, termasuk saya. Padahal, dengan memilih menjadi seorang ibu rumah tangga, ada beberapa emak yang mengalami pergolakan bathin yang panjang, hingga akhirnya memutuskan berdamai dengan kenyataan.  Siapa sih yang tidak ingin menjadi wanita karier, dandan cantik, harum dan memakai  blazer setiap pagi juga bertemu dengan banyak orang? Bukankan itu impian semasa kuliah dulu. Lulus dengan nilai baik dan mendapatkan pekerjaan sesuai bidang keahlian yang dimiliki.  Barangkali jika ditanya pada setiap mahasiswi sekarang tentang rencana selepas wisuda, maka pasti kebanyakan akan menjawab berkarier dulu, akan sedikit yang menjawab ingin menjadi ibu rumah tangga.
***
 Sebagai penghuni perumahan baru, tentu kami warga perumahan sangat senang jika rumah – rumah kosong mulai di huni oleh pemiliknya. Suatu hari ada keluarga muda yang baru menempati perumahan dimana saya tinggal. Sebagai tetangga yang yang baik saya pun menyapa dan mengajak ngobrol Ibu muda tersebut. Singkat cerita bahwa tetangga saya ini berprofesi sebagai seorang dosen. Tanpa sadar saya pun bercerita bahwa saya lulusan kampus ini dst. Lalu si tetangga ini mengatakan;
“ummi (begitu sapaanya kepada saya) sayang dong ijazahnya”
“nggak coba untuk ngajar lagi” lanjutnya.
Saya pun hanya tersenyum getir, tak mungkin pula saya jelaskan alasannya secara panjang lebar, atau mau bilang walau dirumah saya juga punya penghasilan. Ah barangkali karena saya sehari-hari hanya memakai gamis dan jilbab kaos, sehingga orang beraanggapan begitu. Padahal saat itu jadwal saya dari pagi hingga malam bisa dikatakan padat. Pagi – sore malam saya membuka bimbel dirumah, kemudian nyambil ngeblog dan terima orderan privat blog dan desain blog secara online.Yaah, walaupn penghasilan dari rumah belum bisa  menyaingi pengahasilan wanita kantoran saat ini, tapi bagi saya itu sudah lebih dari cukup karena walau dari rumah masih tetap produktif.

Baca Juga :
BUNDA AJARKAN ANAKMU UNTUK BERKARYA (Part 1)
BUNDA AJARKAN ANAKMU UNTUK BERKARYA (PART 2)

Pernah lagi saat idul fitri keponakan jauh (anak sepupu saya) berkunjung, karena penganten baru dia datang bersama istrinya. Istrinya tersebut lulusan SMF (Sekolah Menengah Farmasi), entah kenapa saya iseng bertanya, “waah lulusan farmasi, sayang dong nggak lanjut kuliah”
Tetiba sikeponakan ini menjawab :
 “ buat apa kuliah, nanti bakalan kedapur juga”
Mak Jleb, saya pun tertohok. Kemudian mengalihkan pembicaraan. Menurut  saya kuliah itu bagi seorang wanita itu penting, karena dia yang akan menjadi guru pertama bagi anak-anaknya. Di era digital ini, banyak kok pekerjaan yang hanya dikerjakan dari rumah tanpa memerlukan kantor dan  karyawan. Seperti penulis, online shop, blogger dan lainnya
Nah, mak agar emak tidak bernasib sama seperti saya, yuk simak tips kece agar emak tetap kelihatan fress layaknya wanita kantoran. Oh iya sebelumnya nih,  beberapa tahun lalu saya nonton siaran pemilihan blogger terbaik ditelevisi. Ada parodinya yang diperankan oleh Mumu sang artis wanita, ada cuplikan parodi jika si Mumu sudah dandan rapi dikamar seperti mau ke kantor, tiba di teras rumah, duduk dibangku teras lalu nyalakan laptop ;-) J, apa barangkali emaks yang kerja online harus begitu yaa J .
Yusk ah mak simak tips berikut ini :
Pertama : Atur jadwal harian dan disiplin. Mereka yang kerja kantoran tentu telah punya jadwal sendiri dari pergi kantor hingga pulang kantor. Namun emak yang kerja dari rumah juga tetap mesti disiplin dengan jadwal harian, seperti jam berapa mulai membuka laptop (atur durasinya) agar tidak terbengkalai dengan pekerjaan rumah.
Kedua : Usahakan selesai pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci selesai sebelum jam sembilan pagi (untuk emak yang punya anak usia sekolah)
Ketiga : Mandi pagi setiap  hari dan berpalaianlah yang rapi (jaga penampilan)
Kempat : Jaga pola hidup sehat
Kelima : jika dirasa penghasilan dari online cukup menjanjikan dan sedikit menyita waktu, gunakan jasa pembantu jika diperlukan.

Kelima : Gunakan waktu akhir pekan buat keluarga.

Tulisan ini diikut sertakan dalam One Day One Posting Blogger Muslmah Indoensia 
#ODOPOKT3

Monday, October 2, 2017

Kawan, Jangan Lupakan Sejarah (Catatan Harian yang Tercecer)

October 02, 2017 9 Comments
Dokumen Pribadi
Setiap orang punya sejarah dalam kehidupannya, tentunya sejarah atau kenangan yang selalu membekas dihati tak akan pernah terlupakan. Ada kenangan manis, ada pula kenangan pahit. Maka segala peristiwa yang pernah singgah jadikan pembelajaran dimasa mendatang.

Kawan, ingatkah saat kita bersama mengukir sejarah. Berpacu agar bisa diterima pada sebuah sekolah di kaki Gunung Merapi. Memilih untuk tinggal diasrama berjauhan dengan keluarga. Bersaing dengan puluhan siswi yang juga punya keinginan sama. Kita hanya 33 orang putri yang berhasil diterima pada kelas program khusus itu. Kelas dimana kita harus menguasai dua bahasa Asing serta harus bisa membaca kitab-kitab berbahasa Aran tanpa baris. Di awal belajar, kita hanya  mampu menangis, lantaran sulitnya membaca huruf-huruf arab gundul. Tapi apa daya, kita tak bisa mengadu merengek akan sulitnya pelajaran kepada orangtua, sebab kita kesani murni atas keinginan sendiri.

Kawan, masih ingatkah kalian di awal-awal masa perkenalan asrama. Kita dihadapkan pada masa-masa orientasi, baik itu diasrama maupun orientasi disekolah yang cukup melelahkan. Kita di bangunkan pukul 4 pagi, di paksa mandi dengan suhu 17 derajat celcius. Mulut – mulut kita keluar asap ketika berbicara, pakaian dilemari pun terasa sejuk. Kita harus kompak, begitu yang selalu di dengungkan para senior. Oleh mereka kita didik untuk bisa berprilaku sopan. Bertutur kata yang baik  Patuh dan hormat kepada yang lebih tua. Kita disuruh segala macam arahan oleh mereka, mulai dari menyanyi, membaca puisi, menghitung luas aula asrama dengan jengkal dan banyak lagi yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Masa orientasi selama seminggu itu memang menjadi mimpi buruk buat kita. Namun justru dikemudian hari, itu menjadi kenangan manis yang tak pernah terlupakan.

Kawan, masih ingatkan kalian, ketika kegiatan sekolah telah bejalan. Kita pun berjalan maju melupakan masa lalu, mengubur kenangan jahiliyah kita dimasa A Be Ge. Memutuskan untuk melupakan sang kekasih, mengganti celana jins dengan rok panjang. Memakai baju longgar, jilbab kita semakin menutupi dada dan segala konsumsi bacaan kita yang dulunya adalah majalah Aneka Yess, Majalah Gadis dan majalah HAI bertukar dengan majalah Annida, Sabili dan buku-buku Islami. Kitapun menjadi lebih religi. Menunduk malu menjaga pandangan ketika bertemu yang bukan muhrim. Di mana masa itu, usia kita belumlah genap 17 tahun, namun kita telah berpikiran jauh dengan berkomitmen tidak ada pacaran sebelum pernikahan.

Masa remaja kita sungguh menyenangkan, walau tanpa pacaran, merayakan valentine apalagi untuk nonton di bioskop, kita meletakkan cinta Allah diatas segala-galanya. Karena kita adalah para gadis lugu yang mondok pada sebuah desa dikaki gunung Merapi dan Singgalang. Hari – hari kita disi dengan tilawah Al Qur’an, diskusi seputar permasalahn agama juga membahas kitab tanpa baris.

Kawan, 15 tahun sudah kita meninggalkan sekolah itu, Jika saat ini kita masih seperti dulu, itu adalah doa dari para asatiz agar kita tetap istiqamah. Namun jika saat ini kita tak lagi bisa menjaga aurat, atau lagi dalam dilema, merasa diri futur, maka jangan lupakan sejarah, bahwa dulunya kita adalah seorang santri yang pernah berpakaian rapi, menutup aurat secara sempurana.


#Dari seorang teman yang sangat merindukan teman-teman seperjuangan.

Images : Web Wikipedia


Tulisan ini diikut sertakan dalam One Day One Posting Blogger Muslmah Indoensia
#ODOPOKT1

Saturday, September 30, 2017

BUNDA AJARKAN ANAKMU UNTUK BERKARYA (PART 2)

September 30, 2017 12 Comments
Menyambung cerita saya kemaren tentang anggapan kesuksesan bagi kebanyakan orang.  Bahwa sukses itu adalah ketika bisa duduk dibelakang meja, memakai baju kemeja mahal plus berdasi atau blazzer bagi wanita dengan mendapat gaji setiap bulannya. Barangkali itu adalah impian dari semua mahasiswa, termasuk saya pada saat itu. Bersungguh-sunguh kuliah, mendapatkan nilai bagus, lalu diterima diperusahaan atau lolos seleksi CPNS kemudian bekerja sesuai dengan bidang keahlian.
                Namun apa jadinya jika kenyataan tidak sesuai harapan. Bahwa yang sebenarnya adalah sulitnya lapangan pekerjaan di negara kita, hanya mengandalkan selembar ijazah namun minim skill hingga petantang-petenteng membawa ijazah kesana kemari untuk melamar pekerjaan. Sedikitnya lapangan pekerjaan membuat tingkat pengangguran semakin tinggi. Akhirnya banyak yang frustasi hingga terlintas sebuah anggapan “buat apa kuliah jika pada akirnya hanya menjadi kulli bangunan atau buat apa kuliah jika pada akhirnya hanya dirumah saja”.
                Jika kejadiannya sudah seperti itu, siapa yang mesti disalahkan?? Apa orang tua yang dulu hanya mendidik untuk belajar, belajar yang tekun tak usah pikirkan biaya dll, atau kitanya yang kurang kreatif untuk mengembangkan skill yang dimiliki. Banyak wanita lulusan sarjana akhirnya terbentur persoalan anak hingga memilih berdamai dengan kenyataan dan memilih untuk dirumah dengan mengesampingkan egonya untuk berkarier.  Selembar ijazah dengan IPK diatas 3 setengah, lama kelamaan tidak ada artinya jika tidak ada skill dalam diri. Sulitnya lapangan pekerjaan atau kodratnya perempuan adalah dirumah membuat pentingnya seseorang untuk berkarya dengan terus mengasah skill yang dimiliki.

                Mari kita belajar dari pengalaman, jika dahulu orangtua kita mengajarkan hal seperti itu hanya untuk tekun belajar tanpa mengasah skill, berdamailah dengan keadaan sebelum usia menjelang 40 tahunan teruslah mengasah skill yang dimiliki, carilah passion yang sesuai dengan diri dan teruslah mengasah passion tersebut hingga menghasilkan. Kemudian arahkan anak sedari dini untuk bekaryaa, berwira usaha khususnya anak perempuan. Seperti mengajari masak, menjahit, menulis dan lain-lain, agar suatu waktu jika takdir anak gadis kita nantinya berada dirumah dia telah siap dengan skill yang dimiliknya.Karena, memasuki era digital, banyak pekerjaan yang tak perlu kantor, atau dengan di rumah saja, namun tetap menghasilkan

photo : pixbay

Tuesday, September 26, 2017

10 Alasan Pentingnya Makan Bersama di Dalam Keluarga

September 26, 2017 0 Comments

                Saya dan suami berbeda karakter. Mungkin itu yang namanya jodoh, saling mengisi kekurangan masing –masing, saya yang selalu pesimis,  ragu-ragu dan penakut dipertemukan Allah dengan laki-laki yang selalu bahkan menurut saya sangat optimis, tidak takut sama sesiapun (kecuali Allah)/pemberani dan cepat mengambil keputusan. Termasuk berbeda latar belakang, saya dilahirkan dari kedua orang tua yang bekerja, sementara ibu mertua saya adalah seorang ibu rumah tangga.
                Saya lahir dikota kecil, kedua orangtua saya berprofesi sebagai guru sekolah dasar. Karena Ibu saya adalah wanita pekerja, jadi kami sedari kecil sudah terbiasa mengurus keperluan sendiri-sendiri. Jika lapar, lauk pauk sudah tersedia dalam tudung saji diatas meja makan, tinggal makan sendiri-sendiri. Karena semua serba dilakukan sendiri, maka jarang sekali ada momen makan bersama didalam keluarga kami, kecuali saat buka puasa di bulan Ramadhan.
                Hal ini bertolak belakang dengan keluarga suami, beliau lahir dan besar di kaki bukit pada salah satu kampung diSumatera Barat. Di kampung-kampung laki-laki minang bisa dikatakan jarang sekali menginjak dapur. Semua keperluan dilayani oleh istri. Pada waktu jam makan, setiap keluarga akan makan bersama, hidangan diletakkan diatas tikar yang telah terbentang, semua anggota keluarga duduk untuk makan bersama. Ibu mertua dan anak-anaknya tidak akan makan sebelum sang Ayah pulang dari ladang. Apa begitu panggilan untuk ayah mertua saya, saat beliau pulang dari ladang, maka piring dan lauk-paukpun dihidangkan, setelah selesai makan, barulah piring-piring diangkat dan dibersihkan. Namun setelah makan, anggota keluarga tidak langsung berpencar, ada beberapa obrolan dan nasehat-nasehat dari ayah mertua saya.  Apalagi jika pada saat moment makan malam, setelah piring dibersihkan, ayah mertua memulai diskusi, tak jarang disikusi sesama anggota keluarga hingga larut malam. Itulah yang terjadi dikeluarga suami hingga sekarang.
Tradisi dalam keluarga saya, jika dilihat mungkin lebih terkesan praktis dan tidak merepotkan satu sama lain. Tapi justru hal itu berdampak hingga kami dewasa, keakraban sesama saudara jadi agak berkurang.Ketika ada masalah kami selalu menyelesaikannya sendiri-sendiri. Jarang sekali bermbuk untuk bermusyawarah. Apalagi ketika televisi sudah berada dikamar masing-masing, maka ruang keluarga pun kini terlihat lengang. Karena anggota keluarga lebih nyaman berada didalam kamar.
Bagi keluarga suami, yang telah terbiasa berdiskusi setelah makan, menjadikan mereka akrab sesama saudara hingga dewasa. Ketika ada suatu  masalah,  hal itu didiskusikan bersama kemudian dicarikan jalan keluarnya. Bahkan ketika anak-anak telah berpencar hidup dirantau. Ketika ada permasalahan, suami tetap menelpon adik-adiknya berembuk untuk meminta pendapat. Tradisi itu yang saya terapkan keanak-anak, walaupun anak-anak masih kecil, ketika buyanya lagi dirumah, kami makan bersama mereka bisa makan sendiri-sendiri termasuk sikecil Adam yang usianya empat tahun. Tapi sejak saya hamil, saya ngungsi sementara kerumah orangtua. Saya sering sekali kerepotan sebab anak-anak susah untuk makan, terpaksa saya harus menyuapkan satu persatu.
Tradisi keluarga akan berbeda-beda, namun jangan remehkan moment makan bersama sesama anggota kelaurga karena itu adalah hal yang sangat penting, pada saat itulah seluruh anggota keluarga berkumpul.
Berikut 10 Alasan pentingnya  makan bersama yang di kutip dari situs Kompas.com
1. Nutrisi lebih baik. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa keluarga yang makan bersama-sama memiliki nutrisi yang lebih baik secara keseluruhan. Hal ini juga menurunkan risiko berbagai penyakit dan obesitas. Anak-anak dan orangtua mereka akan lebih banyak makan sayuran, sehingga mendapatkan lebih banyak vitamin dan nutrisi.
2. Performa anak-anak lebih baik di sekolah. Menurut sebuah penelitian tahun 2005 di Universitas Columbia, remaja yang makan bersama keluarga mereka setidaknya lima kali seminggu lebih mungkin mendapatkan nilai yang lebih baik di sekolah. Anak-anak yang makan dengan keluarga mereka juga memiliki sikap yang lebih positif tentang masa depan mereka.
3. Meningkatnya komunikasi. Makan malam bersama dalam keluarga untuk memberi kesempatan untuk komunikasi. Percakapan selama makan memberi kesempatan bagi keluarga untuk menjalin ikatan dan terhubung satu sama lain. Hal ini juga memungkinkan orangtua dan anak-anak untuk mendiskusikan topik-topik menyenangkan dan serius, dan saling belajar.
4. Mengembangkan keterampilan sosial. Makan bersama juga membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial yang baik karena mereka belajar menjadi pendengar yang baik, dan sabar menunggu sementara orang lain sedang berbicara.  Mereka juga menjadi ingin tahu tentang orang lain bukan hanya fokus pada diri sendiri.

5. Mengajarkan sopan santun di meja makan.
 Kesempatan yang baik bagi orangtua untuk mengajarkan anak-anak mereka sopan santun di meja makan. Jika anak-anak tumbuh tanpa tata krama di meja makan, itu akan menciptakan banyak masalah bagi mereka dalam keberhasilan masa depan mereka.
6. Mengurangi penyalahgunaan zat. Menurut sebuah penelitian oleh Pusat Nasional Ketergantungan dan Penyalahgunaan Zat di Universitas Colombia, keluarga yang tidak makan malam bersama tiga setengah kali lebih rentan terhadap penyalahgunaan resep dan obat lainnya. Makan malam keluarga tentu mengurangi tingkat penyalahgunaan zat di kalangan orang dewasa dan anak-anak dalam keluarga.

7. Hubungan baik. 
Makan malam keluarga merupakan kesempatan yang ideal untuk memperkuat ikatan keluarga. Anak-anak dapat menggunakan waktu makan malam untuk membicarakan hal-hal penting atau meminta orang tua mereka menjawab pertanyaan anak-anak. Kegiatan membangun hubungan juga bermanfaat bagi pertumbuhan anak-anak terutama saat mereka menghadapi masalah-masalah yang lebih sulit di usia remaja.

8. Lebih hemat. Makanan beli tentunya lebih mengeluarkan biaya daripada makanan yang disiapkan di rumah. Jadi, ini akan menghemat banyak uang dalam jangka panjang.

9. Meningkatkan cita rasa anak-anak. Makan bersama berarti memasak makanan yang umum untuk seluruh anggota keluarga. Dengan cara ini, anak mengenal makanan baru dan tidak menjadi rewel tentang pilihan makanan.

10. Struktur dan rutin. Rutinitas membantu anak-anak menemukan organisasi dan kemantapan dalam kehidupan keluarga mereka. Makanan keluarga secara teratur memberikan anak-anak rasa yang normal dan mereka dapat menikmati saat-saat ini setiap hari.